Transparansi Anggaran Desa Gereba Jadi Perhatian, Belanja Sistem Informasi Diarahkan untuk Mendukung Pelayanan Publik

- Penulis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Desa Gereba Sadi Kaswadi bersama Kaur Keuangan Uus Suparman, Desa Gerba, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan. (Foto: Rajawali Investigasi)

 

KUNINGAN | Rajawali investigasi 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemajuan pemerintahan desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kemampuan mengelola informasi, menata administrasi, dan menyediakan data yang mendukung pelayanan publik. Aspek tersebut turut menjadi perhatian dalam pengelolaan anggaran Desa Gereba, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, terutama pada kegiatan jaringan komunikasi, pengembangan sistem informasi desa, dan pemutakhiran profil desa selama periode 2021–2025.

Berdasarkan rincian anggaran yang dihimpun Rajawali Investigasi, akumulasi dana untuk tiga kelompok kegiatan tersebut mencapai Rp.185.695.000. Rinciannya meliputi Rp.71.600.000 untuk pengelolaan dan pembuatan jaringan atau instalasi komunikasi dan informasi lokal desa selama 2021–2025, Rp.94.059.000 untuk pengembangan sistem informasi desa selama 2021–2023, serta Rp.20.036.000 untuk penyusunan, pendataan, dan pemutakhiran profil desa pada 2023.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi tiga kelompok kegiatan, bukan keseluruhan Dana Desa Gereba. Rentang tahun pada setiap kelompok juga berbeda, sehingga angka tersebut perlu dipahami sesuai periode data yang tersedia.

Ketiga kegiatan itu memiliki fungsi yang saling berkaitan. Jaringan komunikasi dapat menunjang penyampaian informasi, sistem informasi desa dapat membantu pengelolaan data administrasi, sedangkan profil desa menyediakan gambaran mengenai kondisi kependudukan dan potensi wilayah. Apabila dikelola secara terarah, ketiganya dapat mendukung pekerjaan perangkat desa sekaligus menjadi sumber informasi dalam perencanaan pembangunan.

Kepala Desa Gereba, Sadi Kaswadi, saat dikonfirmasi Rajawali Investigasi pada Jumat, (16/10/2026) menyampaikan bahwa pengelolaan informasi dan data merupakan bagian penting dalam mendukung administrasi pemerintahan serta meningkatkan pelayanan kepada publik.

“Pengelolaan informasi dan data desa diharapkan dapat membantu penataan administrasi pemerintahan, mendukung penyampaian informasi, serta memberikan gambaran mengenai kondisi dan potensi Desa Gereba,” ujar Sadi Kaswadi.

Pengelolaan informasi yang baik memang tidak berhenti pada tersedianya data atau sarana pendukung. Data perlu dijaga ketepatannya, diperbarui sesuai kebutuhan, dan dimanfaatkan dalam pekerjaan pemerintahan. Dengan begitu, informasi yang tersedia dapat membantu perangkat desa menjalankan tugas sekaligus mendukung penyusunan program yang sesuai dengan kondisi wilayah.

Baca Juga:  Peta, Profil, hingga Sistem Informasi Desa Ciniru Telan Rp188 Juta, Benarkah Sesuai Kebutuhan?

Selain pelaksanaan program, tata kelola anggaran juga menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai perencanaan.

Pencatatan yang tertib dan dokumen pertanggungjawaban yang jelas membantu menjelaskan hubungan antara anggaran yang dialokasikan, realisasi belanja, dan hasil kegiatan.

Sejalan dengan hal tersebut, Kaur Keuangan Desa Gereba, Uus Suparman, menjelaskan bahwa administrasi keuangan merupakan bagian penting dalam pengelolaan anggaran desa, mulai dari pencatatan hingga pertanggungjawaban kegiatan.

“Pencatatan dan administrasi keuangan menjadi bagian penting dalam pengelolaan anggaran desa, sehingga penggunaan dana dapat ditelusuri berdasarkan perencanaan, realisasi, dan pertanggungjawaban setiap kegiatan,” jelas Uus Suparman.

Keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban menjadi dasar untuk melihat bagaimana anggaran dikelola. Namun, manfaat program juga perlu dinilai dari hasil yang dihasilkan dan keberlanjutan penggunaannya. Sarana komunikasi perlu berfungsi sesuai peruntukan, sistem informasi perlu mendukung administrasi, dan data profil desa perlu dimanfaatkan untuk memberikan gambaran yang relevan mengenai kondisi serta potensi wilayah.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan kegiatan tidak hanya terletak pada besaran anggaran yang tercatat, tetapi juga pada kesesuaian antara kebutuhan, biaya, hasil, dan manfaatnya. Penjelasan yang didukung dokumen pelaksanaan serta informasi mengenai keluaran kegiatan akan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kontribusi program tersebut.

Bagi Desa Gereba, pengelolaan informasi dan keuangan yang tertata merupakan dua unsur yang saling mendukung. Perencanaan yang jelas, pencatatan yang baik, dan pemanfaatan data secara berkelanjutan dapat memperkuat administrasi pemerintahan sekaligus mendukung pelayanan publik yang lebih efektif. Keterbukaan mengenai penggunaan anggaran dan hasil kegiatan pun menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.

(GUNTUR – Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan
SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?
DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian
Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
Waduk Darma Menyusut Drastis, Tampungan Air Tersisa 30 Persen, BBWS Ungkap Penyebabnya
Berita ini 332 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:38 WIB

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:54 WIB

TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:01 WIB

GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?

Berita Terbaru