KUNINGAN | Rajawali Investigasi
Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap SMP Negeri 1 Cidahu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 terbilang sangat tinggi. Jumlah pendaftar tercatat mencapai 396 calon siswa, sementara daya tampung sekolah hanya 360 siswa yang dibagi ke dalam 10 rombongan belajar (rombel).
Dengan kapasitas yang terbatas tersebut, sebanyak 36 calon siswa tidak dapat diterima karena kuota telah terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. Proses seleksi dilaksanakan berdasarkan mekanisme dan jalur penerimaan yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan SPMB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tingginya minat masyarakat mendaftar ke SMP Negeri 1 Cidahu menjadi bukti bahwa sekolah tersebut masih menjadi salah satu tujuan utama pendidikan tingkat menengah pertama di wilayah Kecamatan Cidahu.
Selain memiliki prestasi akademik maupun nonakademik, sekolah juga dinilai memiliki kualitas pembelajaran yang baik sehingga terus diminati setiap tahun ajaran baru.
Kepala SMP Negeri 1 Cidahu, Hj. Yeyet Nurhayati, S.Pd., M.M.Pd., mengatakan bahwa seluruh proses penerimaan peserta didik baru telah dilaksanakan secara objektif, transparan, dan mengikuti ketentuan yang berlaku.
“Alhamdulillah, animo masyarakat terhadap SMP Negeri 1 Cidahu sangat tinggi. Tahun Ajaran 2026/2027 terdapat 396 calon siswa yang mendaftar, sedangkan daya tampung kami hanya 360 siswa atau 10 rombongan belajar. Dengan demikian ada 36 calon siswa yang belum dapat kami tampung karena keterbatasan kuota. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada SMP Negeri 1 Cidahu dan berharap seluruh peserta didik yang diterima dapat belajar dengan baik serta meraih prestasi,” ujar Hj. Yeyet Nurhayati.
Ia juga berharap calon peserta didik yang belum diterima tetap dapat memperoleh layanan pendidikan di sekolah lain sesuai pilihan yang tersedia, sehingga seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan haknya untuk mengenyam pendidikan.
Dengan tingginya jumlah pendaftar setiap tahun, kondisi ini sekaligus menjadi gambaran bahwa kebutuhan terhadap akses pendidikan berkualitas di wilayah Cidahu terus meningkat dan memerlukan perhatian bersama agar semakin banyak peserta didik dapat terlayani.















