‎Benarkah KDMP Kaduagung Berdiri di Atas LP2B? Ini Penjelasan Dinas Pertanian

- Penulis

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pqenyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Kaduagung, Iin Asrini, S.P., memberikan penjelasan terkait status lahan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)

 

 

KUNINGAN | Rajawali Investigasi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kaduagung, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan, mendapat perhatian publik setelah muncul perbedaan informasi terkait status lahan lokasi pembangunan yang dikaitkan dengan kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

‎Polemik tersebut mencuat setelah adanya penelusuran terhadap tampilan overlay zona hijau pada sistem Geographic Information System Tata Ruang (GISTARU) di lokasi pembangunan yang dikaitkan dengan dugaan kawasan pertanian pangan lahan basah.

‎Temuan itu kemudian memunculkan perhatian publik terkait dugaan pelanggaran tata ruang maupun alih fungsi lahan pertanian.

‎Menanggapi hal tersebut, pihak Dinas Pertanian melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Kaduagung, Iin Asrini, S.P., memberikan penjelasan bahwa lokasi pembangunan KDMP telah dilakukan pengecekan dan dinyatakan bukan termasuk lahan LP2B.

“Saya kebetulan sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan di Desa Kaduagung. Saya akan menerangkan bahwa lahan pembangunan KDMP yang berada pada titik koordinat longitude 108,658963 dan latitude -7,100039 dinyatakan bukan lahan LP2B,” ujarnya, Rabu (7/5/2026).

Pernyataan tersebut diperkuat dengan Surat Rekomendasi Tanah Nomor 500/09/UPTD-KPP-CWR/Perek tertanggal 23 April 2026 yang diterbitkan UPTD Ketahanan Pangan dan Pertanian Kecamatan Ciwaru dan ditandatangani Kepala UPTD, Suhriman, S.E.

Baca Juga:  Agen Distributor Buku di Kuningan Resmi Gugat Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan ke Pengadilan Negeri

‎Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa lahan di Blok Manis RT 002 RW 001 Desa Kaduagung seluas kurang lebih 960 meter persegi dengan status SPPT bengkok desa tidak termasuk kategori Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

‎Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, UPTD Pertanian kemudian memberikan rekomendasi bahwa lahan dapat digunakan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Desa Kaduagung.

‎Pihak teknis pertanian menjelaskan bahwa tampilan zona hijau dalam peta digital GISTARU masih perlu disesuaikan dengan data dan penetapan resmi LP2B yang dimiliki pemerintah.

‎Karena itu, menurut pihak pertanian, keberadaan surat rekomendasi resmi menjadi dasar bahwa lokasi pembangunan KDMP bukan berada di atas lahan LP2B sebagaimana isu yang berkembang sebelumnya.

‎“Meski demikian, pihak pertanian juga menyampaikan bahwa aspek lain seperti kesesuaian tata ruang RTRW dan RDTR, ketentuan sempadan sungai, hingga legalitas perizinan pembangunan tetap menjadi kewenangan instansi terkait lainnya untuk dilakukan verifikasi lebih lanjut.”

Polemik ini pun memunculkan perhatian publik terkait pentingnya sinkronisasi data tata ruang digital dengan dokumen teknis lapangan agar tidak menimbulkan perbedaan penafsiran di tengah masyarakat.

‎Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri merupakan bagian dari program penguatan ekonomi desa yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, dengan pelaksanaan yang tetap mengacu pada ketentuan hukum dan administrasi yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Manap Suharnap Buka Suara Usai Gugat Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan: “Jangan Sampai Kebijakan Mematikan Usaha Rakyat”
Pola Anggaran Berulang di Desa Tarikolot Jadi Sorotan, Kegiatan Data Desa Habiskan Ratusan Juta
Agen Distributor Buku di Kuningan Resmi Gugat Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan ke Pengadilan Negeri
Transparansi Dana Desa Cipakem 2025: Infrastruktur, Posyandu, hingga Irigasi Jadi Prioritas ‎
Desa Bangunjaya Terus Berbenah, Infrastruktur hingga Pemberdayaan Warga Jadi Fokus Pembangunan 2025
‎Benarkah Ada Rencana Aktivitas Al-Zaytun di Kalimanggis Kuningan? Ini Informasi yang Beredar
‎Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Jadi Kunci Target Ekonomi RI Tumbuh 8 Persen, Ini Penjelasan Menkeu
‎KSSK Pastikan Ekonomi RI Stabil di Tengah Gejolak Global, Pertumbuhan Triwulan I 2026 Capai 5,61 Persen ‎
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 03:20 WIB

Manap Suharnap Buka Suara Usai Gugat Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan: “Jangan Sampai Kebijakan Mematikan Usaha Rakyat”

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:15 WIB

Pola Anggaran Berulang di Desa Tarikolot Jadi Sorotan, Kegiatan Data Desa Habiskan Ratusan Juta

Senin, 25 Mei 2026 - 10:11 WIB

Agen Distributor Buku di Kuningan Resmi Gugat Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan ke Pengadilan Negeri

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:54 WIB

Transparansi Dana Desa Cipakem 2025: Infrastruktur, Posyandu, hingga Irigasi Jadi Prioritas ‎

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:07 WIB

Desa Bangunjaya Terus Berbenah, Infrastruktur hingga Pemberdayaan Warga Jadi Fokus Pembangunan 2025

Berita Terbaru