Libatkan 525 Peternak Lokal, Program Sapi Kurban Presiden Dinilai Dorong Ekonomi Daerah

- Penulis

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Rajawali Investigasi

Program Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden berupa sapi kurban pada Idul adha 1447 Hijriah tahun ini tidak hanya ditujukan membantu masyarakat penerima, tetapi juga dinilai memberi dampak ekonomi bagi peternak lokal di berbagai daerah.

Pemerintah melalui setneg mencatat sebanyak 525 peternak dilibatkan dalam penyediaan sapi kurban bantuan Presiden yang akan disalurkan ke seluruh Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiyantoro dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Menurut Juri, keterlibatan ratusan peternak lokal menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat sektor peternakan nasional sekaligus meningkatkan kualitas produksi ternak di daerah.

“Kami juga turut mengapresiasi 525 peternak yang telah berhasil menyediakan bantuan kemasyarakatan Presiden berupa sapi pada tahun ini.

Kami harap momentum ini dapat memberikan kesempatan kepada para peternak lokal untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi ke depannya,” kata Juri.

Pada Iduladha tahun ini, Presiden menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban. Bantuan tersebut terdiri atas 598 ekor sapi yang didistribusikan kepada pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota, serta 500 ekor sapi lainnya untuk organisasi Islam, pondok pesantren, dan tokoh agama.

Baca Juga:  Indonesia Siap Perkuat Posisi dalam Rantai Pasok Global Kecerdasan Artifisial

Pemerintah menyebut sapi bantuan Presiden berasal dari berbagai jenis unggulan, seperti Simmental, Limousine, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Belgian Blue, Charolais, hingga Sapi Bali.

Selain melibatkan peternak lokal, proses pengadaan sapi dilakukan melalui kolaborasi antara Sekretariat Presiden Kementerian Sekretariat Negara, pertanian, dinas peternakan daerah, serta Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI).

Juri memastikan seluruh sapi yang disalurkan telah memenuhi standar kesehatan hewan dan ketentuan syariat Islam.

Setiap sapi disebut telah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), berusia di atas dua tahun, berjenis kelamin jantan, dan tidak cacat.

Pemerintah daerah juga diminta ikut mengawasi distribusi bantuan hingga penyerahan kepada masjid atau lokasi penerima, termasuk memastikan kondisi ternak tetap sehat sampai waktu penyembelihan.

Turut hadir mendampingi Juri dalam konferensi pers tersebut, Deputi Bidang Administrasi dan Pengelolaan Istana Sekretariat Presiden Rika Kiswardani dan Kepala Biro Administrasi Sekretariat Presiden Sony Kartiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan
SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?
DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian
Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
Waduk Darma Menyusut Drastis, Tampungan Air Tersisa 30 Persen, BBWS Ungkap Penyebabnya
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:38 WIB

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:54 WIB

TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:01 WIB

GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?

Berita Terbaru