JAKARTA | Rajawali Investigasi
Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (01/06/2026).
Peringatan tahun ini menjadi momentum nasional untuk meneguhkan kembali nilai dasar negara di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Dalam kapasitasnya sebagai Inspektur Upacara, Presiden Prabowo menerima laporan resmi dari Perwira Upacara Brigadir Jenderal TNI Fitriana Nur Heru Wibawa sebelum menuju mimbar utama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian upacara kemudian dimulai dengan salam kebangsaan dan dikumandangkannya lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan penghormatan kebesaran serta mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa.
Agenda kenegaraan tersebut juga diisi dengan pembacaan naskah Pancasila oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Pancasila merupakan hasil perjalanan sejarah panjang bangsa Indonesia yang tidak dapat dipisahkan dari jati diri nasional. Kepala Negara juga mengingatkan kembali akar historis lahirnya dasar negara tersebut.
“Hari ini kita peringati 81 tahun hari lahirnya Pancasila. Delapan puluh satu tahun yang lalu, Bung Karno berdiri di hadapan Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan menyampaikan gagasan besar yang kemudian menjadi dasar falsafah negara Republik Indonesia,” ujar Presiden.
Presiden juga menekankan bahwa Pancasila merupakan fondasi persatuan bangsa yang lahir dari keberagaman Indonesia.
“Pancasila adalah sebuah landasan pemersatu bangsa, suatu kesepakatan kebangsaan yang memungkinkan bangsa kita, yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, ratusan bahasa, dan ratusan budaya yang berbeda-beda untuk hidup sebagai satu bangsa,” lanjutnya.
Lebih jauh, Presiden menyoroti relevansi tema peringatan tahun ini yang menempatkan Pancasila sebagai pemersatu bangsa di tengah tantangan global.
“Di tengah dunia yang makin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh, pegangan itu adalah Pancasila,” katanya.
Upacara ditutup dengan doa yang dipimpin Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming, para mantan Presiden dan Wakil Presiden, pimpinan lembaga negara, serta jajaran Kabinet Merah Putih.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam upacara tersebut, di antaranya Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin.















