Revitalisasi Sekolah Dimulai, Peran Kepala Sekolah dan P2SP Jadi Kunci Akuntabilitas Proyek

- Penulis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUNINGAN | Rajawali Investigasi

Program revitalisasi di sejumlah sekolah di Kabupaten Kuningan mulai bergulir. Rehabilitasi ruang kelas hingga pembangunan gedung baru kini memasuki tahap pelaksanaan melalui mekanisme swakelola dengan membentuk Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Di tengah harapan lahirnya fasilitas pendidikan yang lebih layak, perhatian publik tidak semestinya hanya tertuju pada progres pembangunan fisik. Di balik proyek yang sedang berjalan, kepala sekolah dan P2SP memegang peran penting dalam memastikan seluruh tahapan pelaksanaan dilakukan secara tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai penanggung jawab di tingkat satuan pendidikan, kepala sekolah tidak hanya berkewajiban mengawasi pelaksanaan pekerjaan agar sesuai dengan perencanaan. Kepala sekolah juga memiliki tanggung jawab administratif sebagai pengguna barang di lingkungan sekolah, termasuk memastikan setiap perubahan terhadap bangunan yang menjadi Barang Milik Daerah terdokumentasi dan dilaporkan sesuai mekanisme yang berlaku.

Sementara itu, P2SP sebagai pelaksana swakelola memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan pembangunan sesuai spesifikasi teknis, mengelola penggunaan anggaran secara transparan, menyusun administrasi pelaksanaan pekerjaan, serta mendokumentasikan setiap tahapan pembangunan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penggunaan dana pemerintah.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan gedung baru tidak dapat dipisahkan dari tata kelola aset daerah. Bangunan sekolah yang direhabilitasi maupun dibongkar untuk kepentingan revitalisasi merupakan Barang Milik Daerah yang pengelolaannya diatur dalam PP Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 28 Tahun 2020, serta Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Baca Juga:  BOSP SMKN 2 Kuningan, 751 Juta Pemeliharaan dan 42 Juta Honor Jadi Perhatian

Kedua regulasi tersebut menegaskan bahwa setiap perubahan terhadap aset pemerintah harus melalui mekanisme administrasi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, pelaksanaan pembangunan fisik di sekolah perlu berjalan selaras dengan tertib administrasi, sehingga kondisi bangunan di lapangan tetap sesuai dengan pencatatan aset pemerintah daerah.

Akuntabilitas proyek revitalisasi tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan tepat waktu atau berdirinya gedung baru yang representatif. Keberhasilan program juga ditentukan oleh kelengkapan dokumen administrasi, ketepatan pengelolaan anggaran, kualitas pekerjaan konstruksi, serta kepatuhan terhadap mekanisme pengelolaan Barang Milik Daerah.

Karena itu, peran kepala sekolah dan P2SP menjadi sangat strategis. Keduanya merupakan garda terdepan yang memastikan setiap tahapan proyek berjalan sesuai ketentuan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, pengawasan, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban. Ketelitian dalam menjalankan prosedur administrasi akan menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas proyek revitalisasi.

Media Rajawali Investigasi akan menelusuri pelaksanaan revitalisasi di sejumlah sekolah di Kabupaten Kuningan, termasuk kesesuaian pelaksanaan swakelola oleh P2SP, kelengkapan administrasi proyek, serta mekanisme pengelolaan aset yang menyertai pembangunan. Penelusuran ini dilakukan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial untuk memastikan setiap anggaran yang dialokasikan bagi dunia pendidikan benar-benar dikelola sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

(GUNTUR – Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan
SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?
DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian
Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
Waduk Darma Menyusut Drastis, Tampungan Air Tersisa 30 Persen, BBWS Ungkap Penyebabnya
Berita ini 149 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:38 WIB

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:54 WIB

TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:01 WIB

GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?

Berita Terbaru