Tikus Dilaporkan Merajalela di Kamp – Kamp Pengungsian Gaza, Anak-anak Jadi Korban Gigitan

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

‎Jakarta | Rajawali Investigasi

‎Kondisi kamp pengungsian di Jalur Gaza kembali menjadi perhatian setelah laporan kantor berita internasional Reuters pada 30 April 2026 menyebut adanya peningkatan populasi tikus di sejumlah area tenda pengungsi. Kondisi tersebut dilaporkan menimbulkan gangguan bagi warga, termasuk anak-anak, di tengah situasi kemanusiaan yang masih berlangsung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Dalam laporan tersebut, tikus disebut terlihat di beberapa titik kamp pengungsian yang dihuni warga sipil yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik. Sejumlah pengungsi melaporkan hewan pengerat itu masuk ke dalam tenda pada malam hari dan dalam beberapa kasus menyebabkan luka pada anak-anak saat mereka tidur.

‎Meski demikian, laporan itu menekankan bahwa kondisi tersebut terjadi di tengah lingkungan yang mengalami tekanan berat, termasuk keterbatasan sanitasi, penumpukan sampah, serta kepadatan pengungsi yang tinggi.

Baca Juga:  China Desak Peninjauan Mandat UNIFIL di Tengah Eskalasi Ketegangan Lebanon–Israel

‎Sejumlah tenaga kesehatan setempat menyampaikan kekhawatiran bahwa kondisi lingkungan seperti ini dapat meningkatkan risiko penyakit yang berhubungan dengan hewan pengerat, meski pemantauan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan dampaknya secara menyeluruh.

‎Reuters juga mencatat bahwa situasi ini tidak terlepas dari rusaknya infrastruktur dasar, terbatasnya akses air bersih, serta terganggunya sistem pengelolaan limbah di wilayah tersebut.

Hingga laporan ini disusun, kondisi di kamp-kamp pengungsian Gaza masih menjadi perhatian berbagai pihak, dengan sejumlah organisasi kemanusiaan menyerukan peningkatan dukungan terutama di sektor kesehatan dan sanitasi bagi warga sipil.

Sumber: Reuters dan sejumlah liputan media internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PBB Nilai Pertemuan Trump–Xi Belum Hasilkan Terobosan, Dorong Lanjutan Diplomasi Tingkat Tinggi
Krisis Timur Tengah Tekan Ekonomi Global, PBB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Jadi 2,5%
Negara-Negara Barat Desak Israel Hentikan Ekspansi Permukiman di Wilayah Tepi Barat
China Desak Peninjauan Mandat UNIFIL di Tengah Eskalasi Ketegangan Lebanon–Israel
‎Pria Asal Kuwait Divonis Bersalah atas Rencana Serangan ke Kedutaan Israel di London
‎Angkatan Laut AS Gandeng Perusahaan AI Domino, Perkuat Deteksi Ranjau di Selat Hormuz
Harga Minyak Dunia Menguat di Tengah Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah
‎Iran Ancam Respons Keras Jika AS Kembali Lakukan Serangan, Ketegangan Kedua Negara Meningkat
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 02:26 WIB

PBB Nilai Pertemuan Trump–Xi Belum Hasilkan Terobosan, Dorong Lanjutan Diplomasi Tingkat Tinggi

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:35 WIB

Krisis Timur Tengah Tekan Ekonomi Global, PBB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Jadi 2,5%

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:17 WIB

Negara-Negara Barat Desak Israel Hentikan Ekspansi Permukiman di Wilayah Tepi Barat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:10 WIB

China Desak Peninjauan Mandat UNIFIL di Tengah Eskalasi Ketegangan Lebanon–Israel

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:05 WIB

‎Pria Asal Kuwait Divonis Bersalah atas Rencana Serangan ke Kedutaan Israel di London

Berita Terbaru