BOSP SMKN 2 Kuningan, 751 Juta Pemeliharaan dan 42 Juta Honor Jadi Perhatian

- Penulis

Kamis, 24 September 2026 - 02:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUNINGAN | Rajawali Investigasi

Penggunaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) 2025 di SMKN 2 Kuningan menjadi perhatian. Salah satu yang perlu ditelusuri adalah alokasi pemeliharaan sarana dan prasarana yang tercatat mencapai Rp.751.294.000 dari total pagu Rp.3.056.250.000.

Anggaran tersebut terbagi dalam dua tahap. Pada tahap pertama, pemeliharaan sarana dan prasarana tercatat Rp.418.883.000, sedangkan tahap kedua sebesar Rp.332.411.000.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika dibandingkan dengan batas maksimal 20 persen dari pagu tahunan, nilai tersebut berada di atas batas perhitungan. Dari pagu Rp.3.056.250.000, angka 20 persen setara Rp.611.250.000. Dengan demikian, terdapat selisih Rp.140.044.000 yang memerlukan penjelasan.

Namun, persoalannya tidak berhenti pada perhitungan persentase. Yang lebih penting adalah memastikan bagaimana Rp.751,294 juta tersebut dibelanjakan dan apakah seluruhnya benar-benar masuk dalam kategori pemeliharaan yang diperbolehkan.

Untuk melihatnya, diperlukan pencocokan antara dokumen perencanaan dengan realisasi, mulai dari RKAS, perubahan RKAS apabila ada, Buku Kas Umum, hingga nota dan dokumen pertanggungjawaban setiap pekerjaan.

Dari dokumen tersebut dapat diketahui jenis pekerjaan, volume, spesifikasi, nilai belanja, serta pihak yang menerima pembayaran. Pencocokan dengan kondisi fisik di sekolah juga diperlukan untuk melihat kesesuaian antara anggaran dan pekerjaan yang direalisasikan.

Persoalan berikutnya muncul pada komponen pembayaran honor.

Data BOSP mencatat pembayaran honor sebesar Rp.17.500.000 pada tahap pertama dan Rp.24.500.000 pada tahap kedua. Jika digabungkan, nilai pembayaran honor sepanjang 2025 mencapai Rp.42.000.000.

Baca Juga:  Ricuh May Day di Bandung: Kapolda Sebut Bukan Buruh, Kelompok Misterius Berpakaian Hitam Diduga Sudah Terorganisir

Angka tersebut perlu dilihat lebih jauh dari sekadar nominal. Identitas penerima, status kepegawaian, dasar pembayaran, serta kesesuaiannya dengan perencanaan dalam RKAS menjadi bagian penting dalam penelusuran.

Terlebih, ketentuan BOSP 2025 mengatur penggunaan dana untuk pembayaran honor pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN dengan persyaratan serta batas tertentu. Apabila terdapat penerima yang berstatus ASN, termasuk PPPK, dasar pembayaran dan sumber anggarannya perlu diperiksa berdasarkan status kepegawaian pada saat pembayaran dilakukan.

Dengan jumlah peserta didik penerima BOSP sebanyak 1.875 orang dan 134 guru serta tenaga kependidikan, pengelolaan dana tersebut menjadi bagian penting yang perlu dapat dipertanggungjawabkan.

Saat dikonfirmasi Kamis (24/9/2026), Kepala SMKN 2 Kuningan Ibnu Udy Prasetyo belum berada di sekolah. Berdasarkan keterangan yang diperoleh di lokasi, Ibnu belum datang sehingga konfirmasi mengenai alokasi pemeliharaan dan pembayaran honor tersebut belum diperoleh.

Rajawali Investigasi masih membuka ruang bagi pihak sekolah untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi terkait penggunaan BOSP tersebut. Penelusuran selanjutnya diarahkan pada dokumen perencanaan, realisasi, dan bukti transaksi untuk mencocokkan data anggaran dengan penggunaannya di sekolah.

 

(GUNTUR – Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan
SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?
DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian
Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
Waduk Darma Menyusut Drastis, Tampungan Air Tersisa 30 Persen, BBWS Ungkap Penyebabnya
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:38 WIB

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:54 WIB

TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:01 WIB

GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?

Berita Terbaru