Foto: Ilustrasi
Jakarta | Rajawali Investigasi
Kondisi kamp pengungsian di Jalur Gaza kembali menjadi perhatian setelah laporan kantor berita internasional Reuters pada 30 April 2026 menyebut adanya peningkatan populasi tikus di sejumlah area tenda pengungsi. Kondisi tersebut dilaporkan menimbulkan gangguan bagi warga, termasuk anak-anak, di tengah situasi kemanusiaan yang masih berlangsung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam laporan tersebut, tikus disebut terlihat di beberapa titik kamp pengungsian yang dihuni warga sipil yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik. Sejumlah pengungsi melaporkan hewan pengerat itu masuk ke dalam tenda pada malam hari dan dalam beberapa kasus menyebabkan luka pada anak-anak saat mereka tidur.
Meski demikian, laporan itu menekankan bahwa kondisi tersebut terjadi di tengah lingkungan yang mengalami tekanan berat, termasuk keterbatasan sanitasi, penumpukan sampah, serta kepadatan pengungsi yang tinggi.
Sejumlah tenaga kesehatan setempat menyampaikan kekhawatiran bahwa kondisi lingkungan seperti ini dapat meningkatkan risiko penyakit yang berhubungan dengan hewan pengerat, meski pemantauan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan dampaknya secara menyeluruh.
Reuters juga mencatat bahwa situasi ini tidak terlepas dari rusaknya infrastruktur dasar, terbatasnya akses air bersih, serta terganggunya sistem pengelolaan limbah di wilayah tersebut.
Hingga laporan ini disusun, kondisi di kamp-kamp pengungsian Gaza masih menjadi perhatian berbagai pihak, dengan sejumlah organisasi kemanusiaan menyerukan peningkatan dukungan terutama di sektor kesehatan dan sanitasi bagi warga sipil.
Sumber: Reuters dan sejumlah liputan media internasional















