‎Andi Gani Apresiasi Polda Metro Jaya Amankan 101 Orang Diduga Provokator May Day 2026, Aksi Buruh Tetap Kondusif

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Rajawali Investigasi

Perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Jakarta yang dihadiri ribuan massa buruh dan Presiden Prabowo Subianto berlangsung kondusif setelah aparat kepolisian mengamankan puluhan orang yang diduga berpotensi mengganggu jalannya kegiatan.

‎Polda Metro Jaya sebelumnya mengamankan sedikitnya 101 orang yang disebut-sebut akan melakukan tindakan provokatif hingga memicu kericuhan dalam momentum peringatan tersebut. Langkah pengamanan ini dilakukan sebelum dan saat kegiatan berlangsung di kawasan Jakarta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Ketua Panitia May Day 2026, Andi Gani Nena Wea, mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Ia mengaku telah menerima informasi awal terkait adanya rencana penyusupan tersebut sekitar sepekan sebelum acara digelar.

‎Atas informasi itu, pihak panitia bersama organisasi buruh langsung memperketat sistem pengamanan internal dengan membentuk satuan tugas (satgas) dari masing-masing konfederasi. Upaya tersebut dinilai membantu mendeteksi potensi infiltrasi sejak dini di tengah massa buruh.

Andi Gani juga menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga mencoba mengganggu jalannya aksi buruh. Menurutnya, potensi kerusuhan di tengah massa besar dapat menimbulkan risiko serius apabila tidak segera diantisipasi.

‎Meski demikian, ia menyampaikan rasa syukur karena peringatan May Day 2026 tetap berjalan aman, tertib, dan damai. Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama berbagai elemen serikat pekerja.

Baca Juga:  396 Pendaftar Rebutkan 360 Kursi, Sebanyak 36 Calon Siswa Tidak Tertampung di SMP Negeri 1 Cidahu

‎Di sisi lain, Andi Gani turut menyinggung insiden kericuhan yang terjadi di Bandung. Ia menegaskan bahwa kelompok berpakaian hitam yang terlibat dalam peristiwa tersebut bukan berasal dari kalangan buruh, dan meminta aparat setempat bertindak tegas tanpa kompromi.

Sementara itu, dari keterangan kepolisian, para orang yang diamankan diduga memiliki rencana untuk memprovokasi massa dengan cara menyusup ke dalam aksi buruh. Mereka disebut juga memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan ajakan dan provokasi.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan bahwa dari tangan para terduga pelaku, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti seperti botol yang diduga akan dijadikan bom molotov, kain sumbu, senjata tajam, ketapel, hingga dokumen perencanaan aksi kericuhan.

Selain itu, ditemukan pula paku dan benda logam yang diduga akan digunakan untuk merusak fasilitas umum serta pembatas jalan saat aksi berlangsung. Polisi menyebut para kelompok tersebut berencana menciptakan situasi ricuh dan memecah konsentrasi massa buruh.

‎Hingga saat ini, seluruh pihak yang diamankan masih dimintai keterangan oleh kepolisian, sementara proses pendalaman terkait jaringan dan motif di balik rencana tersebut masih terus dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ada yang Janggal di Balik Denda 56,6 Juta RS Permata Kuningan? Uha Desak Audit Dasar Penghitungan, Nilai Investasi, Penetapan hingga ke Mana Disetorkan
56,6 Juta Denda RS Permata Kuningan: Ada Apa di Balik Angka Investasi Rp.2,2 Miliar?
Knalpot Brong Makin Marak di Kuningan, Warga Resah: Jalan Raya Luragung – Sidaraja – Ciawigebang – Cidahu Makin Tak Nyaman
DLH Kuningan Diminta Buka Kalkulator Sanksi Rp 56 Juta RS Permata, Uha: Jangan Alihkan Isu ke Soal PNBP
Keputusan DLH Kuningan Diguncang Kejanggalan, Sanksi kepada RS Permata Dipertanyakan
Gambar Kerja Tak Terlihat, Ring Balok Tak Tampak: Ada Apa di Balik Peninggian Bangunan SDN 3 Karangtawang?
Revitalisasi SDN 3 Karangtawang Dipertanyakan, Kepala Sekolah Arahkan Konfirmasi ke CV Aulia
Revitalisasi SDN 3 Karangtawang Rp.849 Juta: Baja Ringan Mudah Dipelintir, Ring Balok Disorot
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 10:03 WIB

Ada yang Janggal di Balik Denda 56,6 Juta RS Permata Kuningan? Uha Desak Audit Dasar Penghitungan, Nilai Investasi, Penetapan hingga ke Mana Disetorkan

Kamis, 10 September 2026 - 04:40 WIB

56,6 Juta Denda RS Permata Kuningan: Ada Apa di Balik Angka Investasi Rp.2,2 Miliar?

Rabu, 9 September 2026 - 06:40 WIB

Knalpot Brong Makin Marak di Kuningan, Warga Resah: Jalan Raya Luragung – Sidaraja – Ciawigebang – Cidahu Makin Tak Nyaman

Rabu, 9 September 2026 - 03:10 WIB

DLH Kuningan Diminta Buka Kalkulator Sanksi Rp 56 Juta RS Permata, Uha: Jangan Alihkan Isu ke Soal PNBP

Senin, 7 September 2026 - 14:16 WIB

Keputusan DLH Kuningan Diguncang Kejanggalan, Sanksi kepada RS Permata Dipertanyakan

Berita Terbaru