Dugaan Konflik Kepentingan di Puskesmas Ciniru Disorot, Ketua LSM Frontal Minta Bupati Kuningan Bertindak Tegas

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUNINGAN | Rajawali Investigasi

Dugaan praktik konflik kepentingan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali menjadi perhatian publik. Kali ini sorotan mengarah ke Puskesmas Ciniru setelah muncul informasi adanya pasangan suami istri beserta anak yang bekerja dalam satu unit kerja.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Rajawali Investigasi, Kepala Puskesmas Ciniru berinisial NK diduga bekerja bersama suaminya berinisial MK yang bertugas sebagai analis mutu pelayanan, serta anaknya dr. RPN yang bertugas sebagai staf pelaksana di puskesmas yang sama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai penerapan prinsip profesionalisme, independensi birokrasi, serta potensi konflik kepentingan dalam tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN).

Fenomena ini mengingatkan publik pada kasus sebelumnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan ketika pasangan suami istri menduduki jabatan di Bappeda. Saat itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan, Beni Prihayatno, menyatakan bahwa penempatan pasangan suami istri dalam satu kantor dinilai tidak etis karena berpotensi menimbulkan benturan kepentingan sehingga dilakukan penataan melalui mutasi.

Menanggapi dugaan yang terjadi di Puskesmas Ciniru, Ketua LSM Frontal, Uha Juhana, meminta Pemerintah Kabupaten Kuningan tidak menerapkan standar yang berbeda dalam penegakan etika birokrasi.

“Kalau sebelumnya pasangan suami istri di Bappeda dipisahkan dengan alasan etika dan potensi konflik kepentingan, maka kasus di Puskesmas Ciniru yang diduga melibatkan suami, istri, bahkan anak dalam satu kantor harus mendapat perhatian yang sama. Jangan sampai ada kesan tebang pilih dalam penegakan aturan,” tegas Uha kepada Rajawali Investigasi, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga:  95 Jemaah Gagal Berangkat, Adakah Kelalaian? Alasan Visa Tak Menutup Tanda Tanya Besar.

Menurut Uha, persoalan ini bukan semata-mata menyangkut hubungan keluarga, melainkan menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi yang profesional dan bebas dari praktik yang dapat menimbulkan persepsi nepotisme.

“Walaupun belum tentu melanggar pidana, konfigurasi jabatan seperti ini sangat rentan menimbulkan konflik kepentingan. Masyarakat bisa mempertanyakan objektivitas penilaian kinerja, pembagian tugas, hingga pengambilan keputusan di dalam organisasi. Pemerintah harus menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Ia menambahkan, Bupati Kuningan selaku Pejabat Pembina Kepegawaian memiliki kewenangan untuk melakukan evaluasi dan penataan jabatan apabila ditemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

“Kami meminta Bupati Kuningan mengevaluasi secara menyeluruh penempatan ASN di Puskesmas Ciniru. Bila hasil evaluasi menunjukkan adanya konflik kepentingan atau pelanggaran etika birokrasi, maka penataan jabatan harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan menunggu polemik ini semakin meluas,” kata Uha.

Secara normatif, PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS mengatur kewajiban ASN menjaga integritas, profesionalisme, dan menghindari konflik kepentingan dalam pelaksanaan tugas. Sementara sistem manajemen ASN juga memberikan kewenangan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian untuk melakukan penataan organisasi demi menjaga objektivitas dan efektivitas pelayanan publik.

Kasus ini menjadi ujian bagi komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam menegakkan prinsip merit system, profesionalisme ASN, dan pencegahan konflik kepentingan.

Publik kini menantikan langkah nyata pemerintah untuk memastikan birokrasi berjalan secara objektif, transparan, dan bebas dari praktik yang dapat menggerus kepercayaan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan
SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?
DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian
Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
Waduk Darma Menyusut Drastis, Tampungan Air Tersisa 30 Persen, BBWS Ungkap Penyebabnya
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:38 WIB

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:54 WIB

TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:01 WIB

GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?

Berita Terbaru