Foto: ilustrasi
Jakarta | Rajawali Investigasi
China meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk mempertimbangkan kembali rencana terkait masa depan mandat Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan Lebanon–Israel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, menyampaikan bahwa situasi keamanan di Lebanon selatan masih belum sepenuhnya stabil, sehingga keberadaan UNIFIL dinilai masih memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan.
“Situasi di lapangan masih memerlukan perhatian serius sebelum adanya perubahan besar terhadap mandat UNIFIL,” ujar Fu Cong dalam pernyataannya di markas besar PBB di New York, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters dan sejumlah media internasional.
China menilai dinamika keamanan yang masih berlangsung di wilayah perbatasan Lebanon–Israel, termasuk keterlibatan kelompok Hizbullah dan respons militer Israel, membuat peran UNIFIL tetap relevan dalam mendukung upaya stabilitas di kawasan tersebut.
Selain itu, China juga telah menyampaikan pandangannya kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi mandat UNIFIL yang saat ini masih berjalan berdasarkan keputusan Dewan Keamanan PBB.
UNIFIL sendiri telah beroperasi sejak 1978 dengan mandat menjaga perdamaian di Lebanon selatan serta mendukung pelaksanaan resolusi Dewan Keamanan PBB di wilayah tersebut. Masa depan mandat misi ini kembali menjadi perhatian di tengah perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
China turut menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi, serta tetap mengedepankan jalur diplomasi sesuai prinsip hukum internasional.
Sumber: Reuters, Arab News, media internasional PBB















