KPK Pastikan Dua Tersangka Baru Korupsi Kuota Haji Segera Ditahan, Kerugian Negara Rp 622 Miliar Sudah Terungkap

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu memberikan keterangan terkait kasus dugaan korupsi kuota haji di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (1/6/2026).

 

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

JAKARTA | Rajawali Investigasi

 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penahanan terhadap dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan kuota haji Indonesia tahun 2023-2024 hanya tinggal menunggu waktu.

Kedua tersangka tersebut adalah Direktur Operasional Maktour, Ismail Adham, serta mantan Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri), Asrul Aziz Taba.

Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 30 Maret 2026, namun hingga awal Juni belum dilakukan penahanan.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan penyidik saat ini masih menyempurnakan alat bukti sebelum mengambil langkah penahanan.

“Rencananya dalam waktu dekat. Informasi yang kami terima dari penyidik, kemungkinan dilakukan pekan ini atau pekan depan,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, penahanan tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa karena penyidik harus memastikan seluruh konstruksi perkara dan alat bukti telah siap untuk kebutuhan pembuktian di persidangan.

Asep menjelaskan bahwa setelah penahanan dilakukan, penyidik akan dibatasi oleh masa penahanan yang diatur undang-undang. Karena itu, KPK memilih menuntaskan terlebih dahulu seluruh kebutuhan penyidikan agar proses hukum berjalan lebih efektif.

Baca Juga:  Dari Kajian TKPRD, UKL-UPL hingga Sanksi DLH, Nama Dian Rachmat Yanuar dan Rokhmat Ardiyan Muncul dalam Rangkaian Dokumen RS Permata

Perkembangan ini menjadi sorotan karena kasus kuota haji merupakan salah satu perkara korupsi besar yang saat ini ditangani KPK. Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diterima KPK pada Februari 2026, dugaan korupsi tersebut menimbulkan kerugian negara mencapai Rp.622 miliar.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, sebagai tersangka pada Januari 2026.

Keduanya bahkan telah menjalani penahanan sebagai bagian dari proses penyidikan.

Penyidikan perkara ini sendiri dimulai sejak Agustus 2025 setelah KPK menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan kuota haji Indonesia tahun 2023 dan 2024.

Dengan belum ditahannya dua tersangka terbaru, perhatian publik kini tertuju pada langkah lanjutan KPK untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara yang merugikan keuangan negara ratusan miliar rupiah tersebut.

Kasus ini juga menjadi ujian bagi komitmen pemberantasan korupsi di sektor pelayanan publik yang menyangkut kepentingan ribuan calon jamaah haji Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desa Cipakem Tahun 2025, Pembangunan Infrastruktur Jadi Alokasi Terbesar
PAD Desa Sukasari Tembus 228 Juta, Penyertaan Modal BUMDes 204,5 Juta Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan
SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?
DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Desa Cipakem Tahun 2025, Pembangunan Infrastruktur Jadi Alokasi Terbesar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:09 WIB

PAD Desa Sukasari Tembus 228 Juta, Penyertaan Modal BUMDes 204,5 Juta Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:38 WIB

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Berita Terbaru