Jakarta | Rajawali Investigasi
Perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Jakarta yang dihadiri ribuan massa buruh dan Presiden Prabowo Subianto berlangsung kondusif setelah aparat kepolisian mengamankan puluhan orang yang diduga berpotensi mengganggu jalannya kegiatan.
Polda Metro Jaya sebelumnya mengamankan sedikitnya 101 orang yang disebut-sebut akan melakukan tindakan provokatif hingga memicu kericuhan dalam momentum peringatan tersebut. Langkah pengamanan ini dilakukan sebelum dan saat kegiatan berlangsung di kawasan Jakarta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia May Day 2026, Andi Gani Nena Wea, mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Ia mengaku telah menerima informasi awal terkait adanya rencana penyusupan tersebut sekitar sepekan sebelum acara digelar.
Atas informasi itu, pihak panitia bersama organisasi buruh langsung memperketat sistem pengamanan internal dengan membentuk satuan tugas (satgas) dari masing-masing konfederasi. Upaya tersebut dinilai membantu mendeteksi potensi infiltrasi sejak dini di tengah massa buruh.
Andi Gani juga menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga mencoba mengganggu jalannya aksi buruh. Menurutnya, potensi kerusuhan di tengah massa besar dapat menimbulkan risiko serius apabila tidak segera diantisipasi.
Meski demikian, ia menyampaikan rasa syukur karena peringatan May Day 2026 tetap berjalan aman, tertib, dan damai. Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama berbagai elemen serikat pekerja.
Di sisi lain, Andi Gani turut menyinggung insiden kericuhan yang terjadi di Bandung. Ia menegaskan bahwa kelompok berpakaian hitam yang terlibat dalam peristiwa tersebut bukan berasal dari kalangan buruh, dan meminta aparat setempat bertindak tegas tanpa kompromi.
Sementara itu, dari keterangan kepolisian, para orang yang diamankan diduga memiliki rencana untuk memprovokasi massa dengan cara menyusup ke dalam aksi buruh. Mereka disebut juga memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan ajakan dan provokasi.
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan bahwa dari tangan para terduga pelaku, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti seperti botol yang diduga akan dijadikan bom molotov, kain sumbu, senjata tajam, ketapel, hingga dokumen perencanaan aksi kericuhan.
Selain itu, ditemukan pula paku dan benda logam yang diduga akan digunakan untuk merusak fasilitas umum serta pembatas jalan saat aksi berlangsung. Polisi menyebut para kelompok tersebut berencana menciptakan situasi ricuh dan memecah konsentrasi massa buruh.
Hingga saat ini, seluruh pihak yang diamankan masih dimintai keterangan oleh kepolisian, sementara proses pendalaman terkait jaringan dan motif di balik rencana tersebut masih terus dilakukan.















