Revitalisasi Sekolah di Kuningan Bukan Sekadar Membangun Gedung Baru, Pengelolaan Aset Daerah Juga Harus Dipertanggungjawabkan

- Penulis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 03:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUNINGAN | Rajawali Investigasi

Program revitalisasi sekolah yang tengah berlangsung di sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Kuningan membawa harapan baru bagi peningkatan kualitas sarana belajar. Di berbagai lokasi, aktivitas pembangunan terlihat berjalan, mulai dari rehabilitasi ruang kelas hingga pembangunan gedung baru yang dikerjakan melalui mekanisme swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Di balik pembangunan fisik yang terus dikebut, terdapat aspek lain yang tidak kalah penting, yakni pengelolaan aset daerah. Bangunan sekolah yang direhabilitasi maupun dibongkar untuk digantikan dengan bangunan baru bukan sekadar material konstruksi, melainkan merupakan Barang Milik Daerah (BMD) yang memiliki status hukum dan administrasi yang wajib dipertanggungjawabkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persoalan ini menjadi penting karena setiap perubahan terhadap aset pemerintah harus dilakukan melalui mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Ketika sebuah bangunan sekolah dibongkar untuk kepentingan revitalisasi, penyelesaian administrasi aset menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaan pembangunan itu sendiri.

Dalam PP Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 28 Tahun 2020, ditegaskan bahwa penghapusan Barang Milik Daerah dilakukan melalui keputusan pejabat yang berwenang sebagai dasar penghapusan aset dari daftar inventaris pemerintah. Ketentuan tersebut bertujuan agar aset yang sudah tidak ada secara fisik tidak tetap tercatat sebagai aset aktif dalam pembukuan pemerintah.

Pengaturan tersebut diperinci kembali dalam Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. Regulasi ini mengatur bahwa penghapusan aset harus melalui tahapan administrasi yang jelas, mulai dari usulan pengguna barang, penelitian administrasi dan fisik, persetujuan sesuai kewenangan, hingga diterbitkannya keputusan penghapusan sebagai dasar pencoretan aset dari daftar inventaris.

Dengan demikian, revitalisasi sekolah sejatinya tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan baru. Keberhasilan program juga ditentukan oleh tertibnya pengelolaan aset daerah. Pembangunan fisik dan administrasi aset merupakan dua proses yang harus berjalan beriringan agar tidak menimbulkan perbedaan antara kondisi bangunan di lapangan dengan data aset yang masih tercatat dalam pembukuan pemerintah daerah.

Baca Juga:  BAZNAS Kuningan di Bawah Bayang-Bayang Politik? FORMASI Soroti Dugaan Balas Jasa Pasca Pilkada

Apabila bangunan lama telah dibongkar sementara administrasi penghapusan aset belum diselesaikan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian dalam pencatatan Barang Milik Daerah. Dampaknya tidak hanya menyangkut tertib administrasi, tetapi juga berpengaruh terhadap keakuratan laporan keuangan pemerintah daerah yang memuat nilai aset sebagai bagian dari pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara.

Di sisi lain, pelaksanaan revitalisasi melalui mekanisme swakelola oleh P2SP juga membawa tanggung jawab besar. Seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, pengawasan, hingga pertanggungjawaban anggaran harus dilaksanakan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku. Proses pembangunan yang baik bukan hanya menghasilkan gedung yang kokoh, tetapi juga administrasi yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.

Revitalisasi sekolah merupakan investasi penting bagi dunia pendidikan. Namun, setiap rupiah anggaran yang digunakan juga harus diiringi dengan kepatuhan terhadap aturan pengelolaan Barang Milik Daerah. Pembangunan fisik dan tata kelola aset tidak dapat dipisahkan karena keduanya menjadi satu kesatuan dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan taat terhadap peraturan perundang-undangan.

Hingga berita ini diterbitkan, Media Rajawali Investigasi masih menghimpun keterangan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta pihak-pihak terkait lainnya mengenai mekanisme administrasi penghapusan aset pada proyek revitalisasi sekolah yang sedang berjalan. Klarifikasi tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan telah dilaksanakan sesuai ketentuan hukum, sehingga pembangunan sekolah tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga tertib secara administratif.

(GUNTUR – Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan
SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?
DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian
Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
Waduk Darma Menyusut Drastis, Tampungan Air Tersisa 30 Persen, BBWS Ungkap Penyebabnya
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:38 WIB

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:54 WIB

TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:01 WIB

GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?

Berita Terbaru