Kemensos Pecat Puluhan Pendamping PKH, Ratusan Lainnya Disanksi ‎

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 00:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Sosial RI / Mensos Saifullah Yusuf 

Majalengka | Rajawali Investigasi

Kementerian Sosial RI (Kemensos) mengambil langkah tegas terhadap para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang terbukti melakukan pelanggaran. Puluhan pendamping diberhentikan, sementara ratusan lainnya menerima surat peringatan karena dinilai menyimpang dari tugas, termasuk memberikan informasi yang tidak benar kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, usai kegiatan sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional di Majalengka, Jumat (24/4/2026).

‎Menurutnya, sepanjang tahun berjalan, terdapat empat pendamping PKH yang telah diputuskan untuk diberhentikan karena terbukti melakukan pelanggaran serius. Surat keputusan pemecatan pun telah ditandatangani dan tinggal diserahkan kepada yang bersangkutan.

‎Ia menjelaskan, evaluasi terhadap kinerja pendamping terus dilakukan dengan mengacu pada pengalaman tahun sebelumnya.

Pada tahun lalu, hampir 500 pendamping menerima sanksi berupa surat peringatan pertama dan kedua, dan 49 di antaranya berujung pada pemberhentian.

‎Saifullah Yusuf menegaskan, pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan serupa apabila ditemukan kembali pelanggaran di lapangan. Ia menilai, peran pendamping PKH sangat penting dalam membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan, sehingga setiap bentuk penyimpangan tidak dapat ditoleransi.

Baca Juga:  Rp.14 Triliun Disiapkan, Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71 Ribu Sekolah pada 2026

‎“Pendamping itu diberi amanah untuk membantu masyarakat agar bisa mandiri dan naik kelas. Kalau justru melakukan pelanggaran, tentu akan kami tindak tegas,” ujarnya.

‎Ia juga mengingatkan agar para pendamping tidak menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan negara, apalagi sampai menyesatkan keluarga penerima manfaat.

Menurutnya, pelanggaran dalam tugas pendamping memiliki dampak besar karena menyangkut langsung kehidupan masyarakat.

‎Selain itu, Mensos mengajak masyarakat, termasuk kalangan media, untuk turut berperan aktif melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran oleh pendamping PKH.

Di sisi lain, ia memastikan bahwa pendamping yang bekerja dengan baik dan disiplin tetap akan mendapat apresiasi.

‎Dalam kesempatan tersebut, Saifullah Yusuf juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Majalengka yang menempelkan stiker pada rumah penerima bantuan.

Upaya ini dinilai efektif untuk mendorong transparansi sekaligus menyadarkan warga yang sebenarnya sudah mampu, namun masih tercatat sebagai penerima bantuan.

Langkah-langkah pengawasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akurasi data serta memastikan bantuan sosial benar-benar tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan
SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?
DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian
Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
Waduk Darma Menyusut Drastis, Tampungan Air Tersisa 30 Persen, BBWS Ungkap Penyebabnya
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:38 WIB

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:54 WIB

TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:01 WIB

GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?

Berita Terbaru