KUNINGAN | Rajawali investigasi
Program Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SDN 2 Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, terus berjalan sesuai tahapan. Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, progres pembangunan telah mencapai sekitar 50 persen, menandai bahwa pekerjaan memasuki fase penting sebelum penyelesaian akhir.
Program yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender tersebut meliputi rehabilitasi enam ruang kelas, rehabilitasi satu ruang guru, pembangunan satu ruang kelas baru, serta pembangunan satu unit toilet.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pekerjaan masih berlangsung. Sejumlah pekerja terlihat menyelesaikan berbagai tahapan konstruksi pada bangunan yang direhabilitasi maupun bangunan baru. Material bangunan juga masih tersedia di area proyek sebagai bagian dari proses pekerjaan yang belum selesai.
Revitalisasi satuan pendidikan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan sarana belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. Melalui program ini, diharapkan kualitas lingkungan belajar semakin meningkat sehingga dapat menunjang proses pembelajaran secara optimal.
Ketua P2SP SDN 2 Cihirup, Jaja Jalil, S.Pd, mengatakan bahwa seluruh pekerjaan terus dikawal agar berjalan sesuai dengan rencana dan target waktu yang telah ditetapkan.
“Saat ini progres pekerjaan sudah sekitar 50 persen. Kami bersama seluruh tim terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan agar hasilnya sesuai dengan yang direncanakan. Harapan kami, seluruh pekerjaan dapat selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga sekolah,” ujarnya.
Kepala SDN 2 Cihirup, Haerul Ibad, menyampaikan bahwa revitalisasi ini merupakan kabar baik bagi sekolah karena kebutuhan sarana pendidikan yang lebih representatif akan segera terpenuhi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan revitalisasi ini. Setelah selesai nanti, fasilitas belajar mengajar akan menjadi lebih baik. Lingkungan sekolah yang nyaman tentu akan memberikan semangat baru bagi siswa dan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran,” katanya.
Sementara itu, Bendahara P2SP, Jamanatul Iman, S.Pd, menjelaskan bahwa selain pembangunan fisik, aspek administrasi dan pengelolaan anggaran juga menjadi perhatian agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.
“Kami berupaya memastikan administrasi dan pengelolaan keuangan dilaksanakan secara tertib sesuai aturan yang berlaku. Dengan demikian, pelaksanaan pembangunan dapat berjalan lancar sampai selesai dan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,” ungkapnya.
Dengan progres yang telah mencapai separuh pelaksanaan, SDN 2 Cihirup kini memasuki tahap lanjutan menuju penyelesaian pekerjaan. Keberhasilan program ini diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan yang lebih baik, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan mutu pendidikan di Kecamatan Ciawigebang.
Pembangunan sarana pendidikan yang berkualitas merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan kondusif. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, pihak sekolah, tim pelaksana, dan masyarakat menjadi faktor penting agar tujuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan benar-benar memberikan manfaat bagi generasi penerus bangsa.
(GUNTUR -red)















