Indonesia Siap Perkuat Posisi dalam Rantai Pasok Global Kecerdasan Artifisial

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nezar Patria dalam FGD AI di Jakarta, 6 Mei 2026. Foto: Komdigi

 

JAKARTA | Rajawali  Investigasi, 6 Mei 2026

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk mengambil posisi strategis dalam rantai pasok global kecerdasan artifisial (AI), seiring perubahan struktur industri semikonduktor dan digital dunia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dalam sebuah diskusi bertajuk “Peluang Strategis Indonesia dalam Rantai Pasok Global AI” di Jakarta Pusat, yang juga dirangkum dalam Siaran Pers Kementerian Komdigi.

“Perang ekonomi abad ini tidak ditentukan oleh siapa yang menguasai ladang minyak, tetapi oleh siapa yang menguasai pabrikasi chip, lalu di mana posisi Indonesia?” ujar Nezar Patria dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa semikonduktor kini telah menjadi komponen strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai perangkat elektronik, tetapi juga sebagai infrastruktur utama dalam pengembangan kecerdasan artifisial, pusat data, hingga sistem pertahanan modern.

“Semikonduktor ini bukan lagi komponen elektronik, tapi sudah menjadi semacam infrastruktur kedaulatan pada hari ini,” lanjutnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki sejumlah modal penting untuk masuk ke rantai pasok tersebut, mulai dari kekayaan sumber daya mineral seperti timah dan pasir silika, hingga potensi energi nasional yang dinilai cukup kuat untuk mendukung pengembangan industri pusat data.

“Kita penghasil timah terbesar di dunia. Dan timah adalah bahan kunci dalam proses pembuatan chips,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti potensi energi terbarukan Indonesia yang dapat mendukung kebutuhan industri digital, termasuk operasional pusat data yang menjadi tulang punggung ekosistem AI.

Baca Juga:  Gambar Kerja Tak Terlihat, Ring Balok Tak Tampak: Ada Apa di Balik Peninggian Bangunan SDN 3 Karangtawang?

Di sisi lain, bonus demografi juga disebut menjadi kekuatan strategis Indonesia, dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar dan rata-rata usia yang relatif muda.

“Kita penduduknya paling besar di Asia Tenggara, 285 juta jiwa dengan usia rata-rata 30 tahun,” ujarnya.

Untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, Kementerian Komunikasi dan Digital telah menyiapkan program pengembangan talenta digital melalui inisiatif AI Talent Factory yang melibatkan perguruan tinggi di berbagai daerah.

“Kita coba kumpulkan best talent yang ada di universitas, kemudian kita berikan program-program dasar sampai dengan advance,” jelasnya.

Nezar juga menilai bahwa posisi Indonesia sebagai negara non-blok dapat menjadi keuntungan dalam menjalin kerja sama dengan berbagai kekuatan global di tengah dinamika geopolitik industri teknologi.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pemasok bahan mentah dalam rantai industri global, melainkan perlu naik ke tahap pengolahan bernilai tambah.

“Kita harus menjadi choke point yang strategis dan kita harus mampu mengontrol choke point itu,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengembangan teknologi AI di Indonesia ke depan perlu diarahkan untuk mendukung sektor prioritas dengan tingkat risiko tinggi, sehingga teknologi dapat berfungsi sebagai pendukung kerja manusia, bukan pengganti.

“Bagaimana dia bisa menjadi companion dalam kerja-kerja yang kita lakukan,” ujarnya.

Hingga keterangan ini disampaikan, Komdigi menegaskan bahwa strategi penguatan ekosistem AI nasional akan terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi.

 

Sumber: Redaksi| Siaran Pers Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) , 6 Mei 2026

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan
SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?
DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian
Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
Waduk Darma Menyusut Drastis, Tampungan Air Tersisa 30 Persen, BBWS Ungkap Penyebabnya
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:38 WIB

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:54 WIB

TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:01 WIB

GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?

Berita Terbaru