Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan arahan dalam Sosialisasi Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial dan Peran Pemerintah Daerah, di Gedung Kemendagri, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jakarta | Rajawali Investigasi
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menegaskan pentingnya pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dilakukan dari tingkat paling bawah, yakni desa dan kelurahan. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam keterangannya saat kunjungan kerja di Bandarlampung pada Sabtu (25/4/2026), Mensos menyebut bahwa perangkat desa dan kelurahan memiliki peran strategis karena paling memahami kondisi warga secara langsung.
Menurutnya, Kemensos terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah guna menyelaraskan data yang ada di lapangan. Kolaborasi juga dilakukan bersama Badan Pusat Statistik untuk menghindari tumpang tindih informasi dalam proses pembaruan data.
Selain itu, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk meninjau kesiapan program Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan. Pemerintah ingin memastikan seluruh program berjalan terintegrasi dengan data yang akurat.
Untuk mendukung keberhasilan pembaruan DTSEN, Kemensos berkomitmen meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa. Upaya ini dilakukan melalui pelatihan operator data, pelibatan RT/RW, serta penguatan sinergi dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Saifullah Yusuf juga menekankan dua arahan utama dari Presiden yang harus segera diwujudkan. Pertama, data yang digunakan harus benar-benar akurat agar tidak terjadi salah sasaran dalam penggunaan anggaran negara. Kedua, bansos harus berorientasi pada pemberdayaan, bukan sekadar bantuan konsumtif.
Ia menambahkan, bantuan yang diberikan pemerintah harus mampu mendorong kemandirian masyarakat, termasuk melalui program lanjutan seperti Sekolah Rakyat.
Meski demikian, Mensos mengakui masih ditemukan sejumlah ketidaktepatan dalam data penerima bansos, termasuk di wilayah Bandarlampung. Untuk itu, Kemensos tengah melakukan uji coba sistem digital dalam penyaluran bantuan guna meningkatkan presisi data.
“Proses pembaruan ini dilakukan secara bertahap. Kami juga terus melakukan evaluasi dan pengalihan bantuan kepada warga yang benar-benar berhak, bekerja sama dengan pemerintah daerah,” ujarnya menegaskan.
Sumber: Redaksi | Info publik















