‎Pria Asal Kuwait Divonis Bersalah atas Rencana Serangan ke Kedutaan Israel di London

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

Jakarta | Rajawali Investigasi

‎Pengadilan Inggris menyatakan Abdullah Albadri (34), pria asal Kuwait, bersalah atas tindak pidana terorisme setelah terbukti melakukan persiapan untuk menyerang Kedutaan Besar Israel di London.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengutip laporan kantor berita internasional Reuters, Albadri ditangkap pada April 2025 saat berada di sekitar area kedutaan dengan membawa dua pisau dan catatan bertuliskan pesan “martir”. Dalam persidangan terungkap, ia berusaha memanjat pagar pembatas sebelum diamankan aparat keamanan bersenjata di lokasi, tanpa sempat memasuki kompleks gedung.

Pihak penuntut menyampaikan bahwa tindakan tersebut berkaitan dengan niat pelaku untuk menyampaikan pesan terkait konflik di Gaza. Pengadilan kemudian menilai rangkaian perbuatannya telah memenuhi unsur persiapan tindakan terorisme, sebagaimana diatur dalam hukum yang berlaku di Inggris.

Masih berdasarkan laporan Reuters, Albadri diketahui masuk ke Inggris menggunakan perahu kecil dan sempat mengajukan permohonan suaka yang kemudian ditolak pada April 2025. Dalam proses penyelidikan, ditemukan aktivitas yang mengarah pada perencanaan, termasuk pencarian informasi terkait lokasi Kedutaan Israel.

Baca Juga:  Ketegangan Rusia–Eropa Meningkat, EU dan NATO Perkuat Sikap Diplomatik dan Keamanan

Dalam pembelaannya di persidangan, Albadri menyatakan bahwa pisau yang dibawanya digunakan untuk perlindungan diri karena kondisi tidak memiliki tempat tinggal tetap. Namun, pengadilan tidak menerima penjelasan tersebut sebagai alasan yang membenarkan tindakannya.

‎Putusan bersalah terhadap Albadri dijatuhkan dalam persidangan yang berlangsung di London pada akhir April 2026, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Kasus ini menjadi perhatian aparat keamanan Inggris terkait perlindungan objek diplomatik, dengan penegasan bahwa setiap tindakan yang mengarah pada kekerasan atau terorisme akan ditangani sesuai ketentuan hukum.

‎Sumber: Reuters, kantor berita internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

China Bangun Infrastruktur Peluncuran Dekat Silo Rudal Nuklir, Tingkatkan Deterrence Strategis
AS Dorong China Tekan Iran untuk Redakan Ketegangan di Kawasan Teluk
China Pimpin Sidang Dewan Keamanan PBB, Wang Yi Bahas Stabilitas Global di New York
Ketegangan Rusia–Eropa Meningkat, EU dan NATO Perkuat Sikap Diplomatik dan Keamanan
‎Quad Perkuat Koordinasi Indo-Pasifik, Isyaratkan Penguatan Blok Strategis Global
PBB Nilai Pertemuan Trump–Xi Belum Hasilkan Terobosan, Dorong Lanjutan Diplomasi Tingkat Tinggi
Krisis Timur Tengah Tekan Ekonomi Global, PBB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Jadi 2,5%
Negara-Negara Barat Desak Israel Hentikan Ekspansi Permukiman di Wilayah Tepi Barat
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 00:42 WIB

China Bangun Infrastruktur Peluncuran Dekat Silo Rudal Nuklir, Tingkatkan Deterrence Strategis

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:33 WIB

AS Dorong China Tekan Iran untuk Redakan Ketegangan di Kawasan Teluk

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:43 WIB

China Pimpin Sidang Dewan Keamanan PBB, Wang Yi Bahas Stabilitas Global di New York

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:32 WIB

Ketegangan Rusia–Eropa Meningkat, EU dan NATO Perkuat Sikap Diplomatik dan Keamanan

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:03 WIB

‎Quad Perkuat Koordinasi Indo-Pasifik, Isyaratkan Penguatan Blok Strategis Global

Berita Terbaru