Foto: Suasana pengunjung saat berada di kawasan Wisata Jagara, Desa Jagara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
KUNINGAN | Rajawali Investigasi
Ada suasana berbeda ketika sore mulai menyelimuti kawasan Wisata Jagara, Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan. Perairan yang tenang, cahaya matahari yang perlahan meredup, serta kabut yang mulai turun membuat perjalanan di atas perahu terasa semakin menarik.
Namun, bukan hanya hamparan air yang menjadi perhatian. Di kawasan tersebut, pengunjung juga dapat menjumpai puluhan burung bangau putih yang menjadi bagian dari suasana alami sekitar perairan. Kehadiran burung-burung tersebut memberikan pemandangan tersendiri bagi wisatawan yang sedang menikmati perjalanan.
Pemandangan itu seolah menjadi pelengkap perjalanan. Ketika perahu bergerak perlahan menyusuri perairan, burung-burung bangau putih yang terlihat di sekitar kawasan membuat suasana wisata terasa lebih dekat dengan alam.
Tak heran jika Wisata Jagara mulai menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati rekreasi air sekaligus mencari suasana yang berbeda. Terlebih, kunjungan biasanya meningkat ketika memasuki Sabtu dan Minggu maupun hari libur nasional.
Wahyu, petugas ticketing Wisata Jagara yang ditemui media Rajawali Investigasi, Minggu (13/09/2026) mengatakan saat ini terdapat 13 perahu yang digunakan untuk melayani wisatawan. Seluruh perahu tersebut merupakan milik BUMDes Mekar Jaya Desa Jagara.

Setiap perahu memiliki kapasitas hingga 10 orang. Pengunjung dewasa dikenakan tiket Rp.25 ribu, sementara anak-anak Rp.15 ribu. Bagi pengunjung yang ingin menyewa satu perahu secara khusus, tarifnya Rp.200 ribu.
“Kalau hari biasa biasanya hanya tiga perahu yang jalan. Kalau Sabtu dan Minggu sedang ramai, satu perahu bisa sampai tiga rit,” ujar Wahyu.
Artinya, semakin ramai kawasan wisata pada akhir pekan, semakin tinggi pula aktivitas perahu yang membawa wisatawan menikmati suasana perairan Jagara.
Wisata Jagara mulai beroperasi sekitar pukul 10.00 WIB. Khusus layanan wisata perahu, aktivitas berlangsung hingga sekitar pukul 18.00 WIB. Waktu tersebut menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana dari siang hingga menjelang matahari terbenam.
Menariknya, menjelang sore justru menjadi salah satu momen yang ditunggu. Cahaya matahari yang mulai rendah berpadu dengan suasana perairan, sementara kabut yang perlahan muncul memberikan nuansa berbeda di kawasan wisata Jagara.
Dari atas perahu, pengunjung dapat menikmati suasana tersebut sambil mengabadikan momen. Bahkan, keberadaan puluhan bangau putih semakin memperkuat kesan alami yang menjadi salah satu daya tarik Wisata Jagara.

Bagi pengunjung yang menginginkan pengalaman berbeda, tersedia pula wahana jetski. Wisata Jagara memiliki tiga unit jetski, meskipun satu unit di antaranya sedang dalam kondisi rusak. Tarif jetski disebut sebesar Rp.450 ribu dan sudah termasuk fasilitas foto.
Sementara itu, pembayaran tiket maupun wahana dapat dilakukan secara tunai ataupun melalui QRIS. Kemudahan transaksi tersebut menjadi salah satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan pengunjung.
Menurut Wahyu, aktivitas perahu memang menyesuaikan jumlah wisatawan. Pada hari biasa, umumnya hanya sekitar tiga perahu yang beroperasi. Namun saat akhir pekan dan tanggal merah, ketika pengunjung meningkat, satu perahu bahkan dapat melakukan hingga tiga kali perjalanan.
Kondisi debit air juga ikut memengaruhi aktivitas wisata. Pada sekitar bulan Mei, air dapat mengalami penyusutan dan kondisi berikutnya sangat bergantung pada curah hujan. Ketika air kembali naik, wisata perahu pun kembali menjadi salah satu aktivitas yang diminati.
Di tengah aktivitas tersebut, pengalaman setiap pengunjung tentu berbeda. Ada yang datang untuk menikmati suasana alam, ada yang ingin mencoba perahu, dan ada pula yang sengaja datang menjelang sore untuk mendapatkan suasana sunset.

Salah seorang pengunjung, Rangga, mengaku sudah beberapa kali datang ke Wisata Jagara. Ia tertarik kembali menikmati kawasan tersebut dengan menaiki perahu.
“Saya sudah beberapa kali ke Wisata Jagara. Saya ingin menaiki perahu dan menikmati suasana di atas air, terutama menjelang sore,” ujar Rangga.
Bagi Rangga dan pengunjung lainnya, perjalanan menggunakan perahu bukan sekadar berpindah dari satu titik ke titik lainnya. Suasana perairan, sunset, kabut, hingga keberadaan burung-burung di sekitar kawasan menjadi bagian dari pengalaman wisata yang sulit ditemukan dalam wisata buatan.
Kepala Desa Jagara, Umar, mengatakan potensi Wisata Jagara merupakan aset desa yang perlu terus dikembangkan. Keberadaan wisata tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi desa dan masyarakat sekitar.
Menurut Umar, pengelolaan wisata melalui BUMDes Mekar Jaya perlu terus diperkuat, termasuk dalam aspek pelayanan, kenyamanan, kebersihan dan keamanan pengunjung.

Pengembangan wisata juga membutuhkan perhatian terhadap kondisi sarana yang digunakan. Perahu maupun jetski harus dipastikan dalam kondisi layak dan aman sehingga pengalaman wisata yang ditawarkan tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan rasa nyaman kepada pengunjung.
Dengan 13 perahu milik BUMDes Mekar Jaya, wahana jetski, layanan perahu hingga pukul 18.00 WIB, panorama sunset, kabut, serta keberadaan puluhan bangau putih, Wisata Jagara memiliki daya tarik yang cukup kuat untuk terus dikembangkan.
(GUNTUR – Redaksi)













