SDN 3 Cihirup Kembali Ambruk, Mengapa Kejadian Serupa Terulang?

- Penulis

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ruang kelas SDN 3 Cihirup yang ambruk di Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Sabtu (10/10/2026)

 

KUNINGAN | Rajawali investigasi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ambruknya bangunan SDN 3 Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026, sekitar pukul 19.45 WIB, menjadi perhatian serius. Pasalnya, sekolah tersebut juga pernah mengalami ambruknya atap pada Mei 2017. Dua kejadian dengan rentang waktu lebih dari sembilan tahun ini menimbulkan persoalan mengenai kondisi bangunan dan penanganan kerusakan yang telah dilakukan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Rajawali Investigasi, atap sekolah ambruk pada Mei 2017 setelah hujan deras. Kini, kejadian ambruk kembali dilaporkan di lingkungan sekolah yang sama.

Meski belum diketahui apakah bagian bangunan yang terdampak merupakan bagian yang sama, kemunculan kembali kejadian ambruk membuat riwayat kerusakan dan tindak lanjut penanganan sebelumnya perlu mendapat perhatian.

Yang menjadi perhatian bukan hanya bangunan yang kembali ambruk, tetapi juga bagaimana kerusakan sebelumnya ditangani dan mengapa kejadian serupa kembali terjadi. Jika perbaikan pernah dilakukan setelah kejadian Mei 2017, lingkup pekerjaan dan kondisi bangunan setelahnya perlu ditelusuri.

Sementara itu, apabila bagian yang ambruk pada 2026 berbeda, kondisi struktur bangunan lainnya juga perlu dievaluasi agar penanganan tidak hanya berfokus pada titik kerusakan.

Baca Juga:  Santunan Maulid di Pamulihan Berujung Polemik, Warga Desak Kepala Desa Mundur

Penelusuran tersebut berkaitan langsung dengan kewajiban memastikan sarana dan prasarana pendidikan memenuhi persyaratan kelayakan dan keselamatan. Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan perlu memastikan pemeriksaan teknis terhadap bangunan yang ambruk maupun bagian sekolah yang masih digunakan.

Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi bangunan berdasarkan penilaian yang kompeten sekaligus memastikan keselamatan siswa dan guru.

Di sisi lain, riwayat perbaikan dan pemeliharaan bangunan perlu ditelusuri melalui dokumen yang dapat diverifikasi. Informasi mengenai pekerjaan rehabilitasi, bagian yang diperbaiki, serta hasil pemeriksaan setelah pekerjaan selesai akan membantu menjelaskan penanganan kerusakan sejak kejadian Mei 2017.

Tanpa data tersebut, hubungan antara kerusakan terdahulu dan kejadian terbaru belum dapat dinilai secara objektif.

Dua kejadian ambruk pada Mei 2017 dan Oktober 2026 bukan bukti otomatis adanya kelalaian. Namun, rangkaian tersebut menjadi alasan kuat untuk mengevaluasi riwayat kerusakan, tindak lanjut perbaikan, dan keamanan bangunan saat ini.

Penyebab kejadian terbaru harus ditentukan melalui pemeriksaan teknis, sedangkan penjelasan mengenai penanganan sebelumnya diperlukan agar persoalan ini tidak berhenti pada perbaikan bagian yang roboh, tetapi juga mencakup pencegahan risiko kejadian serupa.

(GUNTUR – Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?
DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian
Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
Waduk Darma Menyusut Drastis, Tampungan Air Tersisa 30 Persen, BBWS Ungkap Penyebabnya
Revitalisasi SMPN 2 Japara, Benahi Ruang Kelas dan Sanitasi demi Kenyamanan Belajar
Berita ini 328 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:38 WIB

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:54 WIB

TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:01 WIB

GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian

Berita Terbaru