Investasi Kuartal I 2026 Capai Rp.498,79 Triliun, Serap Lebih dari 700 Ribu Tenaga Kerja

- Penulis

Minggu, 26 April 2026 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, terkait capaian realisasi investasi pada kuartal pertama tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 21 April 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

 

Jakarta | Rajawali Investigasi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah melaporkan capaian realisasi investasi nasional pada kuartal pertama tahun 2026 mencapai Rp498,79 triliun. Angka tersebut setara dengan 100,36 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp.497 triliun.

Laporan tersebut disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (21/4/2026).

Dalam keterangannya, Rosan menyebut realisasi investasi tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 7,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year).

Selain itu, investasi pada kuartal pertama 2026 juga tercatat mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 706.569 orang, atau meningkat 18,93 persen secara tahunan. “Realisasi ini menunjukkan bahwa capaian investasi masih berada pada jalur yang direncanakan,” ujar Rosan.

Dari sisi komposisi, investasi yang masuk terdiri dari penanaman modal dalam negeri dan asing yang relatif seimbang. Penanaman modal asing tercatat mencapai Rp.249,94 triliun.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Pimpin Upacara 81 Tahun Hari Lahir Pancasila, Tegaskan Pancasila sebagai Dasar Pemersatu Bangsa

Sementara itu, distribusi investasi secara wilayah juga menunjukkan penyebaran yang relatif merata. Investasi di luar Pulau Jawa tercatat sebesar 50,37 persen, sedangkan di Pulau Jawa sebesar 49,63 persen.

Rosan juga menyampaikan bahwa minat investor asing terhadap Indonesia tetap terjaga, meskipun kondisi global saat ini diwarnai ketidakpastian geopolitik dan geokonomi.

Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan peningkatan investasi nasional yang signifikan. Pada periode 2014–2024, total investasi tercatat mencapai sekitar Rp.9.100 triliun. Sementara itu, untuk periode 2025–2029, target investasi meningkat menjadi lebih dari Rp.13.000 triliun.

Adapun sektor yang mendominasi realisasi investasi antara lain industri logam dasar, termasuk pembangunan smelter, serta sektor jasa, pertambangan, kawasan industri, transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi.

Pemerintah menilai capaian ini mencerminkan upaya menjaga stabilitas investasi sekaligus mendorong transformasi ekonomi berbasis nilai tambah.

(Redaksi | Sumber: Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel rajawaliinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Wartawan Datang, Mengapa Pihak Lain Ikut Dihubungi atau Diundang? Mengurai Pola yang Berpotensi Mengaburkan Proses Konfirmasi
Hari Kedua Retret Kepala Desa Kuningan Diisi Penguatan Bela Negara, Pencegahan Korupsi, dan Kemandirian Ekonomi Desa
Belajar dari KUD, Koperasi Desa Merah Putih Jangan Sampai Menjadi Proyek Sesaat
Terungkap! Bendahara Disdik Kuningan Akui Tunggakan Premi Rp 415 Juta dalam Surat Bermaterai, BPK Sebut Hingga Pemeriksaan Berakhir Belum Dibayar
Billboard Diduga Menjorok ke Ruang Jalan, Rajawali Investigasi Telusuri Legalitas dan Potensi Pelanggaran Aturan
FORMASI Layangkan Surat Audiensi ke Ketua DPRD Kuningan, Desak Bongkar Legalitas Kajian KJPP UNPAS yang Jadi Dasar Tunjangan Dewan
Rp 450 Juta Dana BOSP SMP Kuningan Diduga Mengalir ke Iuran MKKS, LSM Frontal Lapor Kajari: Ada SPJ Tidak Sesuai Fakta
Revitalisasi Sekolah Dimulai, Peran Kepala Sekolah dan P2SP Jadi Kunci Akuntabilitas Proyek
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:03 WIB

Saat Wartawan Datang, Mengapa Pihak Lain Ikut Dihubungi atau Diundang? Mengurai Pola yang Berpotensi Mengaburkan Proses Konfirmasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:50 WIB

Belajar dari KUD, Koperasi Desa Merah Putih Jangan Sampai Menjadi Proyek Sesaat

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:58 WIB

Terungkap! Bendahara Disdik Kuningan Akui Tunggakan Premi Rp 415 Juta dalam Surat Bermaterai, BPK Sebut Hingga Pemeriksaan Berakhir Belum Dibayar

Kamis, 16 Juli 2026 - 02:50 WIB

Billboard Diduga Menjorok ke Ruang Jalan, Rajawali Investigasi Telusuri Legalitas dan Potensi Pelanggaran Aturan

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:06 WIB

FORMASI Layangkan Surat Audiensi ke Ketua DPRD Kuningan, Desak Bongkar Legalitas Kajian KJPP UNPAS yang Jadi Dasar Tunjangan Dewan

Berita Terbaru