China Desak Peninjauan Mandat UNIFIL di Tengah Eskalasi Ketegangan Lebanon–Israel

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ilustrasi

‎Jakarta | Rajawali Investigasi

China meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk mempertimbangkan kembali rencana terkait masa depan mandat Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan Lebanon–Israel.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, menyampaikan bahwa situasi keamanan di Lebanon selatan masih belum sepenuhnya stabil, sehingga keberadaan UNIFIL dinilai masih memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan.

‎“Situasi di lapangan masih memerlukan perhatian serius sebelum adanya perubahan besar terhadap mandat UNIFIL,” ujar Fu Cong dalam pernyataannya di markas besar PBB di New York, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters dan sejumlah media internasional.

China menilai dinamika keamanan yang masih berlangsung di wilayah perbatasan Lebanon–Israel, termasuk keterlibatan kelompok Hizbullah dan respons militer Israel, membuat peran UNIFIL tetap relevan dalam mendukung upaya stabilitas di kawasan tersebut.

Baca Juga:  Krisis Timur Tengah Tekan Ekonomi Global, PBB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Jadi 2,5%

‎Selain itu, China juga telah menyampaikan pandangannya kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi mandat UNIFIL yang saat ini masih berjalan berdasarkan keputusan Dewan Keamanan PBB.

‎UNIFIL sendiri telah beroperasi sejak 1978 dengan mandat menjaga perdamaian di Lebanon selatan serta mendukung pelaksanaan resolusi Dewan Keamanan PBB di wilayah tersebut. Masa depan mandat misi ini kembali menjadi perhatian di tengah perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

China turut menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi, serta tetap mengedepankan jalur diplomasi sesuai prinsip hukum internasional.

‎Sumber: Reuters, Arab News, media internasional PBB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PBB Nilai Pertemuan Trump–Xi Belum Hasilkan Terobosan, Dorong Lanjutan Diplomasi Tingkat Tinggi
Krisis Timur Tengah Tekan Ekonomi Global, PBB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Jadi 2,5%
Negara-Negara Barat Desak Israel Hentikan Ekspansi Permukiman di Wilayah Tepi Barat
‎Pria Asal Kuwait Divonis Bersalah atas Rencana Serangan ke Kedutaan Israel di London
‎Angkatan Laut AS Gandeng Perusahaan AI Domino, Perkuat Deteksi Ranjau di Selat Hormuz
Harga Minyak Dunia Menguat di Tengah Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah
‎Iran Ancam Respons Keras Jika AS Kembali Lakukan Serangan, Ketegangan Kedua Negara Meningkat
Tikus Dilaporkan Merajalela di Kamp – Kamp Pengungsian Gaza, Anak-anak Jadi Korban Gigitan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 02:26 WIB

PBB Nilai Pertemuan Trump–Xi Belum Hasilkan Terobosan, Dorong Lanjutan Diplomasi Tingkat Tinggi

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:35 WIB

Krisis Timur Tengah Tekan Ekonomi Global, PBB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Jadi 2,5%

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:17 WIB

Negara-Negara Barat Desak Israel Hentikan Ekspansi Permukiman di Wilayah Tepi Barat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:10 WIB

China Desak Peninjauan Mandat UNIFIL di Tengah Eskalasi Ketegangan Lebanon–Israel

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:05 WIB

‎Pria Asal Kuwait Divonis Bersalah atas Rencana Serangan ke Kedutaan Israel di London

Berita Terbaru