Ratusan Tersangka Diamankan, Polda Jabar Ungkap Jaringan Narkoba Selama April–Mei 2026

- Penulis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kombes Pol Albert Raden Deddy Sulistyo Nugroho, Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Barat, saat menyampaikan keterangan pers di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/5/2026).

 

BANDUNG | Rajawali Investigasi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kepolisian Daerah Jawa Barat melalui Direktorat Reserse Narkoba kembali mencatat capaian pengungkapan kasus besar peredaran narkotika sepanjang April hingga awal Mei 2026. Dalam periode tersebut, aparat berhasil mengamankan 593 tersangka dari 474 laporan polisi yang ditangani di berbagai wilayah hukum Polda Jabar.

Dari hasil pemeriksaan, para tersangka terdiri dari berbagai peran dalam jaringan peredaran narkoba.

Satu orang di antaranya diduga berperan sebagai produsen tembakau sintetis, sementara mayoritas lainnya yakni 458 orang berstatus pengedar, dan 134 orang lainnya merupakan pengguna.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Kombes Pol Albert Raden Deddy Sulistyo Nugroho, menjelaskan bahwa pengungkapan ini menunjukkan masih adanya pola distribusi narkotika yang terstruktur, termasuk indikasi keterlibatan jaringan luar negeri.

“Upaya ini sekaligus memutus mata rantai peredaran, mulai dari produsen hingga pengedar di lapangan,” ujarnya.

Dalam pengembangan kasus, polisi juga menemukan dugaan jalur masuk narkotika jenis sabu yang berasal dari jaringan internasional Golden Triangle atau Segitiga Emas. Barang haram tersebut disebut dikirim langsung dari wilayah Laos menuju Bandung tanpa melalui banyak perantara.

Baca Juga:  Setelah Kasus Japara, Bagaimana Pemkab Kuningan Mengawasi ASN Selama Jam Kerja?

Salah satu pengungkapan yang menonjol adalah penangkapan lima tersangka yang membawa hampir enam kilogram sabu dengan pola pengiriman langsung lintas negara tersebut.

Selain sabu, aparat juga menyita berbagai barang bukti lain, di antaranya 1,5 kilogram ganja, 71 butir ekstasi, hampir tiga kilogram tembakau sintetis, 559.819 butir obat keras terbatas, serta 1.171 butir psikotropika.

Polda Jabar menegaskan bahwa penanganan hukum dilakukan secara tegas terhadap pelaku yang berperan sebagai produsen maupun pengedar, dengan ancaman hukuman maksimal, termasuk pidana mati atau penjara seumur hidup sesuai ketentuan Undang-Undang Narkotika.

Namun demikian, untuk kasus pengguna yang baru pertama kali terlibat dan tidak ditemukan barang bukti dalam jumlah signifikan, kepolisian masih membuka ruang pendekatan rehabilitatif melalui restorative justice.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi penegakan hukum yang tidak hanya menindak, tetapi juga memulihkan penyalahguna agar tidak kembali terjerat dalam kasus serupa.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan
SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?
DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian
Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
Waduk Darma Menyusut Drastis, Tampungan Air Tersisa 30 Persen, BBWS Ungkap Penyebabnya
Lama Bertugas di Satu Kecamatan, Transparansi Riwayat Jabatan Jadi Perhatian
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:38 WIB

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:01 WIB

GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 04:33 WIB

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi

Berita Terbaru