Foto: Ilustrasi
Jakarta | Rajawali Investigasi
Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan awal Mei 2026 di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, serta masih berlanjutnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengacu pada laporan Reuters dan Al Jazeera, harga minyak Brent tercatat bergerak naik dalam beberapa sesi perdagangan terakhir menjelang awal Mei 2026. Pergerakan ini dipengaruhi oleh meningkatnya persepsi risiko terhadap stabilitas pasokan minyak dari kawasan Teluk, yang merupakan salah satu jalur utama distribusi energi dunia.
Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global, kembali menjadi perhatian utama pelaku pasar. Setiap potensi gangguan di jalur tersebut dinilai dapat berdampak langsung terhadap keseimbangan pasokan dan harga minyak di pasar internasional.
Reuters melaporkan bahwa pasar masih memperhitungkan risiko gangguan suplai dalam jangka pendek, sehingga harga minyak cenderung bertahan pada level yang relatif tinggi di tengah ketidakpastian yang masih berlangsung.
Di sisi lain, perkembangan diplomatik untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut belum menunjukkan hasil yang signifikan hingga awal Mei 2026. Al Jazeera mencatat bahwa komunikasi antar pihak terkait masih berlangsung, namun belum menghasilkan terobosan yang dapat meredakan kekhawatiran pasar secara cepat.
Dalam kondisi ini, pelaku pasar energi global masih bersikap hati-hati terhadap arah pergerakan harga minyak, yang dinilai berpotensi tetap fluktuatif mengikuti perkembangan situasi geopolitik di kawasan tersebut.
Sejumlah analis yang dikutip media internasional menyebut bahwa selama ketidakpastian di Timur Tengah masih berlanjut, pasar energi kemungkinan tetap berada dalam fase sensitif terhadap setiap perkembangan baru, baik dari sisi politik maupun keamanan jalur distribusi energi.
Hingga 1 Mei 2026, pasar masih menantikan kejelasan situasi yang dapat memberikan kepastian lebih lanjut terhadap arah harga minyak dunia dalam jangka menengah.
Sumber: Reuters, Al Jazeera















