‎Tak Ada Kota Raih Adipura 2026, KLH Ungkap Masalah Besar Pengelolaan Sampah Nasional

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Ilustrasi

 

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jakarta – Rajawali Investigasi

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memutuskan tidak memberikan penghargaan tertinggi Adipura pada tahun 2026. Keputusan ini diambil karena persoalan pengelolaan sampah di berbagai daerah dinilai masih belum terselesaikan secara menyeluruh.

‎Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada satu pun kabupaten atau kota yang layak meraih penghargaan tersebut. Hal itu diungkapkannya dalam sebuah program televisi nasional, yang menyoroti evaluasi terbaru sistem penilaian Adipura.

Menurut Hanif, standar penilaian kini semakin ketat seiring diberlakukannya Peraturan Presiden Nomor 183 Tahun 2024 tentang Badan Pengendali Lingkungan Hidup.

Regulasi tersebut menegaskan bahwa kebersihan tidak cukup hanya terlihat di pusat kota, tetapi harus mencakup sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh hingga ke wilayah pinggiran.

Ia menekankan, Adipura bukan sekadar simbol, melainkan bentuk pengakuan atas keberhasilan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang benar-benar bersih dan tertata bagi masyarakat. Namun, kondisi saat ini menunjukkan belum ada daerah yang mampu memenuhi seluruh indikator tersebut.

Meski demikian, terdapat beberapa daerah yang dinilai mendekati kriteria, di antaranya Kota Surabaya, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Ciamis. Ketiganya memperoleh nilai tinggi, namun masih belum mencapai ambang batas untuk meraih predikat Adipura.

Baca Juga:  3,17 Miliar Kas GU Disdikbud Kuningan Tanpa SPJ, Eks Kadisdik Dilaporkan ke Kejaksaan

Lebih lanjut, Hanif menjelaskan bahwa terdapat tiga aspek utama dalam penilaian, yakni kesiapan regulasi dan pembiayaan, ketersediaan sumber daya manusia serta sarana prasarana, dan hasil nyata berupa kondisi lingkungan yang bersih secara menyeluruh.

‎Pendekatan penilaian juga kini tidak lagi bersifat seremonial atau hanya berdasarkan peninjauan sesaat. Pemerintah melakukan evaluasi langsung di lapangan, termasuk memastikan adanya sistem pemilahan sampah serta pengelolaan yang berjalan efektif.

‎Selain aspek teknis, faktor budaya masyarakat menjadi sorotan penting. Hanif menilai kesadaran publik dalam memilah sampah masih rendah, sementara selama ini pendekatan pengelolaan cenderung mengandalkan cara praktis dengan mengangkut dan menimbun sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).

Untuk itu, pada tahun 2026 pemerintah pusat berencana menerapkan kebijakan lebih tegas, salah satunya dengan melarang sampah organik masuk ke TPA. Langkah ini diharapkan mendorong pemilahan sampah sejak dari sumbernya sekaligus memperkuat sistem ekonomi sirkular di sektor pengelolaan limbah.

‎Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap perubahan perilaku masyarakat dan sistem pengelolaan sampah dapat berjalan beriringan, sehingga ke depan penghargaan Adipura benar-benar diberikan kepada daerah yang memenuhi standar lingkungan secara utuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lima Rangka Atap Baja Diduga Tidak Diganti, Nilai Anggaran Tiap Ruang Tak Diketahui, Revitalisasi SDN 1 Cinagara Menyisakan Sejumlah Persoalan
Anggaran Revitalisasi SMPN 2 Cilimus Rp1,364 Miliar Patut Dicermati, Dokumen Perencanaan Memunculkan Sejumlah Pertanyaan
Dana BOS SMAN 1 Luragung 2025 Tembus Rp1,74 Miliar, Anggaran Pemeliharaan Rp 286,82 Juta Patut Dicermati
Hari Kedua Retret Kepala Desa Kuningan Diisi Penguatan Bela Negara, Pencegahan Korupsi, dan Kemandirian Ekonomi Desa
Polres Kuningan Perkuat Pengawasan Haji dan Umrah, Satukan Langkah Cegah Travel Ilegal Lewat FGD
Jelang Pembukaan Retret Kepala Desa, Seluruh Sarana dan Prasarana di Padabeunghar Tampak Siap Digunakan
Bangun Citra dan Keunggulan Sekolah, Disdikbud Kuningan Luncurkan Program PESONA SD
Ratusan Juta Rupiah untuk Profil Desa dan Sistem Informasi, Pola Anggaran Dana Desa Ciniru 2021–2025 Jadi Sorotan Publik
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:33 WIB

Lima Rangka Atap Baja Diduga Tidak Diganti, Nilai Anggaran Tiap Ruang Tak Diketahui, Revitalisasi SDN 1 Cinagara Menyisakan Sejumlah Persoalan

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:40 WIB

Anggaran Revitalisasi SMPN 2 Cilimus Rp1,364 Miliar Patut Dicermati, Dokumen Perencanaan Memunculkan Sejumlah Pertanyaan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:09 WIB

Hari Kedua Retret Kepala Desa Kuningan Diisi Penguatan Bela Negara, Pencegahan Korupsi, dan Kemandirian Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:23 WIB

Polres Kuningan Perkuat Pengawasan Haji dan Umrah, Satukan Langkah Cegah Travel Ilegal Lewat FGD

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:56 WIB

Jelang Pembukaan Retret Kepala Desa, Seluruh Sarana dan Prasarana di Padabeunghar Tampak Siap Digunakan

Berita Terbaru