Sarana Pendidikan SMPN Satap Bantarpanjang Diperkuat, APBN 2026 Alokasikan Rp 1,41 Miliar

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 02:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUNINGAN | Rajawali Investigasi

Kabar baik bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan. SMPN Satap Bantarpanjang menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kelayakan sarana prasarana pendidikan, sehingga lingkungan belajar bagi peserta didik menjadi lebih aman, nyaman dan mendukung proses pembelajaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

SMPN Satap Bantarpanjang mendapatkan bantuan pemerintah yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai sebesar Rp.1.411.894.000.

Pelaksanaan program dipercayakan kepada Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender, mulai Agustus hingga November 2026.

Sejumlah sarana dan prasarana sekolah menjadi bagian dari program revitalisasi tersebut. Di antaranya rehabilitasi tiga ruang kelas, satu laboratorium komputer, satu laboratorium IPA, satu ruang kantor, satu perpustakaan, rehabilitasi toilet serta ruang musala.

Dengan adanya program tersebut, sekolah diharapkan memiliki fasilitas yang semakin layak dan mampu menunjang kegiatan belajar mengajar secara optimal.

Kepala SMPN Satap Bantarpanjang, Puji Maryanto, S.Pd, menyambut baik program revitalisasi yang diberikan pemerintah tersebut.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas adanya Program Revitalisasi Satuan Pendidikan ini. Bantuan ini sangat berarti bagi sekolah, terutama dalam meningkatkan kelayakan fasilitas yang digunakan oleh siswa dan guru,” ujar Fuji Maryanto.

Ia berharap seluruh proses revitalisasi dapat berjalan lancar dan menghasilkan bangunan serta fasilitas yang berkualitas.

Baca Juga:  Dugaan Konflik Kepentingan di Puskesmas Ciniru Disorot, Ketua LSM Frontal Minta Bupati Kuningan Bertindak Tegas

“Kami berharap pelaksanaannya berjalan sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku. Yang paling penting, hasilnya nanti benar-benar bisa memberikan manfaat dan kenyamanan bagi seluruh warga sekolah,” katanya

Sementara itu, Ketua P2SP SMPN Satap Bantarpanjang, Rakum, mengatakan pihaknya siap menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan bukan hanya menyangkut penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga bagaimana hasilnya dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi sekolah.

“Kami menganggap program ini sebagai sebuah amanah. Karena itu, kami akan berupaya melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya sesuai perencanaan dan ketentuan yang ada,” ujar Rakum.

Rakum berharap seluruh proses revitalisasi dapat berjalan dengan lancar, tepat waktu dan menghasilkan fasilitas yang dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Harapan kami, setelah selesai nanti fasilitas sekolah menjadi lebih baik, lebih nyaman dan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar. Ini tentunya untuk kepentingan siswa dan kemajuan sekolah,” tambahnya.

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang diberikan kepada SMPN Satap Bantarpanjang menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan.

Dengan perbaikan sejumlah ruang dan fasilitas tersebut, sekolah diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan pendidikan yang nyaman dan berkualitas bagi para peserta didik.

Pemerintah melalui program revitalisasi ini diharapkan terus memberikan perhatian terhadap sekolah-sekolah yang membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana, khususnya di daerah, sehingga pemerataan kualitas fasilitas pendidikan dapat terus diwujudkan.

SMPN Satap Bantarpanjang pun kini mendapat kesempatan untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih baik bagi generasi penerus.

( GUNTUR – Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan
SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?
DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian
Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
Waduk Darma Menyusut Drastis, Tampungan Air Tersisa 30 Persen, BBWS Ungkap Penyebabnya
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:38 WIB

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:54 WIB

TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:01 WIB

GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?

Berita Terbaru