Anggaran Perawatan SMPN 1 Garawangi Melonjak Lebih Dua Kali Lipat, Dana BOS 2025 Patut Dicermati

- Penulis

Senin, 27 Juli 2026 - 03:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUNINGAN  | Rajawali Investigasi

Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2025 di SMPN 1 Garawangi, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, menunjukkan lonjakan signifikan pada pos pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah. Perubahan nilai anggaran yang cukup besar dalam dua tahap penyaluran menjadi salah satu aspek yang layak mendapat perhatian publik.

Berdasarkan data penggunaan Dana BOS, pada Tahap I yang dicairkan 21 Januari 2025, SMPN 1 Garawangi menerima alokasi Dana BOS sebesar Rp.437.920.000. Dari jumlah tersebut, anggaran untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah tercatat sebesar Rp.26.217.000.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pada Tahap II yang dicairkan 27 Agustus 2025, dengan nilai Dana BOS yang sama yakni Rp.437.920.000, alokasi pemeliharaan meningkat menjadi Rp.63.490.000.
Artinya, anggaran pemeliharaan mengalami kenaikan sebesar Rp.37.273.000, atau sekitar 142 persen dibandingkan tahap sebelumnya.

Lonjakan tersebut menjadikan pemeliharaan sarana dan prasarana sebagai salah satu pos belanja yang mengalami peningkatan paling besar dalam penggunaan Dana BOS tahun berjalan.

Jika kedua tahap digabungkan, total anggaran yang dialokasikan khusus untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah mencapai Rp.89.707.000 dalam satu tahun anggaran.

Besarnya nilai tersebut menunjukkan bahwa sekolah menempatkan kegiatan pemeliharaan sebagai salah satu prioritas penggunaan Dana BOS. Dalam konteks pengelolaan keuangan negara, besarnya anggaran tentu diharapkan berbanding lurus dengan kualitas hasil pekerjaan yang dapat dirasakan langsung oleh warga sekolah.

Baca Juga:  Temuan BPK Rp3,1 Miliar Berujung Laporan ke KPK, LSM Frontal: APBD Jangan Dijadikan "Dana Talangan" Pejabat

Penggunaan anggaran pemeliharaan pada prinsipnya mencakup berbagai kegiatan, seperti perbaikan ruang kelas, pengecatan, perbaikan plafon, lantai, atap, pintu, jendela, instalasi listrik, sanitasi, saluran air, hingga fasilitas pendukung lainnya yang mengalami kerusakan ringan maupun sedang.

Dengan nilai anggaran yang mendekati Rp.90 juta, pelaksanaan pekerjaan semestinya meninggalkan jejak administrasi dan fisik yang jelas, mulai dari dokumen perencanaan, rincian belanja, bukti pengadaan material, bukti pembayaran jasa, dokumentasi sebelum dan sesudah pekerjaan, hingga kondisi bangunan yang telah diperbaiki.

Akuntabilitas menjadi unsur penting dalam pengelolaan Dana BOS karena seluruh anggaran bersumber dari keuangan negara yang diperuntukkan bagi peningkatan mutu layanan pendidikan.

Transparansi penggunaan anggaran juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tata kelola sekolah yang baik. Semakin besar nilai anggaran yang digunakan untuk pemeliharaan, semakin besar pula kebutuhan akan keterbukaan informasi mengenai jenis pekerjaan yang dilaksanakan, lokasi pekerjaan, volume pekerjaan, waktu pelaksanaan, serta manfaat yang diterima oleh sekolah.

Publik memiliki kepentingan untuk mengetahui sejauh mana anggaran yang dialokasikan benar-benar diwujudkan menjadi perbaikan sarana dan prasarana yang dapat dibuktikan secara administrasi maupun fisik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ada yang Janggal di Balik Denda 56,6 Juta RS Permata Kuningan? Inspektorat Diminta Turun
56,6 Juta Denda RS Permata Kuningan: Ada Apa di Balik Angka Investasi Rp.2,2 Miliar?
Knalpot Brong Makin Marak di Kuningan, Warga Resah: Jalan Raya Luragung – Sidaraja – Ciawigebang – Cidahu Makin Tak Nyaman
DLH Kuningan Diminta Buka Kalkulator Sanksi Rp 56 Juta RS Permata, Uha: Jangan Alihkan Isu ke Soal PNBP
Keputusan DLH Kuningan Diguncang Kejanggalan, Sanksi kepada RS Permata Dipertanyakan
Gambar Kerja Tak Terlihat, Ring Balok Tak Tampak: Ada Apa di Balik Peninggian Bangunan SDN 3 Karangtawang?
Revitalisasi SDN 3 Karangtawang Dipertanyakan, Kepala Sekolah Arahkan Konfirmasi ke CV Aulia
Revitalisasi SDN 3 Karangtawang Rp.849 Juta: Baja Ringan Mudah Dipelintir, Ring Balok Disorot
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 10:03 WIB

Ada yang Janggal di Balik Denda 56,6 Juta RS Permata Kuningan? Inspektorat Diminta Turun

Kamis, 10 September 2026 - 04:40 WIB

56,6 Juta Denda RS Permata Kuningan: Ada Apa di Balik Angka Investasi Rp.2,2 Miliar?

Rabu, 9 September 2026 - 06:40 WIB

Knalpot Brong Makin Marak di Kuningan, Warga Resah: Jalan Raya Luragung – Sidaraja – Ciawigebang – Cidahu Makin Tak Nyaman

Rabu, 9 September 2026 - 03:10 WIB

DLH Kuningan Diminta Buka Kalkulator Sanksi Rp 56 Juta RS Permata, Uha: Jangan Alihkan Isu ke Soal PNBP

Senin, 7 September 2026 - 14:16 WIB

Keputusan DLH Kuningan Diguncang Kejanggalan, Sanksi kepada RS Permata Dipertanyakan

Berita Terbaru