Seluruh Kegiatan Bidang PAUD Disdikbud Kuningan Senilai Rp325 Juta Tercatat Tidak Dilaksanakan, Dana GU Tetap Dicairkan

- Penulis

Rabu, 15 Juli 2026 - 05:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

KUNINGAN | Rajawali Investigasi

Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun 2025 membuka fakta yang mengundang pertanyaan serius terkait pengelolaan anggaran pada Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam Lampiran 17 LHP BPK, seluruh kegiatan yang dianggarkan melalui mekanisme Uang Persediaan/Ganti Uang (UP/GU) pada Bidang PAUD tercatat tidak dilaksanakan, meskipun dana telah dicairkan melalui mekanisme GU.

Total anggaran tiga kegiatan tersebut mencapai Rp.325.000.000, terdiri atas:

  • Pengembangan Karier Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Satuan Pendidikan PAUD sebesar Rp.100.000.000.
  • Penyelenggaraan Proses Belajar bagi Peserta Didik PAUD sebesar Rp.125.000.000.
  • Penyelenggaraan Proses Belajar PAUD sebesar Rp.100.000.000.

Seluruh kegiatan tersebut dalam Lampiran 17 LHP BPK berstatus “Tidak Dilaksanakan”, sementara kolom penggunaan anggaran untuk kegiatan tercatat nihil.

Temuan tersebut sejalan dengan hasil pemeriksaan BPK yang menyebut Bidang PAUD menyatakan tidak menerima pelimpahan dana dari Bendahara Pengeluaran, sehingga ketiga kegiatan tersebut tidak pernah dilaksanakan.

Fakta ini memunculkan pertanyaan besar. Jika kegiatan tidak dilaksanakan dan bidang pelaksana mengaku tidak menerima dana, lalu ke mana dana yang telah dicairkan melalui mekanisme GU tersebut digunakan?

Pertanyaan itu semakin menguat karena dalam LHP yang sama, BPK menemukan selisih penggunaan dana GU sebesar Rp.3.171.851.913 yang menurut hasil pemeriksaan tidak digunakan untuk kegiatan sebagaimana tercantum dalam DPA serta tidak didukung dokumen pertanggungjawaban yang memadai.

Ketua GIBAS Kabupaten Kuningan, Manaf, menilai temuan tersebut harus menjadi pintu masuk aparat penegak hukum untuk mengungkap secara menyeluruh alur penggunaan anggaran.

Baca Juga:  365 Ribu Dibebankan ke Orang Tua Kelas 6, Jejak Biaya Akhir Tahun di Sebuah SD Negeri Kuningan Dipertanyakan

“Kalau satu bidang penuh tidak menerima dana dan seluruh kegiatannya dinyatakan tidak dilaksanakan, sementara anggarannya sudah masuk dalam pencairan GU, maka publik berhak mengetahui ke mana uang negara itu digunakan. Temuan BPK ini harus ditindaklanjuti secara serius agar semuanya terang-benderang dan tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat,” tegas Manaf.

Manaf menambahkan, pemeriksaan tidak boleh berhenti hanya pada aspek administrasi, tetapi harus menelusuri siapa yang mengambil keputusan, siapa yang menguasai dana, serta siapa yang bertanggung jawab atas penggunaan anggaran tersebut.

“Kami berharap aparat penegak hukum mendalami seluruh rangkaian prosesnya, mulai dari pencairan, pengelolaan hingga pertanggungjawaban dana. Jika memang ditemukan adanya pelanggaran hukum, tentu harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, apabila ada penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan, itu juga harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” ujar Manaf.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, khususnya Kepala Bidang PAUD, terkait temuan BPK yang menyebut seluruh kegiatan Bidang PAUD Tahun Anggaran 2025 berstatus tidak dilaksanakan serta tidak adanya pelimpahan dana kepada bidang tersebut sebagaimana hasil pemeriksaan BPK.

Rajawali Investigasi membuka ruang hak jawab kepada Kepala Bidang PAUD maupun pihak-pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers guna memberikan penjelasan atas temuan tersebut.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan
SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?
DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian
Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
Waduk Darma Menyusut Drastis, Tampungan Air Tersisa 30 Persen, BBWS Ungkap Penyebabnya
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:38 WIB

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:54 WIB

TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:01 WIB

GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?

Berita Terbaru