Ketegangan Rusia–Eropa Meningkat, EU dan NATO Perkuat Sikap Diplomatik dan Keamanan

- Penulis

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

JAKARTA|Rajawali Investigasi 

Brussels, 27 Mei 2026

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketegangan antara Rusia dan negara-negara Eropa kembali meningkat setelah sejumlah pemerintah Uni Eropa bersama sekutu NATO memanggil perwakilan diplomatik Rusia, menyusul peringatan Moskow terkait kemungkinan eskalasi serangan ke ibu kota Ukraina, Kyiv.

‎Menurut pernyataan resmi yang dikutip berbagai institusi Eropa, Rusia sebelumnya mengeluarkan peringatan kepada negara asing agar meninggalkan Kyiv karena adanya rencana peningkatan serangan terhadap target militer dan pusat pengambilan keputusan di kota tersebut.

Langkah tersebut langsung memicu respons diplomatik dari negara-negara Eropa.

‎Uni Eropa menyebut pernyataan Rusia sebagai bentuk “eskalasi yang tidak dapat diterima” dan menilai langkah tersebut sebagai upaya tekanan terhadap komunitas internasional.

Sejumlah negara seperti Jerman, Norwegia, Belanda, Polandia, dan Swedia turut melakukan pemanggilan terhadap duta besar Rusia sebagai bentuk protes diplomatik.

Baca Juga:  Negara-Negara Barat Desak Israel Hentikan Ekspansi Permukiman di Wilayah Tepi Barat

Di sisi lain, NATO dilaporkan memperkuat kesiapan militernya di kawasan Baltik dengan meningkatkan mekanisme pengerahan cepat pasukan sebagai bagian dari penguatan pertahanan di sisi timur aliansi.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran atas potensi perluasan konflik di luar Ukraina.

Para pejabat Eropa juga menegaskan bahwa delegasi Uni Eropa di Kyiv tetap bertahan di lokasi dan tidak akan dievakuasi, meskipun ada peringatan dari Moskow.

Sikap ini disebut sebagai bentuk komitmen politik untuk mempertahankan kehadiran diplomatik di Ukraina.

‎Situasi ini memperlihatkan meningkatnya ketegangan antara Rusia dan blok Eropa, di mana kedua pihak saling menuding adanya provokasi dan upaya destabilisasi di kawasan.

Sumber: Redaksi|Reuters

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

China Bangun Infrastruktur Peluncuran Dekat Silo Rudal Nuklir, Tingkatkan Deterrence Strategis
AS Dorong China Tekan Iran untuk Redakan Ketegangan di Kawasan Teluk
China Pimpin Sidang Dewan Keamanan PBB, Wang Yi Bahas Stabilitas Global di New York
‎Quad Perkuat Koordinasi Indo-Pasifik, Isyaratkan Penguatan Blok Strategis Global
PBB Nilai Pertemuan Trump–Xi Belum Hasilkan Terobosan, Dorong Lanjutan Diplomasi Tingkat Tinggi
Krisis Timur Tengah Tekan Ekonomi Global, PBB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Jadi 2,5%
Negara-Negara Barat Desak Israel Hentikan Ekspansi Permukiman di Wilayah Tepi Barat
China Desak Peninjauan Mandat UNIFIL di Tengah Eskalasi Ketegangan Lebanon–Israel
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 00:42 WIB

China Bangun Infrastruktur Peluncuran Dekat Silo Rudal Nuklir, Tingkatkan Deterrence Strategis

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:33 WIB

AS Dorong China Tekan Iran untuk Redakan Ketegangan di Kawasan Teluk

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:43 WIB

China Pimpin Sidang Dewan Keamanan PBB, Wang Yi Bahas Stabilitas Global di New York

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:32 WIB

Ketegangan Rusia–Eropa Meningkat, EU dan NATO Perkuat Sikap Diplomatik dan Keamanan

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:03 WIB

‎Quad Perkuat Koordinasi Indo-Pasifik, Isyaratkan Penguatan Blok Strategis Global

Berita Terbaru

Internasional

AS Dorong China Tekan Iran untuk Redakan Ketegangan di Kawasan Teluk

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:33 WIB