Klaim Selesai Dana Taspen PPPK Guru Kuningan Dipersoalkan, FORMASI: Faktanya Masih Nol Pembayaran

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuningan | Rajawali Investigasi

‎Klaim Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan yang menyebut persoalan dana Taspen bagi guru PPPK telah diselesaikan, dipertanyakan sejumlah pihak. Di lapangan, para guru menyebut belum ada kejelasan maupun realisasi pembayaran yang dijanjikan sebelumnya.

‎Sejumlah guru PPPK mengaku hingga kini hak mereka belum juga diterima. Padahal, penyelesaian persoalan tersebut sebelumnya disebut telah diupayakan sejak pertengahan Maret 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Belum ada kepastian sampai sekarang. Dana yang menjadi hak kami juga belum masuk. Jadi kami bingung dengan pernyataan yang menyebut sudah selesai,” ujar salah satu guru PPPK yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, Ketua Forum Masyarakat Sipil Independen (FORMASI), Manap Suharnap, menilai pernyataan penyelesaian tersebut tidak mencerminkan kondisi faktual di lapangan.

‎“Kalau mengacu pada informasi yang kami terima, termasuk hasil konfirmasi, posisi di Taspen masih nol. Artinya belum ada pembayaran yang benar-benar terealisasi. Maka tidak tepat jika dikatakan sudah selesai,” kata Manap.

Ia menilai, perbedaan antara pernyataan pejabat dan kondisi di lapangan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik, terutama di kalangan guru PPPK yang terdampak langsung.

‎Menurutnya, penyampaian informasi publik semestinya dilakukan secara hati-hati agar tidak menciptakan persepsi yang keliru.

Baca Juga:  Revitalisasi SDN 1 Kaduela, Wujud Perhatian terhadap Kenyamanan Belajar dan Masa Depan Siswa

‎“Jangan sampai muncul narasi bahwa masalah sudah tuntas, sementara hak guru belum tersalurkan. Ini menyangkut akuntabilitas informasi kepada publik,” ujarnya.

FORMASI juga menyoroti pentingnya ketepatan informasi dari pejabat publik agar tidak menimbulkan keresahan sosial. Dalam pandangan mereka, hal tersebut berkaitan dengan prinsip transparansi dan tanggung jawab jabatan.

Selain itu, organisasi tersebut mengingatkan bahwa penyampaian informasi yang tidak sesuai fakta dapat memiliki konsekuensi hukum sebagaimana diatur dalam UU ITE serta ketentuan dalam UU ASN terkait integritas dan profesionalitas aparatur negara.

Atas kondisi tersebut, FORMASI menyampaikan Hak Jawab kepada media yang sebelumnya memuat pernyataan penyelesaian, dengan meminta agar klarifikasi ini dimuat secara proporsional, disertai koreksi atas pemberitaan sebelumnya, serta penyajian informasi yang lebih berimbang.

‎Manap menegaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan persoalan ini hingga terdapat kejelasan pembayaran yang benar-benar diterima oleh para guru PPPK.

‎“Jika tidak ada tindak lanjut yang jelas, kami akan mempertimbangkan langkah sesuai mekanisme yang tersedia, termasuk jalur hukum maupun etik,” katanya.

‎Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lanjutan dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan terkait perbedaan pernyataan dengan kondisi yang disampaikan para guru di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan
SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?
DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian
Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
Waduk Darma Menyusut Drastis, Tampungan Air Tersisa 30 Persen, BBWS Ungkap Penyebabnya
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:38 WIB

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:54 WIB

TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:01 WIB

GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?

Berita Terbaru