Rp.14 Triliun Disiapkan, Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71 Ribu Sekolah pada 2026

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, saat memberikan keterangan pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

 

JAKARTA | Rajawali Investigasi 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah pusat menyiapkan anggaran sebesar Rp.14 triliun untuk menjalankan program revitalisasi sekolah pada tahun 2026. Program tersebut ditargetkan menyentuh sebanyak 71.744 satuan pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa program revitalisasi menjadi salah satu fokus pemerintah dalam meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan nasional.

Menurutnya, arahan tersebut juga menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto agar kondisi sarana pendidikan di berbagai daerah dapat lebih layak dan menunjang proses belajar mengajar.

“Program revitalisasi tahun 2026 ditargetkan dapat menjangkau 71.744 satuan pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti saat konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program sebenarnya sudah mulai berjalan sejak sekarang. Pemerintah telah menyelesaikan ribuan perjanjian kerja sama dengan sekolah penerima bantuan dan mulai menyalurkan anggaran revitalisasi.

Baca Juga:  ‎Benarkah KDMP Kaduagung Berdiri di Atas LP2B? Ini Penjelasan Dinas Pertanian

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 4.838 satuan pendidikan telah menandatangani kerja sama, sementara bantuan sudah disalurkan kepada 3.408 sekolah di sejumlah daerah. Beberapa proyek bahkan telah memasuki tahap awal pembangunan.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menetapkan sejumlah prioritas utama. Sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam menjadi sasaran pertama program revitalisasi tahun depan.

Selain wilayah terdampak bencana, pemerintah juga memprioritaskan sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sekolah dengan kondisi kerusakan berat juga tetap akan mendapat perhatian meski berada di luar kawasan bencana maupun daerah 3T.

Pemerintah berharap program revitalisasi tersebut dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Manap Suharnap Buka Suara Usai Gugat Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan: “Jangan Sampai Kebijakan Mematikan Usaha Rakyat”
Pola Anggaran Berulang di Desa Tarikolot Jadi Sorotan, Kegiatan Data Desa Habiskan Ratusan Juta
Agen Distributor Buku di Kuningan Resmi Gugat Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan ke Pengadilan Negeri
Indonesia Siap Perkuat Posisi dalam Rantai Pasok Global Kecerdasan Artifisial
Transparansi Dana Desa Cipakem 2025: Infrastruktur, Posyandu, hingga Irigasi Jadi Prioritas ‎
Desa Bangunjaya Terus Berbenah, Infrastruktur hingga Pemberdayaan Warga Jadi Fokus Pembangunan 2025
‎Benarkah Ada Rencana Aktivitas Al-Zaytun di Kalimanggis Kuningan? Ini Informasi yang Beredar
‎Pemerintah Buka Rekrutmen SDM PHTC untuk Perkuat Program Koperasi Desa dan Kampung Nelayan ‎
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 03:20 WIB

Manap Suharnap Buka Suara Usai Gugat Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan: “Jangan Sampai Kebijakan Mematikan Usaha Rakyat”

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:15 WIB

Pola Anggaran Berulang di Desa Tarikolot Jadi Sorotan, Kegiatan Data Desa Habiskan Ratusan Juta

Senin, 25 Mei 2026 - 10:11 WIB

Agen Distributor Buku di Kuningan Resmi Gugat Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan ke Pengadilan Negeri

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:54 WIB

Transparansi Dana Desa Cipakem 2025: Infrastruktur, Posyandu, hingga Irigasi Jadi Prioritas ‎

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:07 WIB

Desa Bangunjaya Terus Berbenah, Infrastruktur hingga Pemberdayaan Warga Jadi Fokus Pembangunan 2025

Berita Terbaru