Dana Desa 2025 Terserap Optimal, Ciporang Tunjukkan Kinerja Pembangunan yang Terarah dan Transparan

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kantor Kepala Desa Ciporang Kecamatan Maleber – Kuningan

 

KUNINGAN  |  Rajawali Investigasi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pemerintah Desa Ciporang di Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, mencatat capaian positif dalam pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Dengan total pagu sebesar Rp.827.871.000, realisasi penyaluran anggaran telah mencapai 100 persen dalam dua tahap penyaluran, mencerminkan efektivitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa.

Kepala Desa Ciporang, Jaenal Arifin, menyampaikan bahwa seluruh program yang dibiayai Dana Desa difokuskan pada peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi dan kelembagaan desa.

“Seluruh program yang kita jalankan bukan hanya sekadar serapan anggaran, tetapi benar-benar diarahkan untuk menjawab kebutuhan warga, mulai dari infrastruktur, kesehatan, hingga penguatan ekonomi desa melalui BUMDes. Kami juga memastikan setiap tahapan dilakukan secara terbuka dan melibatkan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa capaian realisasi anggaran yang telah tersalurkan secara optimal menjadi bukti keseriusan pemerintah desa dalam menjalankan amanah pembangunan.

“Kami bersyukur seluruh tahapan berjalan lancar. Ini adalah hasil kerja bersama antara pemerintah desa, lembaga desa, dan masyarakat Ciporang. Harapannya, manfaatnya bisa dirasakan secara langsung oleh warga dan membawa desa kita semakin maju,” tambahnya.

Fokus Pembangunan Infrastruktur dan Pelayanan Dasar

Salah satu sektor terbesar dalam alokasi anggaran adalah pembangunan dan peningkatan jalan lingkungan permukiman dengan nilai mencapai Rp. 266.047.000, disusul pemeliharaan jalan desa sebesar Rp.34.200.000.

Program ini dinilai berdampak langsung terhadap kelancaran mobilitas warga serta peningkatan akses ekonomi masyarakat.

Selain itu, sektor kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian utama melalui penyelenggaraan Posyandu dengan anggaran Rp.86.007.000. Kegiatan ini mencakup pemberian makanan tambahan, kelas ibu hamil, hingga insentif kader Posyandu yang berperan aktif di lapangan.

Baca Juga:  ‎Polres Cimahi Bongkar 72 Kasus Narkoba, 80 Tersangka Ditangkap di Bandung Raya

Penguatan Ekonomi Desa dan BUMDes

Dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi desa, pemerintah desa juga mengalokasikan dana untuk pembentukan dan pelatihan BUM Desa dengan total lebih dari Rp.14 juta. Selain itu, penyertaan modal BUMDes sebesar Rp 166.000.000 menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis potensi desa.

Tata Kelola Pemerintahan dan Transparansi

Pemerintah Desa Ciporang juga mengalokasikan anggaran untuk penguatan tata kelola pemerintahan, termasuk pengembangan sistem informasi desa, penyusunan dokumen perencanaan, serta operasional pemerintah desa. Hal ini menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa.

Program peningkatan kapasitas perangkat desa dan BPD turut menjadi perhatian, guna memastikan kualitas pelayanan publik semakin optimal dan profesional.

Respons terhadap Kebutuhan Mendesak Warga

Sebagai bentuk kepedulian sosial, pemerintah desa juga mengalokasikan Rp.108.000.000 untuk penanganan keadaan mendesak. Dana ini disiapkan sebagai respons cepat terhadap kebutuhan darurat masyarakat yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.
Komitmen Pembangunan Berkelanjutan
Dengan realisasi anggaran yang terdistribusi pada berbagai sektor prioritas, Pemerintah Desa Ciporang menegaskan komitmennya dalam membangun desa yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Status desa yang telah masuk kategori MAJU menjadi indikator bahwa arah pembangunan berjalan sesuai target.
Melalui pengelolaan Dana Desa yang terstruktur dan berbasis kebutuhan masyarakat, Ciporang menunjukkan konsistensi dalam memperkuat fondasi pembangunan dari tingkat paling bawah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WTP Kembali Diraih, Dugaan Temuan Rp2,3 Miliar di DPRD Kuningan Memantik Tanda Tanya
Dari Posyandu hingga Jalan Desa, Dana Desa Cihideung Girang 2025 Hadir Menyentuh Kehidupan Warga
Perumahan Generasi Land Disorot, Muncul Dugaan Belum Kantongi Dokumen Lingkungan dan Garap Lahan
Ratusan Juta Dana Desa Lebaksiuh: Tepat Sasaran atau Sekadar Pengulangan Program?
Ratusan Juta Dana Desa Cihideung Hilir 2021–2025 untuk Program Berulang Jadi Sorotan, Efektivitas Penggunaan Anggaran Dipertanyakan
Polda Jabar Paparkan Capaian Operasi Ketupat 2026 dalam Verifikasi Penghargaan Mabes Polri
Manap Suharnap Buka Suara Usai Gugat Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan: “Jangan Sampai Kebijakan Mematikan Usaha Rakyat”
Agen Distributor Buku di Kuningan Resmi Gugat Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan ke Pengadilan Negeri
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 04:15 WIB

WTP Kembali Diraih, Dugaan Temuan Rp2,3 Miliar di DPRD Kuningan Memantik Tanda Tanya

Selasa, 9 Juni 2026 - 01:52 WIB

Dari Posyandu hingga Jalan Desa, Dana Desa Cihideung Girang 2025 Hadir Menyentuh Kehidupan Warga

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:39 WIB

Perumahan Generasi Land Disorot, Muncul Dugaan Belum Kantongi Dokumen Lingkungan dan Garap Lahan

Selasa, 2 Juni 2026 - 00:20 WIB

Ratusan Juta Dana Desa Lebaksiuh: Tepat Sasaran atau Sekadar Pengulangan Program?

Senin, 1 Juni 2026 - 12:22 WIB

Ratusan Juta Dana Desa Cihideung Hilir 2021–2025 untuk Program Berulang Jadi Sorotan, Efektivitas Penggunaan Anggaran Dipertanyakan

Berita Terbaru