Harga Minyak Dunia Menguat di Tengah Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

Jakarta | Rajawali Investigasi 

‎‎Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan awal Mei 2026 di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, serta masih berlanjutnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengacu pada laporan Reuters dan Al Jazeera, harga minyak Brent tercatat bergerak naik dalam beberapa sesi perdagangan terakhir menjelang awal Mei 2026. Pergerakan ini dipengaruhi oleh meningkatnya persepsi risiko terhadap stabilitas pasokan minyak dari kawasan Teluk, yang merupakan salah satu jalur utama distribusi energi dunia.

Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global, kembali menjadi perhatian utama pelaku pasar. Setiap potensi gangguan di jalur tersebut dinilai dapat berdampak langsung terhadap keseimbangan pasokan dan harga minyak di pasar internasional.

Reuters melaporkan bahwa pasar masih memperhitungkan risiko gangguan suplai dalam jangka pendek, sehingga harga minyak cenderung bertahan pada level yang relatif tinggi di tengah ketidakpastian yang masih berlangsung.

Baca Juga:  ‎UEA Resmi Tinggalkan OPEC, Di Tengah Krisis Energi Global dan Ketegangan Timur Tengah ‎

Di sisi lain, perkembangan diplomatik untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut belum menunjukkan hasil yang signifikan hingga awal Mei 2026. Al Jazeera mencatat bahwa komunikasi antar pihak terkait masih berlangsung, namun belum menghasilkan terobosan yang dapat meredakan kekhawatiran pasar secara cepat.

Dalam kondisi ini, pelaku pasar energi global masih bersikap hati-hati terhadap arah pergerakan harga minyak, yang dinilai berpotensi tetap fluktuatif mengikuti perkembangan situasi geopolitik di kawasan tersebut.

Sejumlah analis yang dikutip media internasional menyebut bahwa selama ketidakpastian di Timur Tengah masih berlanjut, pasar energi kemungkinan tetap berada dalam fase sensitif terhadap setiap perkembangan baru, baik dari sisi politik maupun keamanan jalur distribusi energi.

Hingga 1 Mei 2026, pasar masih menantikan kejelasan situasi yang dapat memberikan kepastian lebih lanjut terhadap arah harga minyak dunia dalam jangka menengah.

‎Sumber: Reuters, Al Jazeera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

China Bangun Infrastruktur Peluncuran Dekat Silo Rudal Nuklir, Tingkatkan Deterrence Strategis
AS Dorong China Tekan Iran untuk Redakan Ketegangan di Kawasan Teluk
China Pimpin Sidang Dewan Keamanan PBB, Wang Yi Bahas Stabilitas Global di New York
Ketegangan Rusia–Eropa Meningkat, EU dan NATO Perkuat Sikap Diplomatik dan Keamanan
‎Quad Perkuat Koordinasi Indo-Pasifik, Isyaratkan Penguatan Blok Strategis Global
PBB Nilai Pertemuan Trump–Xi Belum Hasilkan Terobosan, Dorong Lanjutan Diplomasi Tingkat Tinggi
Krisis Timur Tengah Tekan Ekonomi Global, PBB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Jadi 2,5%
Negara-Negara Barat Desak Israel Hentikan Ekspansi Permukiman di Wilayah Tepi Barat
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 00:42 WIB

China Bangun Infrastruktur Peluncuran Dekat Silo Rudal Nuklir, Tingkatkan Deterrence Strategis

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:33 WIB

AS Dorong China Tekan Iran untuk Redakan Ketegangan di Kawasan Teluk

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:43 WIB

China Pimpin Sidang Dewan Keamanan PBB, Wang Yi Bahas Stabilitas Global di New York

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:32 WIB

Ketegangan Rusia–Eropa Meningkat, EU dan NATO Perkuat Sikap Diplomatik dan Keamanan

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:03 WIB

‎Quad Perkuat Koordinasi Indo-Pasifik, Isyaratkan Penguatan Blok Strategis Global

Berita Terbaru