Foto: Kondisi lokasi TK Negeri Pembina Ciawigebang, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, yang tengah dalam proses pengerjaan program revitalisasi satuan pendidikan TA 2026. (Foto: Rajawali Investigasi)
KUNINGAN | Rajawali Investigasi
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini terus dilakukan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026. Kali ini, TK Negeri Pembina Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, mendapatkan bantuan pemerintah yang bersumber dari APBN sebesar Rp.885.732.000.
Bantuan tersebut dialokasikan untuk merehabilitasi empat ruang kelas beserta perabotnya, merehabilitasi toilet beserta sanitasinya, membangun ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) beserta perabotnya, serta melakukan penataan lingkungan dan sanitasi sekolah.
Program ini diharapkan dapat menghadirkan lingkungan belajar yang lebih nyaman, bersih, sehat, dan aman bagi anak-anak. Sebab, pendidikan anak usia dini bukan hanya tentang kegiatan belajar di dalam kelas, tetapi juga bagaimana menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang, kesehatan, kreativitas, dan rasa aman peserta didik.
Kepala TK Negeri Pembina Ciawigebang, Yuli Pramiati, M.Pd., menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, revitalisasi menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah agar semakin mendukung proses pembelajaran.
“Alhamdulillah, kami menyambut baik bantuan revitalisasi ini. Kami berharap perbaikan ruang kelas, toilet, pembangunan ruang UKS, serta penataan lingkungan sekolah dapat memberikan kenyamanan lebih bagi anak-anak dalam belajar dan bermain. Lingkungan yang bersih, sehat, dan aman merupakan bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang mereka,” ujar Yuli.

Ia juga berharap pelaksanaan program tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi peserta didik saat ini, tetapi juga bagi generasi berikutnya.
“Kami ingin fasilitas yang dibangun dan diperbaiki benar-benar bermanfaat, terawat, dan dapat menunjang kegiatan pendidikan secara berkelanjutan. Karena itu, dukungan dan kerja sama semua pihak sangat diperlukan agar tujuan program ini dapat tercapai dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), Nana Supriatna, yang menyampaikan keterangan mewakili Ketua P2SP, Ujang Oman, menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan mengacu pada rencana pekerjaan dan ketentuan program yang telah ditetapkan.
Menurut Nana, pekerjaan yang mencakup rehabilitasi empat ruang kelas beserta perabotnya, perbaikan toilet dan sanitasi, pembangunan ruang UKS, serta penataan lingkungan sekolah merupakan bagian dari upaya menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak.
“Bantuan ini merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Kami berupaya agar setiap pekerjaan berjalan sesuai rencana, memperhatikan kualitas hasil, serta mengacu pada ketentuan dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Harapannya, seluruh fasilitas yang dikerjakan nantinya benar-benar bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan anak-anak,” ungkap Nana.
Ia menambahkan, keberhasilan revitalisasi tidak hanya dilihat dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan oleh sekolah, peserta didik, dan tenaga pendidik.
“Yang terpenting, hasil pekerjaan harus memberikan manfaat dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Kami berharap dukungan dari pihak sekolah dan semua pihak terkait dapat membantu kelancaran pelaksanaan program ini,” katanya.
Revitalisasi TK Negeri Pembina Ciawigebang diharapkan menjadi dorongan baru bagi peningkatan mutu pendidikan anak usia dini. Dengan fasilitas yang semakin layak, kegiatan belajar diharapkan berlangsung lebih nyaman, sementara anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan mendukung kreativitas.
Melalui program ini, harapan besar tertuju pada terwujudnya sarana pendidikan yang tidak hanya lebih baik secara fisik, tetapi juga mampu menunjang kebutuhan belajar anak secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pihak sekolah dan P2SP menjadi bagian penting agar manfaat revitalisasi benar-benar dirasakan oleh peserta didik.
Peningkatan fasilitas pendidikan pada akhirnya merupakan investasi bagi masa depan generasi penerus. Sebab, lingkungan belajar yang baik sejak usia dini menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun anak-anak yang sehat, percaya diri, kreatif, dan siap melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.
(GUNTUR -Redaksi)















