Dari Posyandu hingga Jalan Desa, Dana Desa Cihideung Girang 2025 Hadir Menyentuh Kehidupan Warga

- Penulis

Selasa, 9 Juni 2026 - 01:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sekretaris Desa Cihideung Girang, Badru Alqurbani, S.Sos., di ruang kerjanya saat menjelaskan program pembangunan yang didanai Dana Desa Tahun 2025, Senin (8/6/2026).

 

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

KUNINGAN | Rajawali Investigasi 

Pembangunan desa sejatinya bukan hanya soal membangun jalan atau mendirikan bangunan baru. Lebih dari itu, pembangunan adalah tentang menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat itulah yang tampak dalam pemanfaatan Dana Desa Tahun 2025 di Desa Cihideung Girang, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan.

Dengan pagu anggaran mencapai Rp.1.060.658.000 dan status sebagai Desa Mandiri, berbagai program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pendidikan, pertanian, hingga penguatan ekonomi desa.

Di balik angka-angka anggaran tersebut, tersimpan berbagai harapan masyarakat. Dukungan terhadap Posyandu, Pos Kesehatan Desa (PKD), dan program Desa Siaga Kesehatan menjadi upaya nyata untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap dekat dengan warga. Sementara itu, bantuan bagi PAUD dan lembaga pendidikan nonformal menjadi investasi jangka panjang bagi tumbuh kembang generasi desa.

Bagi para petani, pembangunan saluran irigasi menjadi kabar baik yang diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian. Begitu pula peningkatan jalan desa dan jalan lingkungan yang diharapkan semakin memperlancar aktivitas ekonomi maupun mobilitas masyarakat sehari-hari.

Perhatian terhadap warga kurang mampu juga tercermin melalui dukungan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan bantuan keadaan mendesak. Program-program tersebut menjadi bentuk kepedulian agar pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Baca Juga:  Siapa Pengendali Proyek Revitalisasi SMPN 2 Cilimus? Kepala Sekolah Berhaji, P2SP Tak Ditemukan, Papan Proyek Tak Terpasang

Menariknya, pemerintah desa juga memberikan perhatian terhadap generasi muda melalui pembangunan dan pemeliharaan sarana olahraga. Fasilitas yang lebih baik diharapkan menjadi ruang positif bagi anak-anak dan pemuda untuk beraktivitas, berprestasi, sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan desa.

Di sisi lain, penyertaan modal sebesar Rp.213 juta menunjukkan adanya langkah strategis untuk memperkuat perekonomian desa. Upaya ini diharapkan dapat membuka peluang usaha, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/6/2026), Kepala Desa Cihideung Girang, Aman, melalui Sekretaris Desa, Badru Alqurbani, S.Sos., menyampaikan bahwa Dana Desa merupakan instrumen penting dalam mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

“Setiap program yang dilaksanakan merupakan hasil perencanaan dan musyawarah bersama masyarakat. Kami berupaya agar Dana Desa dapat memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh warga, baik melalui pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, maupun penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya diukur dari banyaknya proyek yang dibangun, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap seluruh program yang telah dilaksanakan dapat menjadi pondasi bagi kemajuan Desa Cihideung Girang. Pemerintah desa akan terus berupaya menjaga transparansi, akuntabilitas, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan,” tambahnya.

Dengan berbagai program yang berjalan sepanjang tahun 2025, Desa Cihideung Girang terus menunjukkan langkah positif dalam membangun desa yang maju, mandiri, dan sejahtera, dengan menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas utama pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika MBG Berulang Kali Memicu Keracunan, Siapa yang Bertanggung Jawab Secara Hukum?
Ada yang Janggal di Balik Denda 56,6 Juta RS Permata Kuningan? Uha Desak Audit Dasar Penghitungan, Nilai Investasi, Penetapan hingga ke Mana Disetorkan
56,6 Juta Denda RS Permata Kuningan: Ada Apa di Balik Angka Investasi Rp.2,2 Miliar?
Knalpot Brong Makin Marak di Kuningan, Warga Resah: Jalan Raya Luragung – Sidaraja – Ciawigebang – Cidahu Makin Tak Nyaman
DLH Kuningan Diminta Buka Kalkulator Sanksi Rp 56 Juta RS Permata, Uha: Jangan Alihkan Isu ke Soal PNBP
Keputusan DLH Kuningan Diguncang Kejanggalan, Sanksi kepada RS Permata Dipertanyakan
Gambar Kerja Tak Terlihat, Ring Balok Tak Tampak: Ada Apa di Balik Peninggian Bangunan SDN 3 Karangtawang?
Revitalisasi SDN 3 Karangtawang Dipertanyakan, Kepala Sekolah Arahkan Konfirmasi ke CV Aulia
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 08:54 WIB

Ketika MBG Berulang Kali Memicu Keracunan, Siapa yang Bertanggung Jawab Secara Hukum?

Jumat, 11 September 2026 - 10:03 WIB

Ada yang Janggal di Balik Denda 56,6 Juta RS Permata Kuningan? Uha Desak Audit Dasar Penghitungan, Nilai Investasi, Penetapan hingga ke Mana Disetorkan

Kamis, 10 September 2026 - 04:40 WIB

56,6 Juta Denda RS Permata Kuningan: Ada Apa di Balik Angka Investasi Rp.2,2 Miliar?

Rabu, 9 September 2026 - 06:40 WIB

Knalpot Brong Makin Marak di Kuningan, Warga Resah: Jalan Raya Luragung – Sidaraja – Ciawigebang – Cidahu Makin Tak Nyaman

Rabu, 9 September 2026 - 03:10 WIB

DLH Kuningan Diminta Buka Kalkulator Sanksi Rp 56 Juta RS Permata, Uha: Jangan Alihkan Isu ke Soal PNBP

Berita Terbaru