Sidaraja Perkuat Pembangunan Berbasis Swadaya, Gotong Royong Warga Jadi Kekuatan Utama

- Penulis

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sekretaris Desa Sidaraja, Ucu Badrudin, S.I.P saat ditemui di Kantor Desa Sidaraja, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jumat (12/6/2026).

 

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

KUNINGAN | Rajawali Investigasi

Di tengah dinamika pembangunan desa yang terus berkembang, Pemerintah Desa Sidaraja, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, semakin menegaskan bahwa kekuatan utama pembangunan tidak hanya bertumpu pada program pemerintah, tetapi juga pada partisipasi dan swadaya masyarakat.

Seiring dengan itu, dinamika pengelolaan Dana Desa juga dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk adanya penyesuaian atau pengurangan anggaran pada sejumlah program prioritas. Kondisi ini membuat pemerintah desa dituntut untuk semakin cermat dalam menentukan skala prioritas pembangunan agar tetap berjalan efektif dan tepat sasaran.

Memasuki periode pembangunan, terlebih pada 2026, pola pembangunan di Desa Sidaraja terlihat semakin menguat pada semangat gotong royong warga. Kebersamaan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mendorong berbagai kegiatan pembangunan di tingkat lingkungan, mulai dari perbaikan akses jalan, kebersihan lingkungan, hingga dukungan terhadap warga yang membutuhkan bantuan.

Seiring dengan itu, pemerintah desa terus mendorong agar setiap program pembangunan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Pola ini membuat pembangunan desa terasa lebih dekat dengan kebutuhan warga dan lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Dalam praktiknya, swadaya masyarakat masih menjadi kekuatan yang nyata, terutama dalam kegiatan perbaikan jalan lingkungan, pembangunan fasilitas umum sederhana, serta penanganan kondisi darurat warga.

Warga secara sukarela turut berkontribusi tenaga, waktu, bahkan material sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Semangat gotong royong ini juga tampak dalam berbagai kegiatan sosial, seperti bantuan untuk warga kurang mampu, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga dukungan terhadap kegiatan kemasyarakatan di tingkat RT dan RW. Kondisi ini menunjukkan bahwa solidaritas sosial di Desa Sidaraja masih terjaga dengan kuat.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Dana BOS Rp10,15 Miliar Memanas, Irbansus Telusuri Dugaan Penyimpangan di Disdik Kuningan

Pemerintah desa menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah desa dan warga, setiap program tidak hanya berjalan lebih efektif, tetapi juga memiliki rasa memiliki yang lebih tinggi di tengah masyarakat.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/6/2026), Kepala Desa Sidaraja, H. Ai Arifudin melalui Sekretaris Desa Ucu Badrudin, S.I.P, menyampaikan bahwa pembangunan desa tidak dapat dilepaskan dari kekuatan sosial masyarakat yang selama ini telah terbangun.

“Pembangunan di Desa Sidaraja sangat terbantu oleh swadaya dan gotong royong masyarakat. Ini menjadi modal sosial yang sangat penting bagi kami dalam menjalankan program desa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah desa akan terus menjaga dan memperkuat pola pembangunan berbasis kebersamaan tersebut agar tetap berkelanjutan. “Kami berharap semangat gotong royong ini terus hidup. Karena tanpa partisipasi masyarakat, pembangunan desa tidak akan berjalan optimal,” tambahnya.

Dengan menguatnya peran swadaya dan gotong royong warga, terlebih pada 2026, Desa Sidaraja menunjukkan bahwa pembangunan desa bukan hanya soal program, tetapi juga tentang kebersamaan dan kepedulian sosial yang terus terjaga di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggaran Revitalisasi SMPN 2 Cilimus Rp1,364 Miliar Patut Dicermati, Dokumen Perencanaan Memunculkan Sejumlah Pertanyaan
Saat Wartawan Datang, Mengapa Pihak Lain Ikut Dihubungi atau Diundang? Mengurai Pola yang Berpotensi Mengaburkan Proses Konfirmasi
Dana BOS SMAN 1 Luragung 2025 Tembus Rp1,74 Miliar, Anggaran Pemeliharaan Rp 286,82 Juta Patut Dicermati
Dana BOS 2025 Rp 1,1 Miliar di Satu Sekolah Patut Dicermati, Anggaran Perpustakaan, Pemeliharaan dan Honor Jadi Pos Terbesar
Anggaran Perawatan SMPN 1 Garawangi Melonjak Lebih Dua Kali Lipat, Dana BOS 2025 Patut Dicermati
Hari Kedua Retret Kepala Desa Kuningan Diisi Penguatan Bela Negara, Pencegahan Korupsi, dan Kemandirian Ekonomi Desa
Belajar dari KUD, Koperasi Desa Merah Putih Jangan Sampai Menjadi Proyek Sesaat
Di Balik Revitalisasi SDN 1 Cinagara: Material, Gambar Kerja, dan Pengawasan Mulai Dipertanyakan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:40 WIB

Anggaran Revitalisasi SMPN 2 Cilimus Rp1,364 Miliar Patut Dicermati, Dokumen Perencanaan Memunculkan Sejumlah Pertanyaan

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:03 WIB

Saat Wartawan Datang, Mengapa Pihak Lain Ikut Dihubungi atau Diundang? Mengurai Pola yang Berpotensi Mengaburkan Proses Konfirmasi

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:18 WIB

Dana BOS SMAN 1 Luragung 2025 Tembus Rp1,74 Miliar, Anggaran Pemeliharaan Rp 286,82 Juta Patut Dicermati

Senin, 27 Juli 2026 - 05:13 WIB

Dana BOS 2025 Rp 1,1 Miliar di Satu Sekolah Patut Dicermati, Anggaran Perpustakaan, Pemeliharaan dan Honor Jadi Pos Terbesar

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:09 WIB

Hari Kedua Retret Kepala Desa Kuningan Diisi Penguatan Bela Negara, Pencegahan Korupsi, dan Kemandirian Ekonomi Desa

Berita Terbaru