Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Pati Kini Berstatus Tersangka ‎

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolresta Pati Kombes Pol. Jaka Wahyudi memberikan keterangan kepada awak media didampingi Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto, saat pengamanan aksi nelayan di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (4/5/2026).

‎PATI l | Rajawali Investigasi

Aparat kepolisian terus mengusut dugaan tindak pencabulan terhadap santriwati di sebuah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pengasuh pondok berinisial AS kini telah berstatus tersangka dan tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Kapolresta Pati, Jaka Wahyudi, menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap tersangka merupakan kelanjutan dari proses penyidikan setelah penetapan status hukum pada 28 April 2026.

‎“Yang bersangkutan hari ini diperiksa sebagai tersangka,” ujarnya saat memberikan keterangan, Senin (4/5/2026).

‎Sebelumnya, penyidik telah menghimpun sejumlah alat bukti melalui pemeriksaan pelapor, saksi-saksi, hingga keterangan ahli. AS sendiri sempat diperiksa sebagai saksi sebelum akhirnya dinaikkan statusnya menjadi tersangka.

‎Menurut Jaka, proses penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menilai bukti yang dikumpulkan telah memenuhi unsur pidana. Ia juga memastikan bahwa tersangka masih berada di wilayah Pati dan bersikap kooperatif selama proses hukum berjalan.

Baca Juga:  Warga Resah, Desa Susukan Diduga Jadi Titik Peredaran Narkotika, Kades Toto Ciptarasa Terima Laporan dan Keluhan Masyarakat

‎Polisi sekaligus membantah isu yang menyebutkan tersangka melarikan diri. “Informasi itu tidak benar, yang bersangkutan masih berada di Pati,” tegasnya.

‎Kasus ini berawal dari laporan korban yang masuk pada tahun 2024. Namun dalam perjalanannya, penanganan perkara sempat mengalami hambatan karena adanya upaya penyelesaian secara kekeluargaan. Kondisi tersebut berdampak pada beberapa saksi yang menarik kembali keterangannya.

‎“Hingga saat ini, pelapor yang aktif baru satu orang,” ungkap Jaka.

‎Meski demikian, penyidik tetap melanjutkan proses hukum setelah memperoleh penguatan dari keterangan saksi lain yang membenarkan adanya dugaan peristiwa tersebut.

‎Terkait isu jumlah korban yang disebut mencapai puluhan, pihak kepolisian menyatakan belum menemukan data atau keterangan resmi yang mendukung klaim tersebut.

‎Saat ini, Polresta Pati masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap secara utuh dugaan tindak pidana yang terjadi di lingkungan pondok pesantren tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?
DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian
Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
Waduk Darma Menyusut Drastis, Tampungan Air Tersisa 30 Persen, BBWS Ungkap Penyebabnya
Revitalisasi SMPN 2 Japara, Benahi Ruang Kelas dan Sanitasi demi Kenyamanan Belajar
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:38 WIB

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:54 WIB

TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:01 WIB

GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian

Berita Terbaru