‎Aset Rampasan Korupsi Rp.3,6 Miliar Dihibahkan ke Daerah, Ini Rencana Penggunaannya ‎ ‎

- Penulis

Minggu, 10 Mei 2026 - 06:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) / Humas KPK – Penyerahan hibah barang rampasan negara kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu (6/5).

‎JAKARTA | Rajawali Investigasi

‎Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) kembali menyalurkan aset rampasan negara kepada pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya optimalisasi pemulihan keuangan negara. Kali ini, aset senilai Rp.3,6 miliar dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk dimanfaatkan bagi kepentingan pembangunan daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aset tersebut berupa 13 bidang tanah dengan total nilai Rp.3.661.925.000. Rinciannya terdiri dari satu bidang tanah seluas 553 meter persegi dan 12 bidang tanah lainnya dengan total luas 34.437 meter persegi.

Seluruh aset berasal dari barang rampasan negara dalam perkara tindak pidana korupsi atas nama terpidana M. Nasir, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis periode 2013–2015 yang telah berkekuatan hukum tetap.

KPK menyebutkan bahwa proses hibah ini merupakan salah satu yang tercepat, yakni hanya membutuhkan waktu sekitar empat bulan sejak pengajuan awal pada Januari 2026 hingga persetujuan Menteri Keuangan. Mekanisme percepatan ini dilakukan agar aset negara tidak menganggur dan segera dapat dimanfaatkan oleh daerah.

Pemkab Indragiri Hilir merencanakan pemanfaatan aset tersebut untuk mendukung sejumlah program strategis, antara lain penguatan ketahanan pangan, pengembangan hilirisasi kelapa sebagai komoditas unggulan daerah, serta penyediaan fasilitas umum dan infrastruktur pendukung lainnya.

Baca Juga:  Hari Kebebasan Pers Dunia 2026: Kolaborasi Media dan Pemerintah Jadi Kunci Informasi Berkualitas di Era Digital ‎

Daerah ini diketahui merupakan salah satu sentra perkebunan kelapa terbesar di Indonesia sehingga pengelolaan aset diharapkan dapat memperkuat sektor ekonomi berbasis komoditas lokal.
‎KPK menegaskan bahwa proses hibah tidak berhenti pada penyerahan aset semata.

Lembaga antirasuah tersebut tetap melakukan pengawasan untuk memastikan aset yang telah dialihkan benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuan. Monitoring mencakup proses balik nama aset serta pemanfaatannya di lapangan agar tidak kembali menjadi aset tidak produktif.

‎Selain itu, KPK juga menginstruksikan pemasangan papan informasi atau plang pada lokasi aset sebagai bentuk transparansi publik. Plang tersebut wajib mencantumkan bahwa lahan merupakan hasil rampasan perkara korupsi yang telah dikembalikan kepada negara untuk dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

‎Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menyatakan akan segera menindaklanjuti proses administrasi, termasuk balik nama aset menjadi milik pemerintah daerah. Pemda juga berkomitmen mengelola aset tersebut sesuai rencana pemanfaatan dan memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Penyerahan aset rampasan ini menjadi bagian dari upaya negara dalam mengembalikan hasil tindak pidana korupsi kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan.

Namun efektivitas pengelolaan dan pengawasannya tetap menjadi perhatian publik, terutama dalam memastikan aset tersebut benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah.


Sumber:  Redaksi | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI), terkait penyerahan hibah barang rampasan negara kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dana BOS SMAN 1 Luragung 2025 Tembus Rp1,74 Miliar, Anggaran Pemeliharaan Rp 286,82 Juta Patut Dicermati
Dana BOS 2025 Rp 1,1 Miliar di Satu Sekolah Patut Dicermati, Anggaran Perpustakaan, Pemeliharaan dan Honor Jadi Pos Terbesar
Anggaran Perawatan SMPN 1 Garawangi Melonjak Lebih Dua Kali Lipat, Dana BOS 2025 Patut Dicermati
Hari Kedua Retret Kepala Desa Kuningan Diisi Penguatan Bela Negara, Pencegahan Korupsi, dan Kemandirian Ekonomi Desa
Belajar dari KUD, Koperasi Desa Merah Putih Jangan Sampai Menjadi Proyek Sesaat
Di Balik Revitalisasi SDN 1 Cinagara: Material, Gambar Kerja, dan Pengawasan Mulai Dipertanyakan
Polres Kuningan Perkuat Pengawasan Haji dan Umrah, Satukan Langkah Cegah Travel Ilegal Lewat FGD
Jelang Pembukaan Retret Kepala Desa, Seluruh Sarana dan Prasarana di Padabeunghar Tampak Siap Digunakan
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:18 WIB

Dana BOS SMAN 1 Luragung 2025 Tembus Rp1,74 Miliar, Anggaran Pemeliharaan Rp 286,82 Juta Patut Dicermati

Senin, 27 Juli 2026 - 05:13 WIB

Dana BOS 2025 Rp 1,1 Miliar di Satu Sekolah Patut Dicermati, Anggaran Perpustakaan, Pemeliharaan dan Honor Jadi Pos Terbesar

Senin, 27 Juli 2026 - 03:54 WIB

Anggaran Perawatan SMPN 1 Garawangi Melonjak Lebih Dua Kali Lipat, Dana BOS 2025 Patut Dicermati

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:09 WIB

Hari Kedua Retret Kepala Desa Kuningan Diisi Penguatan Bela Negara, Pencegahan Korupsi, dan Kemandirian Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:09 WIB

Di Balik Revitalisasi SDN 1 Cinagara: Material, Gambar Kerja, dan Pengawasan Mulai Dipertanyakan

Berita Terbaru