Foto: Aktivitas pekerjaan Revitalisasi SDN 1 Cinagara, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, yang menjadi objek pemantauan di lapangan.
KUNINGAN | Rajawali Investigasi
Sorotan terhadap pelaksanaan Revitalisasi satuan pendidikan di SDN 1 Cinagara, Kecamatan Lebakwangi, terus berlanjut. Setelah sebelumnya minimnya keterbukaan informasi menjadi perhatian, hasil penelusuran lanjutan Rajawali Investigasi menemukan sejumlah temuan di lapangan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak-pihak yang berwenang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan hasil pemantauan, tidak sedikit kondisi di lapangan yang menimbulkan pertanyaan. Selain minimnya keberadaan penanggung jawab saat pekerjaan berlangsung, sejumlah material yang digunakan dalam proses pembangunan juga perlu dipastikan kesesuaiannya dengan gambar kerja, spesifikasi teknis, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Beberapa bagian pekerjaan terlihat menggunakan material yang masih perlu diverifikasi lebih lanjut, baik dari sisi jenis, ukuran, mutu, maupun volume penggunaannya. Verifikasi tersebut penting dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan benar-benar dilaksanakan sesuai ketentuan teknis yang tercantum dalam dokumen pelaksanaan proyek.
Dari sisi keterbukaan informasi, kondisi di lapangan juga belum sepenuhnya memenuhi prinsip transparansi. Berdasarkan pemantauan terbaru, memang telah dipasang beberapa lembar gambar di lokasi proyek. Namun, gambar yang ditampilkan hanya berupa denah bangunan sekolah serta tampak depan dan tampak belakang ruang kelas.

Sementara itu, gambar kerja yang memuat detail teknis pelaksanaan konstruksi, seperti detail struktur, pondasi, penulangan, sambungan, serta rincian bagian bangunan yang direhabilitasi atau diganti, tidak terlihat dipasang. Kondisi tersebut menyulitkan proses pengawasan publik untuk mencocokkan antara dokumen perencanaan dengan pekerjaan yang sedang dilaksanakan di lapangan.
Menariknya, pada pemantauan sebelumnya tidak ditemukan satu pun gambar yang dipasang di area proyek. Baru pada pemantauan berikutnya terlihat beberapa lembar gambar dipasang. Perubahan tersebut memunculkan pertanyaan: apakah pemasangan gambar tersebut memang merupakan bagian dari prosedur pelaksanaan sejak awal, atau dilakukan setelah proyek mulai menjadi perhatian publik?
Dalam proyek yang menggunakan anggaran negara, transparansi tidak hanya sebatas mencantumkan nilai anggaran atau memasang papan informasi. Transparansi juga mencakup keterbukaan mengenai gambar kerja, spesifikasi teknis, metode pelaksanaan, penggunaan material, hingga mekanisme pengawasan. Seluruh aspek tersebut merupakan bagian dari akuntabilitas publik.
Di sisi lain, tidak terlihatnya panitia P2SP maupun pihak yang berwenang memberikan penjelasan selama pekerjaan berlangsung turut menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan harian. Padahal, kehadiran penanggung jawab di lokasi sangat penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar mutu sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat apabila terdapat hal-hal yang perlu dijelaskan terkait pelaksanaan proyek.
Rajawali Investigasi juga mencatat sejumlah temuan teknis yang akan ditelusuri lebih mendalam, termasuk kesesuaian penggunaan material konstruksi, kualitas pekerjaan, volume pekerjaan yang dikerjakan, serta kesesuaian pelaksanaan dengan dokumen perencanaan. Seluruh temuan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak sekolah, panitia P2SP, tim pendamping teknis, maupun instansi terkait.
Sebagai bentuk keberimbangan, Rajawali Investigasi kembali membuka ruang hak jawab kepada Kepala SDN 1 Cinagara, panitia P2SP, tim pendamping teknis, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan untuk memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan proyek tersebut.
Edisi berikutnya, Rajawali Investigasi akan mengulas lebih rinci dugaan ketidaksesuaian pada aspek teknis pekerjaan, penggunaan material, serta membandingkannya dengan spesifikasi yang seharusnya diterapkan dalam program revitalisasi satuan pendidikan.















