Sorotan BUMDes Jaya Abadi Berlanjut, Pemdes Cijagamulya Belum Beri Klarifikasi

- Penulis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Dokumentasi di Lapangan

 

KUNINGAN | Rajawali Investigasi 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penelusuran terhadap pengelolaan BUMDes Jaya Abadi Desa Cijagamulya, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, berlanjut setelah hasil pantauan lapangan menunjukkan aktivitas budidaya lele yang tidak terlihat berjalan serta kondisi tanaman pisang yang sebagian tampak mati dan tidak terurus.

Setelah melakukan pemantauan di lokasi, Selasa(11/08/2026) tim Rajawali Investigasi kemudian bergerak menuju Kantor Desa Cijagamulya untuk meminta keterangan langsung dari pemerintah desa sekaligus memberikan ruang klarifikasi dan hak jawab atas temuan yang telah diberitakan.

Dalam perjalanan menuju kantor desa,  tim berpapasan dengan mobil Siaga Desa Cijagamulya yang disebut sedang dikendarai oleh Kepala Desa Cijagamulya Eka Sukaswara.

Namun tim tetap melanjutkan perjalanan menuju kantor desa untuk menyampaikan maksud konfirmasi.
Setibanya di kantor desa, tim tidak bertemu langsung dengan kepala desa. Hanya Sekretaris Desa Cijagamulya yang berada di kantor dan menerima kedatangan tim.

Kepada sekretaris desa, tim menyampaikan materi pemberitaan Rajawali Investigasi sekaligus meminta pihak desa dapat memberikan klarifikasi mengenai kondisi BUMDes Jaya Abadi, terutama terkait penyertaan modal, kegiatan budidaya lele dan pisang, serta kondisi usaha yang ditemukan di lapangan.

Sekretaris desa menyampaikan bahwa dirinya belum dapat memberikan klarifikasi mengenai substansi persoalan tersebut. Dan dirinya menyebut pemberitaan mengenai desa sebagai sesuatu hal yang biasa.

Ketika tim menanyakan keberadaan kepala desa untuk memperoleh penjelasan langsung, sekretaris desa menyampaikan bahwa Eka Sukaswara sedang berada di kecamatan.

Upaya memperoleh keterangan kemudian dilanjutkan dengan menghubungi Kepala Desa Cijagamulya melalui WhatsApp. Materi berita disampaikan sekaligus dengan permintaan konfirmasi agar pihak desa dapat memberikan penjelasan dari sudut pandangnya.

Baca Juga:  ‎Turnamen Catur Bupati Cup I 2026 Digelar di Kuningan, Total Hadiah Capai Rp.25 Juta

Dalam komunikasi tersebut, Eka Sukaswara menyampaikan bahwa dirinya sedang berada di rumah sakit dan belum dapat bertemu saat itu. Ia juga menyebut akan langsung menuju rumah sakit di Cirebon.

Dengan kondisi tersebut, hingga berita ini disusun, Rajawali Investigasi belum mendapatkan penjelasan langsung dari Kepala Desa Cijagamulya mengenai kondisi dan pengelolaan BUMDes Jaya Abadi.

Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi Kepala Desa Cijagamulya maupun pengurus BUMDes Jaya Abadi untuk menyampaikan data, dokumen dan penjelasan mengenai penggunaan penyertaan modal serta perkembangan usaha yang dikelola.

Selain pemerintah desa, konfirmasi juga dilakukan kepada Camat Ciawigebang R. Imam Repardiantoro, S.Sos., M.Si. Informasi mengenai hasil pantauan dan pemberitaan Rajawali Investigasi disampaikan untuk memperoleh tanggapan sekaligus meminta perhatian terhadap kondisi BUMDes tersebut.

Menanggapi informasi tersebut, Camat Ciawigebang menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan dan menyatakan akan melakukan pengecekan ke lapangan.

Pernyataan tersebut menjadi langkah penting karena persoalan BUMDes Jaya Abadi tidak berhenti pada kondisi fisik kolam atau tanaman pisang. Di dalamnya terdapat penyertaan modal desa sebesar Rp.171 juta yang perlu dilihat dari sisi keberlanjutan usaha, pengelolaan aset, hasil kegiatan dan pertanggungjawaban.

Temuan lapangan dan proses konfirmasi ini selanjutnya menjadi bagian dari penelusuran untuk melihat apakah kegiatan BUMDes Jaya Abadi masih dapat berjalan dan dikembangkan, atau justru membutuhkan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan usaha dan modal yang telah disertakan.

Rajawali Investigasi akan terus memberikan ruang bagi seluruh pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab berdasarkan fakta serta dokumen yang dimiliki.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ada yang Janggal di Balik Denda 56,6 Juta RS Permata Kuningan? Inspektorat Diminta Turun
56,6 Juta Denda RS Permata Kuningan: Ada Apa di Balik Angka Investasi Rp.2,2 Miliar?
Knalpot Brong Makin Marak di Kuningan, Warga Resah: Jalan Raya Luragung – Sidaraja – Ciawigebang – Cidahu Makin Tak Nyaman
DLH Kuningan Diminta Buka Kalkulator Sanksi Rp 56 Juta RS Permata, Uha: Jangan Alihkan Isu ke Soal PNBP
Keputusan DLH Kuningan Diguncang Kejanggalan, Sanksi kepada RS Permata Dipertanyakan
Gambar Kerja Tak Terlihat, Ring Balok Tak Tampak: Ada Apa di Balik Peninggian Bangunan SDN 3 Karangtawang?
Revitalisasi SDN 3 Karangtawang Dipertanyakan, Kepala Sekolah Arahkan Konfirmasi ke CV Aulia
Revitalisasi SDN 3 Karangtawang Rp.849 Juta: Baja Ringan Mudah Dipelintir, Ring Balok Disorot
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 10:03 WIB

Ada yang Janggal di Balik Denda 56,6 Juta RS Permata Kuningan? Inspektorat Diminta Turun

Kamis, 10 September 2026 - 04:40 WIB

56,6 Juta Denda RS Permata Kuningan: Ada Apa di Balik Angka Investasi Rp.2,2 Miliar?

Rabu, 9 September 2026 - 06:40 WIB

Knalpot Brong Makin Marak di Kuningan, Warga Resah: Jalan Raya Luragung – Sidaraja – Ciawigebang – Cidahu Makin Tak Nyaman

Rabu, 9 September 2026 - 03:10 WIB

DLH Kuningan Diminta Buka Kalkulator Sanksi Rp 56 Juta RS Permata, Uha: Jangan Alihkan Isu ke Soal PNBP

Senin, 7 September 2026 - 14:16 WIB

Keputusan DLH Kuningan Diguncang Kejanggalan, Sanksi kepada RS Permata Dipertanyakan

Berita Terbaru