Status Desa Terus Naik, Anggaran Informasi dan Pendataan Berubah Drastis, Ada Apa di Desa Sukarapih?

- Penulis

Rabu, 1 Juli 2026 - 02:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUNINGAN | Rajawali Investigasi

Alokasi Dana Desa Sukarapih, Kecamatan Cibeureum, untuk kegiatan pendataan, sistem informasi, hingga jaringan komunikasi menunjukkan perubahan yang cukup mencolok sepanjang 2021–2025. Di tengah perubahan status desa dari Berkembang, kemudian Maju, hingga akhirnya Mandiri, besaran anggaran pada sejumlah kegiatan justru mengalami fluktuasi tajam.

Pada 2021, pemerintah desa mengalokasikan Rp.49.657.500 untuk penyusunan dan pemutakhiran profil desa, Rp.36.881.500 untuk pemetaan dan analisis kemiskinan secara partisipatif, Rp.12.125.000 untuk pengembangan sistem informasi desa, serta Rp.78.454.500 untuk pengelolaan dan pembangunan jaringan komunikasi dan informasi lokal desa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memasuki 2022, anggaran pemetaan kemiskinan turun drastis menjadi Rp.4.492.500. Anggaran jaringan komunikasi juga menyusut menjadi Rp.14.700.000, sementara pengembangan sistem informasi desa tinggal Rp.3.037.000. Hanya anggaran pemutakhiran profil desa yang relatif tetap di angka Rp.47.082.500.

Pada 2023, data penyaluran hanya mencantumkan dua kegiatan, yakni pemutakhiran profil desa sebesar Rp.70.217.500 dan pengembangan sistem informasi desa sebesar Rp.600.000. Tidak terlihat lagi alokasi untuk pemetaan kemiskinan maupun pembangunan jaringan komunikasi.

Tahun 2024, ketika status Desa Sukarapih meningkat menjadi Desa Maju, anggaran yang tercatat kembali hanya untuk pemutakhiran profil desa sebesar Rp.38.000.000 dan pengembangan sistem informasi desa sebesar Rp.5.360.000.

Baca Juga:  Kawal Dugaan Penyimpangan Tunjangan DPRD Kuningan, ALAMKU Minta Kejati Jabar Lakukan Supervisi: "Jangan Sampai Bernasib Sama Seperti Kasus Kuningan Caang"

Sementara pada 2025, saat status desa berubah menjadi Desa Mandiri, alokasi yang muncul hanya Rp.15.792.000 untuk pengembangan sistem informasi desa dan Rp.6.000.000 untuk pengelolaan jaringan komunikasi dan informasi lokal desa.

Perubahan pola anggaran tersebut menjadi hal yang layak dicermati. Kegiatan seperti pemetaan kemiskinan dan pembangunan jaringan informasi sempat memperoleh alokasi cukup besar pada awal periode, kemudian mengecil bahkan tidak lagi tercantum pada tahun-tahun berikutnya. Di sisi lain, status desa justru terus meningkat hingga mencapai kategori Mandiri.

Kondisi ini memunculkan kebutuhan akan penjelasan yang lebih rinci mengenai dasar penyusunan prioritas anggaran setiap tahun, indikator yang digunakan dalam menentukan besaran alokasi, serta bagaimana hasil nyata dari setiap kegiatan dapat diukur dan dievaluasi oleh masyarakat.

Transparansi terhadap dokumen perencanaan, pelaksanaan, serta hasil kegiatan menjadi bagian penting agar publik dapat menilai apakah setiap rupiah Dana Desa telah digunakan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta tujuan pembangunan desa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan
SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?
DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian
Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
Waduk Darma Menyusut Drastis, Tampungan Air Tersisa 30 Persen, BBWS Ungkap Penyebabnya
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:38 WIB

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:54 WIB

TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:01 WIB

GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?

Berita Terbaru