Korupsi Proyek Gedung Pemkab Lamongan Memasuki Babak Baru, KPK Tahan Tiga Tersangka

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026 - 00:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, saat memimpin konferensi pers penahanan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung Pemkab Lamongan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

 

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

JAKARTA | Rajawali Investigasi 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan proses hukum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Gedung Pemerintah Kabupaten Lamongan yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2017 hingga 2019.

Langkah terbaru ditandai dengan penahanan tiga orang tersangka yang dinilai memiliki keterlibatan dalam pelaksanaan proyek pembangunan gedung perkantoran tersebut. Penahanan dilakukan setelah penyidik mengumpulkan alat bukti yang dianggap cukup untuk melanjutkan proses penyidikan.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (2/6/2026), menjelaskan bahwa penahanan merupakan bagian dari upaya memperlancar proses penyidikan dan mencegah potensi hambatan selama penanganan perkara berlangsung.

Tiga tersangka yang ditahan masing-masing adalah Mokh Sukiman selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek tersebut, Ahmad Abdillah yang merupakan Direktur PT Agung Pradana Putra, serta Herman Dwi Haryanto yang menjabat General Manager Divisi Regional 3 pada periode pelaksanaan pekerjaan.

Baca Juga:  Rp.14 Triliun Disiapkan, Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71 Ribu Sekolah pada 2026

Menurut KPK, ketiganya diduga memiliki peran dalam rangkaian pelaksanaan proyek pembangunan gedung kantor Pemkab Lamongan yang saat ini sedang didalami penyidik.

Sementara itu, seorang tersangka lainnya, Muhammad Yanuar Marzuki, yang diketahui menjabat sebagai Komite Manajemen Proyek pada periode 2017–2019, belum menjalani penahanan.

Dalam perkara ini, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

KPK menetapkan masa penahanan awal selama 20 hari terhitung sejak 2 Juni hingga 21 Juni 2026 di Rumah Tahanan Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Lembaga antirasuah itu menegaskan penyidikan belum berhenti pada penetapan dan penahanan para tersangka. Penyidik masih menelusuri berbagai fakta hukum, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain maupun aliran dana yang berkaitan

dengan proyek tersebut.
KPK juga memastikan proses pemberkasan perkara akan terus dipercepat agar kasus dapat segera memasuki tahap penuntutan dan disidangkan di pengadilan tindak pidana korupsi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan
SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?
DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian
Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
Waduk Darma Menyusut Drastis, Tampungan Air Tersisa 30 Persen, BBWS Ungkap Penyebabnya
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:38 WIB

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:54 WIB

TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:01 WIB

GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?

Berita Terbaru