Knalpot Brong Makin Marak di Kuningan, Warga Resah: Jalan Raya Luragung – Sidaraja – Ciawigebang – Cidahu Makin Tak Nyaman

- Penulis

Rabu, 9 September 2026 - 06:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar : Ilustrasi

KUNINGAN | Rajawali Investigasi

Suara bising knalpot brong kembali menjadi sorotan masyarakat di Kabupaten Kuningan. Fenomena tersebut dinilai semakin mengganggu kenyamanan warga, terutama pengguna jalan dan masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur Luragung – Sidaraja – Ciawigebang – Cidahu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Raungan sepeda motor dengan suara knalpot yang keras dan memekakkan telinga disebut kerap terdengar melintas di jalan raya tanpa mengenal waktu, baik pada sore, malam, maupun waktu lainnya. Kondisi itu membuat sebagian warga merasa terganggu dan mempertanyakan pengawasan terhadap penggunaan knalpot yang tidak sesuai ketentuan.

Bagi warga, persoalannya bukan sekadar suara bising. Jalan raya merupakan ruang publik yang digunakan bersama. Ketika suara kendaraan yang menggunakan knalpot brong dibiarkan berulang kali melintas tanpa penindakan yang terlihat, muncul kesan bahwa kenyamanan masyarakat belum menjadi perhatian serius.

Sejumlah warga berharap aparat tidak hanya melakukan penindakan secara insidental ketika muncul keluhan, tetapi juga meningkatkan patroli dan pengawasan secara berkala di jalur-jalur yang dinilai rawan digunakan kendaraan berknalpot bising.

“Warga ingin jalan raya itu nyaman. Kalau suara knalpot keras terus-menerus, apalagi malam hari, tentu sangat mengganggu,” keluh seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Keresahan juga semakin muncul ketika kendaraan dengan suara knalpot keras melintas dalam jumlah lebih dari satu. Selain menimbulkan kebisingan, perilaku berkendara yang menyertai penggunaan knalpot brong juga dikhawatirkan dapat mengganggu pengguna jalan lainnya.

Persoalan knalpot brong semestinya tidak dipandang sebagai masalah kecil. Jika terus dibiarkan, gangguan terhadap ketertiban dan kenyamanan ruang publik berpotensi menjadi persoalan sosial yang lebih luas.

Karena itu, masyarakat meminta Polres Kuningan melalui Satlantas dan jajaran Polsek di wilayah terkait untuk turun langsung melakukan pemantauan di sepanjang jalur Luragung – Sidaraja – Ciawigebang – Cidahu.

Baca Juga:  KPK Pastikan Pengusutan Korupsi Pemkab Pekalongan Belum Berhenti, Peluang Tersangka Baru Menguat

Penindakan juga diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan kelengkapan kendaraan. Penggunaan knalpot yang tidak sesuai ketentuan perlu menjadi bagian dari sasaran pengawasan, khususnya terhadap kendaraan yang secara nyata menimbulkan gangguan kebisingan.

Pemerintah Kabupaten Kuningan juga dinilai perlu ikut mengambil peran melalui koordinasi dengan kepolisian dan unsur terkait. Jangan sampai persoalan ketertiban lalu lintas sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat untuk melapor, sementara gangguan terjadi berulang kali di ruang publik.

Maraknya keluhan masyarakat mengenai knalpot brong ini semestinya mendapat respons dari berbagai pihak. DPRD Kabupaten Kuningan, pemerintah daerah, kepolisian, tokoh masyarakat, hingga pemerintah desa di sepanjang jalur tersebut perlu melihat persoalan ini secara serius.

Masyarakat tentu menginginkan tindakan yang terukur dan berkelanjutan, bukan sekadar razia sesaat yang kemudian kembali hilang.

Di sisi lain, edukasi kepada pemilik kendaraan juga tetap penting. Pengendara perlu memahami bahwa memodifikasi kendaraan bukan berarti bebas mengabaikan hak masyarakat lain untuk mendapatkan ketenangan dan kenyamanan.

Jalan Raya Bukan Arena Pamer Suara

Jalan raya bukan tempat untuk mempertontonkan kerasnya suara kendaraan. Ketika satu kendaraan menggunakan knalpot brong, dampaknya mungkin hanya dirasakan beberapa detik. Namun jika puluhan kendaraan melakukan hal serupa setiap hari, akumulasi kebisingannya menjadi persoalan bagi masyarakat.

Sampai kapan warga harus menutup telinga dan menerima kebisingan sebagai sesuatu yang dianggap biasa?

Warga berharap aparat segera melakukan langkah nyata, terutama di jalur Luragung – Sidaraja – Ciawigebang – Cidahu, sebelum keresahan masyarakat berkembang menjadi ketidakpercayaan terhadap pengawasan dan penegakan aturan di jalan raya.

(GUNTUR – Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan
SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?
DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian
Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
Waduk Darma Menyusut Drastis, Tampungan Air Tersisa 30 Persen, BBWS Ungkap Penyebabnya
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:38 WIB

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:54 WIB

TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:01 WIB

GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?

Berita Terbaru