KPK Fokus Lengkapi Bukti Sebelum Tahan Dua Tersangka Baru Kasus Kuota Haji

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026 - 00:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (1/6/2026).

 

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

JAKARTA | Rajawali Investigasi 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan proses penyidikan dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023–2024 terus berjalan. Saat ini, penyidik masih memprioritaskan penguatan alat bukti sebelum melakukan penahanan terhadap dua tersangka baru yang telah ditetapkan dalam perkara tersebut.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyampaikan bahwa penyidik tengah merampungkan berbagai kebutuhan pembuktian agar proses hukum dapat berjalan optimal hingga tahap persidangan.

Menurut Asep, langkah tersebut dilakukan karena proses penahanan memiliki batasan waktu yang diatur dalam ketentuan hukum.

Oleh sebab itu, penyidik memilih memastikan seluruh alat bukti telah terkumpul dan siap digunakan dalam proses pembuktian di pengadilan.

“Dalam waktu dekat tentu akan ada perkembangan terkait penahanan. Namun yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh alat bukti yang dibutuhkan telah lengkap dan kuat,” ujar Asep kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Baca Juga:  Jaksa Agung: Majelis Hakim Vonis 9 Terdakwa Kasus Tata Kelola Minyak Pertamina Terbukti Korupsi

Dua tersangka yang dimaksud yakni Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour), Ismail Adham, serta Ketua Umum Asosiasi Kesthuri yang juga Komisaris PT Raudah Eksati Utama, Asrul Azis Taba.

Sebelumnya, KPK telah mengumumkan penetapan keduanya sebagai tersangka pada akhir Maret 2026. Selain itu, lembaga antirasuah juga telah mengajukan pencegahan ke luar negeri terhadap kedua tersangka guna mendukung kelancaran proses penyidikan.

Asep menjelaskan bahwa strategi penguatan alat bukti dilakukan agar perkara yang nantinya dibawa ke persidangan memiliki dasar pembuktian yang kuat dan tidak menimbulkan hambatan dalam proses penuntutan.

Dalam perkara ini, KPK juga telah memproses hukum dua tersangka lainnya, yakni mantan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas dan mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex.

Berdasarkan hasil perhitungan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dugaan korupsi kuota haji tambahan tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian keuangan negara mencapai Rp.622 miliar.

Penyidikan masih terus berlangsung guna mengungkap seluruh rangkaian peristiwa serta pihak-pihak yang diduga memiliki keterlibatan dalam perkara tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi
DEADLOCK MEDIASI JADI RAPOR MERAH PEMERINTAH: KETIKA GUGATAN MASYARAKAT TAK MAMPU DISELESAIKAN MELALUI DIALOG
Belanja Komunikasi hingga Profil Desa Cilaja Berulang, Anggaran 263,59 Juta Jadi Sorotan
Warga Resah, Desa Susukan Diduga Jadi Titik Peredaran Narkotika, Kades Toto Ciptarasa Terima Laporan dan Keluhan Masyarakat
Dinas Pendidikan dan Bupati Kuningan Digugat! Mediasi Tak Capai Kesepakatan, Perkara Berlanjut ke Persidangan Pokok Perkara
Coffee Morning Kejari Kuningan, Asep Hermansyah: Ruang Komunikasi Penting untuk Menjaga Kondusivitas
Razia Dadakan di Perempatan Oleced, 37 Sepeda Motor Ditindak Satlantas Polres Kuningan dalam Satu Jam
Denda 56,6 Juta Buka Kotak Pandora RS Permata Kuningan, Dugaan Tanpa AMDAL dan Persoalan Izin Sejak 2018 Mencuat, Izin Operasional Kini Jadi Bola Panas Bupati Kuningan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 04:33 WIB

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Desa Cihaur Perkuat Pelayanan Lewat Data dan Sistem Informasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:35 WIB

DEADLOCK MEDIASI JADI RAPOR MERAH PEMERINTAH: KETIKA GUGATAN MASYARAKAT TAK MAMPU DISELESAIKAN MELALUI DIALOG

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:56 WIB

Belanja Komunikasi hingga Profil Desa Cilaja Berulang, Anggaran 263,59 Juta Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Warga Resah, Desa Susukan Diduga Jadi Titik Peredaran Narkotika, Kades Toto Ciptarasa Terima Laporan dan Keluhan Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 03:26 WIB

Dinas Pendidikan dan Bupati Kuningan Digugat! Mediasi Tak Capai Kesepakatan, Perkara Berlanjut ke Persidangan Pokok Perkara

Berita Terbaru