Desa Kalimanggis Kulon Bergejolak, Warga Desak Kades Mundur

- Penulis

Rabu, 22 April 2026 - 01:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuningan | Rajawali Investigasi 

 Ratusan warga Desa Kalimanggis Kulon, Kecamatan Kalimanggis, Kabupaten Kuningan, menggelar aksi penyampaian aspirasi pada Senin (20/04/2026). Aksi tersebut memanas karena massa mendesak kepala desa (kuwu) setempat untuk mundur dari jabatannya. Desakan itu muncul akibat berbagai persoalan yang dinilai mencerminkan lemahnya transparansi dalam tata kelola pemerintahan desa.

Aksi ini disebut sebagai puncak kekecewaan warga terhadap sejumlah program desa yang dianggap tidak berjalan optimal. Salah satu yang paling disorot adalah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui Forum Masyarakat Kalimanggis Kulon, kritik warga semakin menguat dalam beberapa hari terakhir. Sekretaris forum, Supriyatna, menjelaskan bahwa pengelolaan BUMDes selama ini lebih bersifat administratif tanpa hasil konkret di lapangan. Program peternakan kambing menjadi contoh yang dipersoalkan warga.

“Awalnya ada sekitar 30 ekor kambing, kemudian berkurang jadi 26, turun lagi menjadi 16, hingga akhirnya habis tanpa kejelasan pertanggungjawaban. Ini menunjukkan lemahnya pengelolaan,” ujar Supriyatna.

Selain itu, warga juga mempertanyakan keberadaan dua tower telekomunikasi di wilayah desa yang diduga belum memiliki kejelasan perizinan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengabaikan aspek keselamatan serta kenyamanan lingkungan masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Hari Jadi Tanpa APBD, Tapi Ada “Urunan”? ALAMKU: Awas OTT!

Pengelolaan Dana Desa turut menjadi sorotan karena dinilai kurang transparan dan minim keterbukaan informasi kepada publik. Warga menilai berbagai persoalan tersebut tidak pernah dijelaskan secara utuh oleh pemerintah desa.

“Kami menuntut kejelasan, bukan sekadar janji. Selama ini aspirasi masyarakat tidak pernah benar-benar ditindaklanjuti,” tegasnya.

Warga pun berharap adanya pembenahan menyeluruh dalam tata kelola pemerintahan desa agar lebih akuntabel serta berpihak pada kepentingan masyarakat.

Sementara itu, pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kuningan menyatakan bahwa aspirasi warga telah ditindaklanjuti dan situasi kini mulai kondusif. Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Hamdan Harismaya, menyebut bahwa kepala desa yang bersangkutan telah menyatakan pengunduran diri secara sukarela.

“Alhamdulillah aksi berjalan tertib. Kuwu sudah menyatakan mundur secara legowo, dan saat ini kami sedang melakukan langkah konsolidasi untuk tindak lanjutnya,” jelas Hamdan.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah kecamatan akan segera menunjuk pelaksana tugas (Plt) kepala desa guna memastikan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

DPMD juga mencatat masih adanya keluhan warga terkait pelayanan di kantor desa, khususnya mengenai jam operasional yang dinilai belum konsisten.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ada yang Janggal di Balik Denda 56,6 Juta RS Permata Kuningan? Inspektorat Diminta Turun
56,6 Juta Denda RS Permata Kuningan: Ada Apa di Balik Angka Investasi Rp.2,2 Miliar?
Knalpot Brong Makin Marak di Kuningan, Warga Resah: Jalan Raya Luragung – Sidaraja – Ciawigebang – Cidahu Makin Tak Nyaman
DLH Kuningan Diminta Buka Kalkulator Sanksi Rp 56 Juta RS Permata, Uha: Jangan Alihkan Isu ke Soal PNBP
Keputusan DLH Kuningan Diguncang Kejanggalan, Sanksi kepada RS Permata Dipertanyakan
Gambar Kerja Tak Terlihat, Ring Balok Tak Tampak: Ada Apa di Balik Peninggian Bangunan SDN 3 Karangtawang?
Revitalisasi SDN 3 Karangtawang Dipertanyakan, Kepala Sekolah Arahkan Konfirmasi ke CV Aulia
Revitalisasi SDN 3 Karangtawang Rp.849 Juta: Baja Ringan Mudah Dipelintir, Ring Balok Disorot
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 10:03 WIB

Ada yang Janggal di Balik Denda 56,6 Juta RS Permata Kuningan? Inspektorat Diminta Turun

Kamis, 10 September 2026 - 04:40 WIB

56,6 Juta Denda RS Permata Kuningan: Ada Apa di Balik Angka Investasi Rp.2,2 Miliar?

Rabu, 9 September 2026 - 06:40 WIB

Knalpot Brong Makin Marak di Kuningan, Warga Resah: Jalan Raya Luragung – Sidaraja – Ciawigebang – Cidahu Makin Tak Nyaman

Rabu, 9 September 2026 - 03:10 WIB

DLH Kuningan Diminta Buka Kalkulator Sanksi Rp 56 Juta RS Permata, Uha: Jangan Alihkan Isu ke Soal PNBP

Senin, 7 September 2026 - 14:16 WIB

Keputusan DLH Kuningan Diguncang Kejanggalan, Sanksi kepada RS Permata Dipertanyakan

Berita Terbaru