Foto: Sri Nuraeni, warga Desa Muncangela saat berada di Perpustakaan IQRO Desa Muncangela .(Jumat, 15 Mei 2026:)
KUNINGAN | Rajawali Investigasi
Di tengah perkembangan teknologi digital, minat baca masyarakat di pedesaan tetap perlu mendapat perhatian serius. Pemerintah Desa Muncangela, Kecamatan Cipicung, berupaya mendorong budaya literasi melalui keberadaan Perpustakaan IQRO yang diadakan pada tahun 2024 sebagai sarana belajar dan menambah wawasan bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keberadaan perpustakaan tersebut mulai dimanfaatkan warga sebagai tempat membaca, belajar, dan mengisi waktu luang dengan kegiatan positif. Berbagai koleksi buku bacaan anak, pendidikan, hingga pengetahuan umum tersedia untuk menunjang kebutuhan belajar masyarakat.
Salah seorang warga Desa Muncangela, Sri Nuraeni, siswi SMPN 2 Sindangagung mengaku senang dengan hadirnya Perpustakaan IQRO di desanya.
“Kalau libur saya sering main ke Perpustakaan IQRO, kadang sendiri kadang bersama teman. Banyak manfaat dan ilmu yang didapat dari membaca buku di sini,” ujar Sri Nuraeni.
Menurutnya, keberadaan perpustakaan desa sangat membantu pelajar dalam menambah wawasan di luar kegiatan sekolah. Selain tempatnya nyaman, buku-buku yang tersedia juga dinilai cukup bermanfaat untuk menunjang pembelajaran.
Sementara itu, Kepala Desa Muncangela, Enco Carsa, mengatakan bahwa perpustakaan desa menjadi salah satu upaya pemerintah desa dalam meningkatkan budaya membaca masyarakat.
“Perpustakaan IQRO ini diadakan pada tahun 2024 untuk mendukung minat baca masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar. Kami berharap keberadaan perpustakaan ini bisa memberikan manfaat dan menambah pengetahuan masyarakat desa,” kata Enco Carsa.
Ia menambahkan, pemerintah desa akan terus mendorong kegiatan literasi dan pengembangan fasilitas perpustakaan agar semakin nyaman digunakan masyarakat.
Dengan adanya Perpustakaan IQRO, diharapkan budaya membaca dan semangat belajar masyarakat Desa Muncangela dapat terus tumbuh serta menjadi bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan desa.















