‎Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Jadi Kunci Target Ekonomi RI Tumbuh 8 Persen, Ini Penjelasan Menkeu

- Penulis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JAKARTA | Rajawali Investigasi

Pemerintah menegaskan strategi percepatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan sinergi antara belanja negara dan sektor swasta sebagai dua mesin utama penggerak ekonomi. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam kegiatan Jogja Financial Festival, Jumat (22/05/2026), yang menekankan pentingnya menjaga likuiditas di sektor keuangan agar aktivitas ekonomi berjalan lebih agresif dan merata.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Menkeu, pemerintah saat ini mengoptimalkan dua pendekatan utama, yakni peningkatan belanja pemerintah serta dorongan kepada perbankan agar lebih aktif menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif. Di sisi lain, langkah ini juga diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antara sektor keuangan dan sektor riil.

“Selain belanja pemerintah, kita pastikan uang di perekonomian cukup sehingga perbankan dapat menyalurkan dana yang ada ke sektor riil. Dengan begitu, sektor swasta ikut bergerak,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah juga disebut telah memindahkan dana sekitar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke sistem perbankan nasional guna memperkuat kapasitas penyaluran kredit kepada dunia usaha.

Baca Juga:  Diduga Gunakan Dokumen Tidak Sah untuk SHGB dan SPPT, Orang Dekat Almarhum Acep Dilaporkan ke Polres Kuningan

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perbankan dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif.

Menkeu menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dinilai ambisius, namun tetap dapat dicapai apabila dunia usaha memperoleh dukungan likuiditas, kemudahan investasi, serta akses pembiayaan yang kompetitif.

Selain penguatan sektor keuangan, pemerintah juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi.

Satgas ini melibatkan lintas kementerian untuk mempercepat penyelesaian hambatan investasi, termasuk perizinan dan koordinasi antar instansi.

Dengan adanya satgas ini, pemerintah berharap proses investasi dapat berjalan lebih cepat, efisien, dan terkoordinasi.

‎Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan berbunga rendah bagi perusahaan berorientasi ekspor melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dengan kisaran bunga sekitar 5–6 persen.

Pemerintah menilai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat iklim investasi dan mendorong keterlibatan sektor swasta secara lebih luas dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan berbagai kebijakan tersebut, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi dapat dicapai secara bertahap dan berkelanjutan.

‎Sumber: Redaksi | Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan
SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?
DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian
Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
Waduk Darma Menyusut Drastis, Tampungan Air Tersisa 30 Persen, BBWS Ungkap Penyebabnya
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:38 WIB

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:54 WIB

TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:01 WIB

GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?

Berita Terbaru