LHP BPK Dibawa ke KPK, LSM Frontal Minta Dugaan Pengelolaan Dana GU Rp3,17 Miliar Disdikbud Kuningan Diusut Tuntas

- Penulis

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUNINGAN  | Rajawali investigasi

Dokumen hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengungkap persoalan pengelolaan dana Ganti Uang (GU) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan kini resmi menjadi bahan laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan tersebut disampaikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Frontal pada Senin (3/8/2026), dengan turut mencantumkan nama Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, yang pada saat terjadinya peristiwa menjabat sebagai Kepala Disdikbud sekaligus Pengguna Anggaran.

Ketua LSM Frontal, Uha Juhana, menjelaskan bahwa laporan itu tidak dibangun atas dugaan tanpa dasar, melainkan mengacu pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Nomor 31.B/T/LHP/DJPKN-V.BDG/PPD.01/05/2026 tertanggal 28 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam dokumen tersebut, auditor negara menemukan adanya ketidaksesuaian dalam penggunaan dana melalui mekanisme Uang Persediaan/Ganti Uang (UP/GU). Selama Tahun Anggaran 2025, Disdikbud mencairkan dana sekitar Rp3,84 miliar untuk membiayai 45 kegiatan yang tersebar pada enam unit kerja.

Namun, hasil audit menunjukkan hanya sekitar Rp668,1 juta yang dapat dibuktikan penggunaannya sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Sementara dana sebesar Rp3.171.851.913 dinyatakan tidak digunakan untuk kegiatan sebagaimana direncanakan dan tidak dilengkapi dokumen pertanggungjawaban yang memadai.

BPK juga mencatat keterangan Bendahara Pengeluaran yang menyebut pengeluaran dana di luar kegiatan operasional dilakukan atas perintah dan sepengetahuan Pengguna Anggaran saat itu. Pada periode tersebut, jabatan Pengguna Anggaran dipegang oleh U. Kusmana selaku Kepala Disdikbud Kabupaten Kuningan.

Temuan lainnya yang tercantum dalam LHP adalah tetap dilakukannya pencatatan realisasi belanja oleh operator SIPKD dan SIPD meskipun belum disertai Surat Pertanggungjawaban (SPJ). Kondisi tersebut dinilai menyebabkan saldo kas bendahara pengeluaran maupun realisasi belanja barang dan jasa tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

Baca Juga:  Ratusan Tersangka Diamankan, Polda Jabar Ungkap Jaringan Narkoba Selama April–Mei 2026

Atas hasil pemeriksaan tersebut, BPK merekomendasikan agar kekurangan kas sebesar Rp3.171.851.913 segera dikembalikan ke kas daerah. Auditor juga menyatakan kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara apabila tidak segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Uha Juhana, rekomendasi pengembalian kerugian tidak serta-merta mengakhiri persoalan apabila terdapat dugaan penyimpangan yang mengandung unsur pidana.

“Apabila terdapat pencairan anggaran tanpa pelaksanaan kegiatan dan tanpa dokumen pertanggungjawaban sebagaimana tercantum dalam LHP BPK, maka persoalan itu tidak lagi dapat dipandang sekadar kesalahan administrasi,” ujar Uha usai menyampaikan laporan di Gedung Merah Putih KPK.

LSM Frontal meminta KPK melakukan penelusuran menyeluruh terhadap proses pencairan, penggunaan, hingga pertanggungjawaban dana GU tersebut. Menurut mereka, pemeriksaan tidak cukup hanya menyasar bendahara pengeluaran, tetapi juga perlu mengusut seluruh pihak yang memiliki kewenangan dalam proses pengelolaan anggaran, termasuk pejabat pelaksana kegiatan, pejabat penatausahaan keuangan, operator sistem keuangan daerah, hingga pengguna anggaran pada saat dana dicairkan.

Pelaporan tersebut mengacu pada dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Selain itu, LSM Frontal juga meminta aparat penegak hukum mendalami kemungkinan penerapan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya aliran dana yang memenuhi unsur tindak pidana.

Hingga berita ini diterbitkan, U. Kusmana maupun Pemerintah Kabupaten Kuningan belum memberikan tanggapan resmi atas laporan yang telah disampaikan ke KPK. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan
SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?
DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian
Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
Waduk Darma Menyusut Drastis, Tampungan Air Tersisa 30 Persen, BBWS Ungkap Penyebabnya
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:38 WIB

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:54 WIB

TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:01 WIB

GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?

Berita Terbaru