Ekonomi Indonesia Triwulan I 2026 Tumbuh Kuat 5,61%, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya

- Penulis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berdialog dengan peserta dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta.

 

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

JAKARTA | Rajawali Investigasi 

Pemerintah menilai perekonomian Indonesia pada Triwulan I-2026 tetap berada pada jalur pertumbuhan yang solid di tengah ketidakpastian global.

Dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Mei 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa struktur pertumbuhan ekonomi saat ini ditopang oleh konsumsi masyarakat dan dukungan kebijakan fiskal yang berjalan efektif.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2026 tercatat mencapai 5,61 persen.

Angka tersebut dinilai lebih tinggi dibanding rata-rata negara G20 maupun ASEAN, sekaligus mencerminkan daya tahan ekonomi domestik yang masih kuat.

Kontribusi utama datang dari konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,52 persen serta konsumsi pemerintah yang meningkat signifikan sebesar 21,8 persen.

Pemerintah menilai kombinasi ini menunjukkan peran belanja negara sebagai akselerator dalam menjaga momentum pertumbuhan.

Dalam keterangannya, Menkeu menanggapi pandangan yang menyebut pertumbuhan terlalu bergantung pada belanja pemerintah.

Ia menegaskan, “Jika dilihat dari sisi pertumbuhan saja, konsumsi masyarakat di kisaran 5,5 persen itu sudah termasuk tinggi, biasanya hanya sekitar 4,9 sampai 5 persen. Jadi anggapan bahwa pertumbuhan hanya ditopang belanja pemerintah sehingga rentan itu kurang tepat.”

Baca Juga:  Usai Dipecat dari Polri, Eks Brimob Pembeking Kampung Narkoba Jalani Pemeriksaan Bareskrim

Inflasi juga disebut tetap terkendali di level 2,42 persen (hingga April 2026), masih berada dalam sasaran Bank Indonesia.

Pemerintah bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah terus menjaga stabilitas harga, termasuk melalui kebijakan mempertahankan harga BBM bersubsidi untuk menjaga daya beli.

Lebih jauh, Menkeu menekankan pentingnya koordinasi fiskal dan moneter dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan.

Ia menyampaikan bahwa “ketika kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras, maka pertumbuhan ekonomi bisa terdorong lebih cepat dan lebih kuat.”

Memasuki Triwulan II-2026, sejumlah indikator konsumsi juga menunjukkan penguatan. Penjualan mobil dan motor masing-masing melonjak 55 persen dan 28,1 persen, disertai peningkatan konsumsi BBM, listrik, dan semen yang mengindikasikan aktivitas industri serta investasi mulai meningkat.

Menanggapi data tersebut, Menkeu juga menyebutkan adanya perbaikan ekspektasi ekonomi. “Data ini cukup mengejutkan saya.

Sebelumnya saya agak pesimis terhadap Triwulan II, tetapi melihat indikator yang ada, ternyata cukup baik. Artinya daya beli masyarakat masih terjaga,” ujarnya.

Dengan berbagai indikator tersebut, pemerintah optimistis momentum pertumbuhan ekonomi dapat terus berlanjut hingga paruh pertama 2026.

 

Sumber: Konferensi Pers APBN KiTa – Kementerian Keuangan RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika MBG Berulang Kali Memicu Keracunan, Siapa yang Bertanggung Jawab Secara Hukum?
Ada yang Janggal di Balik Denda 56,6 Juta RS Permata Kuningan? Uha Desak Audit Dasar Penghitungan, Nilai Investasi, Penetapan hingga ke Mana Disetorkan
56,6 Juta Denda RS Permata Kuningan: Ada Apa di Balik Angka Investasi Rp.2,2 Miliar?
Knalpot Brong Makin Marak di Kuningan, Warga Resah: Jalan Raya Luragung – Sidaraja – Ciawigebang – Cidahu Makin Tak Nyaman
DLH Kuningan Diminta Buka Kalkulator Sanksi Rp 56 Juta RS Permata, Uha: Jangan Alihkan Isu ke Soal PNBP
Keputusan DLH Kuningan Diguncang Kejanggalan, Sanksi kepada RS Permata Dipertanyakan
Gambar Kerja Tak Terlihat, Ring Balok Tak Tampak: Ada Apa di Balik Peninggian Bangunan SDN 3 Karangtawang?
Revitalisasi SDN 3 Karangtawang Dipertanyakan, Kepala Sekolah Arahkan Konfirmasi ke CV Aulia
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 08:54 WIB

Ketika MBG Berulang Kali Memicu Keracunan, Siapa yang Bertanggung Jawab Secara Hukum?

Jumat, 11 September 2026 - 10:03 WIB

Ada yang Janggal di Balik Denda 56,6 Juta RS Permata Kuningan? Uha Desak Audit Dasar Penghitungan, Nilai Investasi, Penetapan hingga ke Mana Disetorkan

Kamis, 10 September 2026 - 04:40 WIB

56,6 Juta Denda RS Permata Kuningan: Ada Apa di Balik Angka Investasi Rp.2,2 Miliar?

Rabu, 9 September 2026 - 06:40 WIB

Knalpot Brong Makin Marak di Kuningan, Warga Resah: Jalan Raya Luragung – Sidaraja – Ciawigebang – Cidahu Makin Tak Nyaman

Rabu, 9 September 2026 - 03:10 WIB

DLH Kuningan Diminta Buka Kalkulator Sanksi Rp 56 Juta RS Permata, Uha: Jangan Alihkan Isu ke Soal PNBP

Berita Terbaru