Lebaksiuh Ubah Arah Dana Desa 2025: Dari Sekadar Proyek Jadi Instrumen Perubahan Pola Hidup Warga

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 00:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUNINGAN | Rajawali Investigasi

Di tengah tantangan pembangunan desa yang semakin kompleks dan tuntutan masyarakat yang kian meningkat, Desa Lebaksiuh, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, mulai menata ulang arah kebijakan pembangunan pada tahun 2025.

Pergeseran pendekatan ini terlihat jelas, dari sekadar menjalankan program rutin menuju pembangunan yang lebih menyentuh perubahan perilaku dan kehidupan sehari-hari warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan status Desa MAJU, pemerintah desa mendorong agar Dana Desa tidak lagi dipandang sebagai daftar proyek tahunan, melainkan sebagai rangkaian intervensi yang saling terhubung—dari lingkungan, kesehatan, ekonomi, hingga penguatan sosial warga.

Perubahan paling terlihat justru dimulai dari hal yang sering dianggap sederhana: pengelolaan sampah. Desa mulai membangun sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya berbentuk fasilitas, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan warga dalam memilah dan mengelola sampah dari rumah tangga.

Pendekatan ini perlahan menggeser pola lama yang bergantung pada pembuangan tanpa pengolahan.
Di sektor infrastruktur, pembangunan jalan lingkungan, jembatan desa, dan pemeliharaan irigasi tidak lagi diposisikan sebagai proyek berdiri sendiri.

Titik-titik perbaikan diarahkan pada jalur yang langsung berhubungan dengan aktivitas ekonomi warga—jalur hasil panen, akses antar dusun, hingga konektivitas ke fasilitas umum. Artinya, setiap meter pembangunan punya konteks sosial yang jelas.

Sementara di sektor kesehatan, program Posyandu, kelas ibu hamil, layanan lansia, hingga penguatan kader tidak sekadar berjalan sebagai agenda rutin. Pola layanan mulai diarahkan ke pendekatan pencegahan, di mana edukasi dan pemantauan kesehatan keluarga menjadi kunci utama, bukan hanya penanganan saat terjadi masalah.

Di sisi sosial, penguatan Bina Keluarga Balita (BKB), pelatihan masyarakat, serta pengembangan sanggar seni dan belajar menjadi ruang penting yang diam-diam membentuk generasi muda desa.

Baca Juga:  ‎Benarkah KDMP Kaduagung Berdiri di Atas LP2B? Ini Penjelasan Dinas Pertanian

Di tengah derasnya arus digital, ruang-ruang ini menjadi penyeimbang agar anak-anak desa tetap punya identitas sosial dan keterampilan dasar yang kuat.
Yang menarik, penguatan ekonomi desa mulai diarahkan lebih strategis melalui penyertaan modal yang tidak hanya bersifat formalitas kelembagaan.

Arah kebijakan ini menunjukkan dorongan agar desa memiliki sumber penggerak ekonomi sendiri, tidak semata bergantung pada sektor pertanian tradisional atau bantuan program.

Di balik seluruh rangkaian itu, ada satu benang merah yang coba ditegaskan: pembangunan tidak boleh berhenti di laporan, tetapi harus terasa di perubahan perilaku warga.

Kepala Desa Lebaksiuh, Hapid Rohman, saat berbincang di Kantor Desa Sidaraja, Senin (15/6/2026), menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan desa tidak bisa lagi hanya dihitung dari fisik yang selesai dibangun.

“Yang kami kejar bukan sekadar kegiatan selesai, tapi apakah setelah itu ada perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Itu yang lebih penting,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa arah pembangunan desa ke depan harus semakin berbasis kebutuhan riil warga, bukan sekadar mengikuti pola program tahunan.

“Kalau pembangunan tidak menjawab kebutuhan warga, maka itu hanya akan jadi kegiatan. Tapi kalau tepat sasaran, dampaknya bisa panjang,” tambahnya.

Dengan pola yang mulai lebih terarah dan saling terhubung, Desa Lebaksiuh menunjukkan bahwa Dana Desa bisa menjadi lebih dari sekadar anggaran tahunan, ia bisa menjadi alat perubahan sosial yang perlahan mengubah wajah desa dari dalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lima Rangka Atap Baja Diduga Tidak Diganti, Nilai Anggaran Tiap Ruang Tak Diketahui, Revitalisasi SDN 1 Cinagara Menyisakan Sejumlah Persoalan
Diduga Gunakan Dokumen Tidak Sah untuk SHGB dan SPPT, Orang Dekat Almarhum Acep Dilaporkan ke Polres Kuningan
Hati-Hati, Copy-Paste Berita Tuduhan Serius Tanpa Uji Fakta Berpotensi Menimbulkan Konsekuensi Hukum
Revitalisasi SDN 1 Cinagara: Lima Ruang Direhabilitasi, Satu Ruang Kelas Baru Dibangun, Dugaan Ketidaksesuaian Spesifikasi Material dan Volume Pekerjaan Layak Diaudit
Anggaran Revitalisasi SMPN 2 Cilimus Rp1,364 Miliar Patut Dicermati, Dokumen Perencanaan Memunculkan Sejumlah Pertanyaan
Dana BOS SMAN 1 Luragung 2025 Tembus Rp1,74 Miliar, Anggaran Pemeliharaan Rp 286,82 Juta Patut Dicermati
Dana BOS 2025 Rp 1,1 Miliar di Satu Sekolah Patut Dicermati, Anggaran Perpustakaan, Pemeliharaan dan Honor Jadi Pos Terbesar
Anggaran Perawatan SMPN 1 Garawangi Melonjak Lebih Dua Kali Lipat, Dana BOS 2025 Patut Dicermati
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:33 WIB

Lima Rangka Atap Baja Diduga Tidak Diganti, Nilai Anggaran Tiap Ruang Tak Diketahui, Revitalisasi SDN 1 Cinagara Menyisakan Sejumlah Persoalan

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:52 WIB

Diduga Gunakan Dokumen Tidak Sah untuk SHGB dan SPPT, Orang Dekat Almarhum Acep Dilaporkan ke Polres Kuningan

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:02 WIB

Hati-Hati, Copy-Paste Berita Tuduhan Serius Tanpa Uji Fakta Berpotensi Menimbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 29 Juli 2026 - 02:37 WIB

Revitalisasi SDN 1 Cinagara: Lima Ruang Direhabilitasi, Satu Ruang Kelas Baru Dibangun, Dugaan Ketidaksesuaian Spesifikasi Material dan Volume Pekerjaan Layak Diaudit

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:40 WIB

Anggaran Revitalisasi SMPN 2 Cilimus Rp1,364 Miliar Patut Dicermati, Dokumen Perencanaan Memunculkan Sejumlah Pertanyaan

Berita Terbaru