Pajero, HR-V hingga Innova Eks Koruptor Dilelang KPK, Harga Dibuka Mulai Puluhan Juta

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

JAKARTA | Rajawali Investigasi

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aset yang pernah dikuasai para terpidana korupsi kini bersiap berpindah tangan kepada masyarakat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka lelang puluhan barang rampasan negara pada Juni 2026, termasuk belasan kendaraan roda empat yang berasal dari hasil penyitaan perkara korupsi.

Sebanyak 74 lot barang rampasan negara akan dilelang pada 18 Juni 2026. Di antara aset yang diperkirakan menjadi incaran peserta lelang adalah Mitsubishi Pajero Sport, Honda HR-V, Honda Jazz, Toyota Innova, Kia Sedona hingga kendaraan niaga Toyota Hilux.

Lelang tersebut merupakan bagian dari strategi pemulihan kerugian negara melalui optimalisasi aset yang telah dirampas berdasarkan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa pelelangan barang rampasan memiliki nilai lebih dari sekadar proses administrasi pasca-penindakan.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi instrumen penting dalam mengembalikan nilai ekonomi hasil kejahatan korupsi kepada negara.

“Melalui pelelangan ini, KPK berupaya memastikan aset hasil tindak pidana korupsi dapat memberikan manfaat nyata dan berkontribusi pada pemulihan aset negara,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (1/6/2026).

Sejumlah kendaraan yang akan dilelang berasal dari perkara korupsi yang telah diputus pengadilan. Salah satunya Mitsubishi Pajero Sport tahun 2016 milik terpidana Hasanuddin dengan nilai limit Rp.241,09 juta.

Selain itu terdapat Toyota Kijang Innova tahun 2017 dengan nilai limit Rp.166,43 juta dan Kia Sedona tahun 2018 senilai Rp.148,71 juta.

Baca Juga:  365 ASN Kemenimipas Dibina di Nusakambangan, 774 Kasus

Dari perkara yang menjerat terpidana Kedy Afandi, KPK juga menawarkan Honda HR-V tahun 2021 dengan nilai limit Rp.126,58 juta, Honda Jazz Rp.104,89 juta, serta Toyota Hilux pick up yang dibuka dengan harga Rp.54,04 juta.

Tak hanya kendaraan, KPK juga melelang berbagai aset bernilai ekonomis lainnya berupa tanah, bangunan, rumah, apartemen, rumah susun, telepon genggam, perangkat elektronik hingga alat berat konstruksi yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Pelaksanaan lelang dilakukan oleh Direktorat Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) KPK bekerja sama dengan 11 Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di berbagai daerah.

Seluruh proses akan berlangsung secara daring melalui portal resmi lelang negara dengan sistem penawaran terbuka (Open bidding). Mekanisme tersebut diharapkan mampu menjangkau lebih banyak peserta sekaligus menjaga transparansi proses penjualan aset hasil korupsi.

Untuk memberikan kesempatan kepada calon peserta mengetahui kondisi barang secara langsung, KPK membuka agenda pengecekan fisik atau aanwijzing pada 11 Juni 2026 di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) KPK, Cawang, Jakarta Timur.

KPK berharap pelelangan tersebut tidak hanya menghasilkan penerimaan negara, tetapi juga menjadi bukti bahwa setiap aset hasil korupsi pada akhirnya dapat ditarik kembali dan dimanfaatkan untuk kepentingan publik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan
SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?
DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL
TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT
GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?
Kertawinangun Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Pemutakhiran Profil hingga Pengembangan Sistem Informasi Jadi Perhatian
Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
Waduk Darma Menyusut Drastis, Tampungan Air Tersisa 30 Persen, BBWS Ungkap Penyebabnya
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:14 WIB

Pemdes Cilimus Paparkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Akhir Tahun 2025, Anggaran Miliaran Rupiah Diarahkan untuk Pelayanan dan Pembangunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:38 WIB

SULIT DITEMUI, TELEPON TAK DIJAWAB: Ada Apa dengan Kepala Desa Cilimus?

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:39 WIB

DUGAAN PENYIMPANGAN MBG DI KUNINGAN DISOROT, FRONTAL DESAK BUPATI HENTIKAN DAPUR DAN BUKA AUDIT TOTAL

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:54 WIB

TUTUP SEMUA DAPUR MBG! LSM FRONTAL SIAPKAN AKSI DI PENDOPO KUNINGAN, DESAK BUPATI KIRIM PETISI KE PEMERINTAH PUSAT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:01 WIB

GEOTHERMAL MENGINTAI CIREMAI? Bagaimana Nasib Mata Air, Hutan, dan Lereng di Sekitarnya Jika Rencana Berlanjut?

Berita Terbaru