Ilustrasi
JAKARTA | Rajawali Investigasi, 20 Mei 2026
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menilai bahwa pertemuan puncak antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing belum menghasilkan terobosan signifikan dalam isu-isu utama hubungan kedua negara.
Dalam konferensi pers resmi di Tokyo, Guterres menyampaikan bahwa meskipun dialog tingkat tinggi tersebut berhasil meredakan sebagian ketegangan geopolitik, kedua pemimpin tidak mencapai kesepakatan besar, termasuk dalam isu perdagangan dan kelanjutan gencatan dagang yang masih rapuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tidak ada terobosan besar yang dicapai, sehingga kunjungan Presiden Xi ke Washington menjadi sangat penting,” ujar Guterres dalam pernyataan resminya, sebagaimana dikutip Reuters.
Menurut PBB, kegagalan mencapai kesepakatan substantif dalam pertemuan tersebut justru meningkatkan urgensi diplomasi lanjutan antara Washington dan Beijing. Guterres menekankan bahwa pertemuan berikutnya berpotensi menjadi momentum krusial untuk menghindari eskalasi ketegangan lebih lanjut di antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.
Dalam laporan yang sama, kedua negara disebut belum menyepakati perpanjangan gencatan dagang yang akan segera berakhir, meski komunikasi tingkat tinggi tetap berlangsung dan terdapat upaya untuk menjaga stabilitas hubungan bilateral.
PBB juga menilai bahwa dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan perdagangan, energi, dan isu keamanan internasional, akan sangat dipengaruhi oleh kelanjutan dialog antara kedua pemimpin tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan tambahan dari Gedung Putih maupun pemerintah China terkait hasil rinci pembahasan dalam pertemuan tersebut.















